Archive for Januari, 2010

Penarikan Uang Diduga Dilakukan di ATM Non-BCA


Tidak hanya di Bali, kasus hilangnya uang nasabah BCA juga terjadi di Jakarta. Pada tanggal 18 Januari lalu, seorang nasabah hilang uangnya tanpa ada transaksi. Penarikan uang diduga dilakukan di ATM yang digunakan bersama-sama bank lain. BCA tercatat tergabung dalam jaringan ATM Prima dan Cirrus.

“Saya kira penarikan bukan dari bukan ATM BCA, tapi di ATM yang dipakai bersama, karena ada biaya Rp 25 ribu,” kata seorang nasabah yang enggan disebutkan namanya, lewat telepon, Rabu (20/1/2010).

Jumlah uang yang hilang mencapai Rp 4,3 juta. Uang tersebut ditarik di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta.

Nasabah tersebut juga mengaku tidak pernah melakukan penarikan di ATM yang dipakai bersama-sama sebelumnya. Ia juga tidak melakukan transaksi ATM sejak tanggal 11 Januari.

“Tapi kenapa bisa ada transaksi pada tanggal 18? ATM masih ada di saya dan saya nggak ke mana-mana,” jelasnya.

Pihak BCA saat dilapori tentang kejadian ini mengaku masih melakukan pemeriksaan. Informasi lengkap baru akan diperoleh nasabah ini setelah 10 hari.

“Penjelasan dari HaloBCA, minta waktu 10 hari. Kalau dari cabang minta 14 hari untuk referensi. Saya sih belum mau lapor polisi. Saya akan menunggu apakah mereka mau mengganti,” tutupnya.

Sebelumnya, para nasabah BCA di Kuta dan Denpasar mengadu ke polisi. Uang di rekening mereka berkurang padahal mereka tidak pernah bertransaksi.

Uang nasabah yang lenyap antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Lenyapnya uang nasabah diduga terjadi secara serentak, hanya dalam rentang waktu antara 16-19 Januari 2010.

Pihak BCA saat dikonfirmasi mengaku masih melakukan pengecekan pada unit yang menangani kasus ini. Belum ada penjelasan lebih lanjut dari kepolisian.

sumber: http://id.news.yahoo.com/dtik/20100120/tpl-penarikan-uang-diduga-dilakukan-di-a-51911aa.html

Mabes Polri Panggil Bos Semua Bank


Kuat dugaan kasus lenyapnya uang dari rekening akibat adanya kelemahan dalam sistem keamanan yang diterapkan. Sebagai tindak antisipasi meluasnya kasus hilangnya uang nasabah BCA, Mabes Polri memanggil pihak bank.

“Nanti siang semua bank akan datang ke Mabes,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Erward Aritonang, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (20/1/2010).

Ditemui pada kesempatan sama, sebelumnya Kabareskrim Kombes Pol. Ito Sumardi menyatakan pemanggilan ini merupakan upaya antisipasi meluaskan kasus pembobolan rekening ke nasabah bank lain yang ada di daerah lain. Sejauh ini sudah ada 12 orang nasabah dari BCA, Bank BNI dan Bank Permata di Bali yang melaporkan kasus lenyapnya uang tanpa sepengetahuan pemilik rekening.

“Ini memanfaatkan kelemahan sistem keamanan, bank perlu melakukan pejaminan dan perlindungan. Uang yang hilang harus diganti,” tandas Ito.

sumber: http://id.news.yahoo.com/dtik/20100120/tpl-mabes-polri-panggil-bos-semua-bank-51911aa.html

Uang Nasabah hilang misterius di Bank BCA

Tidak hanya di Bali, kasus hilangnya uang nasabah BCA juga terjadi di Jakarta. Pada tanggal 18 Januari lalu, seorang nasabah hilang uangnya tanpa ada transaksi. Penarikan uang diduga dilakukan di ATM yang digunakan bersama-sama bank lain. BCA tercatat tergabung dalam jaringan ATM Prima dan Cirrus.

“Saya kira penarikan bukan dari bukan ATM BCA, tapi di ATM yang dipakai bersama, karena ada biaya Rp 25 ribu,” kata seorang nasabah yang enggan disebutkan namanya, lewat telepon, Rabu

(20/1/2010).

Jumlah uang yang hilang mencapai Rp 4,3 juta. Uang tersebut ditarik di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta.

Nasabah tersebut juga mengaku tidak pernah melakukan penarikan di ATM yang dipakai bersama-sama sebelumnya. Ia juga tidak melakukan transaksi ATM sejak tanggal 11 Januari.

“Tapi kenapa bisa ada transaksi pada tanggal 18? ATM masih ada di saya dan saya nggak ke mana-mana,” jelasnya.

Pihak BCA saat dilapori tentang kejadian ini mengaku masih melakukan pemeriksaan. Informasi lengkap baru akan diperoleh nasabah ini setelah 10 hari.

“Penjelasan dari HaloBCA, minta waktu 10 hari. Kalau dari cabang minta 14 hari untuk referensi. Saya sih belum mau lapor polisi. Saya akan menunggu apakah mereka mau mengganti,” tutupnya.

Sebelumnya, para nasabah BCA di Kuta dan Denpasar mengadu ke polisi. Uang di rekening mereka berkurang padahal mereka tidak pernah bertransaksi.

Uang nasabah yang lenyap antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Lenyapnya uang nasabah diduga terjadi secara serentak, hanya dalam rentang waktu antara 16-19 Januari 2010.

Pihak BCA saat dikonfirmasi mengaku masih melakukan pengecekan pada unit yang menangani kasus ini. Belum ada penjelasan lebih lanjut dari kepolisian.

Penarikan Uang Diduga Dilakukan di ATM Non-BCA

sumber: http://id.news.yahoo.com/dtik/20100120/tpl-penarikan-uang-diduga-dilakukan-di-a-51911aa.html

Seni Bayangan dengan Tanggan

Ada yang mantap nih, seni bayangan tangan, kalau ada teman temen suka dongeng kepada anaknya ini solusi ccok ngirit tapi kreatif dengan seni bayangan tangan, dari pada beli boneka dongeng yang harganya mahal mending dongeng cuman modal lampu aja, eh bukan cuman buat dongeng pada anak aja lho, yang masih bujang bisa dongeng pada ponakan hihihi, maklum tiap hari suruh dongengin ponakan ane kalau gak didongengin rokok kamboro ane dibuang je, kan repot kalau di buang harga rokok kamboro aja sekarang dah 10 ewu limangatus sak bungkus (bahasa inggris), kalau gak ngerti bahasa jawanya sepuluh ribu lima ratus he he, maklum wong ndeso, ok siap siap mendongeng ya dan dibalang ma anak atau ponakan cuakep, guanteng, atau cantik .

















Sumber: BeritaNyata

Ruangan Artalyta Suryani di Penjara

Artalyta Suryani pernah menjadi pemberitaan heboh di media massa nasional terkait kasus rekaman pembicaraanya dengan Jaksa Urip soal suap menyuap Rp 6 Miliar. Kini Artalyta Suryani kembali menjadi pemberitaan hangat disejumlah media soal perlakuan khusus yang mewah di penjara oleh pihak Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta.

Seperti yang ditemukan saat inspeksi mendadak yang dilakukan tiga anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, yaitu Denny Indrayana, Mas Achmad Santosa, dan Yunus Husein. Mereka menemukan ruang tahanan yang dihuni oleh Artalyta Suryani alias Alin mempunyai fasilitas mewah dan kenyamanan sekelas hotel berbintang yang tersedia.

Adapun tempat pertama yang dikunjungi oleh Tim Satgas di Rutan Pondok Bambu adalah ruang bimbingan kerja (bingker). Dari luar ruangan tersebut mereka mengawasi sosok Artalyta Suryani. Dan didalam ruangan besar Alin tengah duduk berselonjor di sebuah sofa bed sambil menjalani perawatan kecantikan (beauty treatment) oleh seorang dokter ahli kosmetik laser Hadi Sugiarto.






Foto Ruangan Mewah Artalyta Suryani di Penjara

Ruangan yang seharusnya menjadi tempat bagi para nara pidana tersebut berubah menjadi ruangan pribadi Ruangan Artalyta. Didalam ruangan dipenuhi oleh foto-foto anak yang diakui Artalyta Suryani sebagai anak adopsinya.

Disebuah sudut, terdapat sebuah kolam bola berukuran besar, yang juga diakui Artalyta Suryani sebagai tempat bermain anaknya jika mengunjunginya. Demikian juga, di sebuah sudut ruangan dibangun kamar mandi khusus dengan shower dan perlengkapan seperti kamr mandi di sebuah hotel berbintang.

Tidak cuma itu. Pesawat televisi plasma , kulkas, kompor, dan sejumlah alat-alat rumah tangga lainnya berada di ruangan itu.

“Sesuai aturan, seharusnya tidak boleh ada dokter lain yang boleh masuk, selain dokter penjara. Jadi ini tidak bisa dibenarkan,” kata Mas Achmad, seperti yang dikutip dari mediaindonesia.com

Sepanjang sidak, ia hanya bisa diam dan geleng-geleng kepala saat melihat kondisi ‘Hotel Prodeo’ itu yang fasilitasnya benar-benar hampir mirip hotel berbintang.

Kepada Mas Achmad, Ayin juga mengaku sering menggunakan ruang itu untuk mengadakan rapat-rapat dengan anak buahnya karena dia masih harus mengendalikan usaha plasmanya di Lampung, dan sejumlah perusahaan propertinya. “Saya minta ruang sedikit untuk menjalankan usaha saya,” katanya.

“Ini benar-benar mengagetkan. Nanti akan ada investigasi mendalam untuk memperjelas ini semua. Kita lihat saja,” kata Mas Achmad dengan nada suara geram.

Saat tepergok oleh Satgas, Ayin tengah membaca buku Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century, yang di dalamnya, namanya disebut-sebut oleh si pengarang buku, George Junus Aditjondro, masuk dalam lingkaran keluarga kepresidenan.
Setelah mengetahui siapa sosok yang tengah memperhatikannya dari luar ruangan, Ayin pun langsung menaruh buku itu dan merapikan posisi duduknya.

Kepala Rutan Sarju Wibowo yang baru tiba pada pukul 20.45 WIB hanya bisa lemas dan pasrah saat mengetahui tempat kerjanya berhasil ‘ditelanjangi’ oleh Mas Achmad dan kawan-kawan. Tidak banyak kata yang bisa diucapkannya, selain kata ’siap’. “Siap pak… siap,” jawabnya atas apa pun pertanyaan anggota Satgas.

Sumber: KaroCyber

Angkat Tangan

Hayo mari kita cari yang aneh apa, hayo teliti dengan seksama nanti juga ketemu.
lha kok malah binggung tuh gimana tu lihat yang paling kiri kecil tuh juga ketakutan mau digeledah polisi, he he he anjing aja juga punya takut kalau digeledah lho!!!!!!!!!!!!!!

Mobil sama becak kuat mana

Buadala ini baru seru biasanya sih becak dinaikan mobil waktu dirazia tapi ini sungguh kelewatan mobil dirazia becak wakakak wakaka.