Arsip untuk ‘psk ngentot pns’ Kategori

Dibayar Pakai Uang Palsu, PSK Ngamuk di Lumajang

Nekat kencani PSK dengan uang palsu (Upal), pria hidung belang bernama Syukur Slamet alias Jayus (27) warga Dusun Sumberkari Desa Karanglo Kecamatan Kunir Lumajang berakhir di kantor polisi. Polisi mengamankan barang-bukti 7 lembar upal pecahan Rp 100 ribuan.

Polisi berhasil menangkap Jayus dan pemasoknya bernama Sudarmono (27) warga Dusun Tukum Kidul, Desa Tukum, Kecamatan Tekung. Sebelum penangkapan, polisi sudah mendengar kabar jika marak beredar upal di Lokalisasi Wringin Telu Desa Jarit Kecamatan Candipuro.

“Dari informasi itu disebutkan jika beredar upal Rp 100 ribuan yang digunakan sebagai uang pembayaran kencan yang diterima seorang PSK setempat dari seorang pria hidung belang,” kata Kanit Reskrim Aiptu Murdjito.

Dia menambahkan, meski PSK itu tidak mengenal pelaku, namun Jayus kembali datang ke lokalisasi dan menawarkan bayaran tinggi. Dan polisi berhasil membekuk saat Jayus sedang asyik nongkrong di warung.

Dalam penyidikan, pria yang sehari-hari sebagai mekanik motor mengaku jika upal yang diperoleh melalui bantuan seorang perantara bernama Sudarmono dengan cara membeli.

Pelaku membeli upal dengan perbandingan 1 dibanding 2. Yakni, uang asli sebesar Rp 500 ribu ditukarkan dengan upal sebesar Rp 1 juta. Dengan pengakuan itu, selanjutnya petugas segera memburu tersangka Sudarmono yang kemudian berhasil dibekuk di rumahnya. Sementara pemasoknya seseorang yang dikenal bernama Sohib, asal Pasuruan.

“Saya hanya diberi komisi Rp 50 ribu dalam penukaran uang palsu itu dari Sohib, pak,” jelas Sudarmono.

Kini polisi masih mengembangkan hasil penyidikannya dengan memburu pemasok upal.

Inilah Lokalisasi PSK Terbesar di Batam


Sisi Lain Lokalisasi Sintai di Malam Takbiran
Beduk Maghrib di penghujung bulan Ramadan baru saja selesai. Di sela gema suara takbir berkumandang di seantero Batam, jalan raya mulai dibanjiri oleh pengendara motor dengan sejuta aktifitas masing-masing. Tak terkecuali di Lokalisasi Teluk Pandan, atau yang sering disebut Lokalisasi Sintai. Meski belum menunjukkan aktifitas yang mencolok, namun geliat kegiatan di sana masih ada.
Di Pusat Rehabilitasi Non Panti Teluk Pandan itu, beberapa menit memasuki kawasan tempat hiburan dengan julukan Negeri 1001 Malam itu, nampak beberapa bangunan bar masih lengang. Bahkan beberapa di antaranya masih tersegel tulisan, “libur” lantaran penghuninya pulang kampung.
Setelah sebelumnya disambut dua petugas sekuriti kawasan dengan sodoran tiket masuk yang dibandrol tiga ribu rupiah di pos penjagaan, sang satpam pun langsung menyilahkan para pengunjung memasuki kawasan tersebut. Menyusuri jalan raya selebar 3 meter di lokasi itu, tak banyak nampak para pekerja seks komersial (PSK) yang nampang. Maklum, sebagian besar diantara mereka memasuki bulan Ramadan langsung menjalani ritual mudik ke kampung halaman masing-masing. Apalagi surat edaran pemerintah yang mewajibkan tempat hiburan malam (THM) melakukan buka-tutup sesuai dengan jam yang sudah ditentukan selama bulan puasa. Praktis aktifitas esek-esek pun harus tersendat-sendat, hingga membuat para PSK bekerja ekstra keras, mengais rupiah.
Seperti dikatakan Jali, salah seorang pembina di Pusat Rehabilitasi Non Panti Teluk Pandan dalam acara peresmian Masjid Nurul Iman yang diresmikan Walikota akhir Agustus, menghadapi Bulan Suci Ramadan hampir sebagian besar PSK penghuni di sana memilih mudik. Jika sebelumnya seluruh PSK yang ada sekitar 300-an orang, dan sisanya mungkin ada 100-an orang yang memilih tak pulang kampung.
Kembali ke suasana malam takbiran di Sintai, masuk ke lokasi lebih dalam, suasana terlihat masih sepi. Berbeda dengan hari biasa, dentuman suara house music, nyaris tak terdengar dari dalam bar yang pintunya masih menganga. Hanya suara takbir yang berkumandang di Masjid Nurul Iman yang ada dalam kawasan yang dikelilingi perusahaan galangan kapal tersebut.
Remaja Buru PSK
Sekitar pukul 23.00 WIB, suasana makin hiruk-pikuk terdengar setelah serombongan kendaraan bermotor memasuki kawasan bar. Tanpa tunggu lama, para lelaki hidung belang itu pun segera beraksi, dengan menyusuri jalan aspal ke tiap blok bar yang masih buka untuk mengencani PSK. Saat tiba di blok bar yang menghadap ke barat, suasana makin ramai saat beberapa PSK yang sedang duduk di depan teras bar, langsung melakukan persiapan dengan berada di tengah jalan. Dengan gayanya masing masing, para PSK itu mendatangi pengendara motor yang kebanyakan remaja berusia 20-an tahun.
Di sebuah bar yang menghadap ke utara, selain tak ada dentuman musik, juga tak ada pernik lampu yang biasa terpasang. Penerangan lampu di depan pintu masuk dibuat redup, hingga suasananya pun seperti tak berpenghuni. Namun, saat menyapu pandang ke sekeliling bar, setidaknya ada empat hingga enam PSK yang tengah asyik bercanda ria dengan sesama pekerja seks lainnya sambil menghisap rokok.
Di antara kerumunan perempuan itu, nampak sesosok perempuan terlihat sedang menerima pembicaraan dengan seseorang dari ponselnya di atas kursi yang ada di bawah pohon setinggi 3 meter. Seperti tak mempedulikan suasana sekitar, pembicaraan melalui hape itu terus mengalir diiringi tawa si cewek yang malam itu mengenakan stelan kaus putih dipadu celana jins sebatas paha.
Seperti sudah menjadi hal lazim dilakukan, sambil menunggu para lelaki hidung belang yang sengaja datang ke sana, para PSK mempunyai cara sendiri untuk mengusir kepenatan saat menunggu ‘tamu’. Beberapa orang di antaranya memilih berada “di ruang” tunggu. Enggan keluar sarang lantaran waktu juga yang masih “sore”.
Lebih dari setengah jam, saat sosok wanita yang dari tadi asyik bertelepon itupun menutup ponselnya. “Ayo bang masuk, kalo di luar nggak enak,” ujar Nana (bukan nama sebenarnya). Tanpa diminta, si cewek bertubuh tambun itupun langsung nangkring di atas jok motor.
Jurus rayuan maut pun mulai dilancarkan dengan menawarkan menenggak minuman beralkohol. “Ya kalo nggak mau short time dulu (kencan kilat satu jam) kita minum aja bang,” ujarnya. Entah sudah berapa batang rokok yang sudah disulut Nana, wanita berpotongan cepak itu kembali menyalakan rokoknya. “Untuk bayar uang makan, dan jajan lebaran,” jawab Nana saat ditanya alasan masih menjajakan dirinya meski menjelang lebaran.
Dalam sebulan, ia mengaku harus menyisakan penghasilannya untuk memenuhi kewajiban selama “bekerja” ikut sang mami. Sesudah beres urusan keuangan yang menyangkut akomodasinya , barulah ia mulai memikirkan hal yang membuatnya ‘senang’. “Belum sempat kepikiran beli baju, anak di kampung juga belum dikirim,” sekali lagi Nana menghembuskan asap rokok kreteknya.
Untuk menambah penghasilannya, Nana mengaku tak jarang menerima ajakan untuk kencan di luar. Namun tentunya untuk bisa kencan di luar dengan Nana, si lelaki hidung belang mesti merogoh kocek agak dalam. Pasalnya selain ada uang jalan kepada sang mami, itu untuk menjamin dan menjaga keselamatan para PSK itu sendiri.
“Paling tinggalin KTP, terus kasih uang jalan, yang penting pagi diajak, jam 3 sore balikin lagi ke sini. Mau dibawa kemana saja nggak masalah.”

Bintang Por*no di AS Tak Wajib Pakai Kondom


Los Angeles, Pejabat kesehatan publik di Los Angeles County kini tidak bisa memaksa bintang porno untuk menggunakan kondom karena Pengadilan Tinggi telah membatalkan kasus yang mewajibkan bintang porno menggunakan kondom.

Sebelumnya AIDS Healthcare Foundation telah mengajukan kasus ke pengadilan untuk memaksa para pejabat kesehatan publik bertindak dengan mewajibkan bintang porno menggunakan kondom untuk melindungi terhadap penyebaran AIDS dan penyakit seksual lainnya.

AIDS Healthcare Foundation berpendapat bahwa Departemen Kesehatan setempat telah mendokumentasikan ribuan penyakit menular seksual di kalangan bintang film dewasa dan dikaitkan dengan epidemi kurangnya peralatan perlindungan bagi para pemain.

Namun hal ini menuai protes dari para bintang porno. Bintang porno mengaku memahami risiko jika tidak menggunakan kondom saat pembuatan film, tapi mereka menegaskan bahwa praktik industri film dewasa saat ini melibatkan penyaringan bulanan untuk beberapa penyakit menular seksual.

“Tidak ada cara untuk membuat industri ini bebas risiko. Membuat hal-hal yang lebih aman tidak akan membuatnya lebih aman. Jika Anda khawatir atau paranoid, Anda tidak harus berada dalam industri ini,” kata aktor film porno yang memiliki nama panggung Jeremy Steele, seperti dilansir LATimes.

Pengadilan Tinggi akhirnya menguatkan putusan sebelumnya yang memberhentikan petisi dari aktivis AIDS untuk memaksa Departemen Kesehatan Masyarakat Los Angeles County membuat kewajiban bagi para bintang porno untuk menggunakan kondom selama pembuatan film, seperti dilansir Medindia.

Seorang hakim memutuskan untuk membatalkan kasus pada tahun 2009 dan putusan tersebut disetujui oleh pengadilan.

Pengadilan mengatakan bahwa Departemen Kesehatan tidak bisa memaksa untuk menerapkan agenda AIDS Healthcare Foundation untuk memerangi penyebaran penyakit menular seksual.

PNS Tewas Diatas Perut PSK

pns ngentot psk ,pns boking psk , psk ngentot pns , download bokep pns , bokep pns 3gp , pns nakal


Habis ngeseks dengan Lilis, penjaja seks komersil (PSK) Bungursari, Purwakarta, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) langsung ‘terbang’ ke alam baka lantaran serangan jantung.

Senin malam (8/8), sekitar jam 8, Kampung Cilodong, Cikopo, Bungursari, Purwakarta, heboh dengan kematian Irsanaf irgo. Pria 46 tahun yang seorang PNS ini tewas di kos milik Lilis (36), seorang PSK. Irgo mati usai berhubungan intim dengan PSK tersebut.

Petugas Polsek Bungursari dan petugas Polres Purwakarta yang datang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Lilis mengaku kalau Irgo adalah pria hidung belang yang merupakan pelanggannya. “Saya dan si bapak berhubungan sekitar 15 menit, setelah itu dia bapak langsung tewas,” kata Lilis.

Berawal dari kedatangan Irgo ke tempat mangkal Lilis di warung remang-remang depan SPBU Kampung Cilodong, Bungursari. Saat itu, Irgo datang Irgo dengan mengendarai motor Yamaha Mio Soul dan langsung mengajak Lilis ngamar hingga kemudian tewas.

Petugas yang melakukan olah TKp mendapati obat di saku celana Irgo. Setelah diperiksa tim medis RSUD, obat yang ditemukan di saku Irgo, adalah obat penyakit jantung. Petugas pun membawa mayat irgo ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk keperluan visum.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.