Archive for April, 2010

Laporan PBB: Telefon Genggam Lebih Umum Dibandingkan Toilet Di India


PBB, New York (ANTARA/Xinhua-OANA) – Makin banyak orang India, negara berpenduduk terpadat kedua di dunia, memiliki akses ke telefon genggam dibandingkan ke toilet, demikian laporan United Nation University (UNU), Rabu, mengenai cara mengurangi orang yang kurang memperoleh kebersihan.

“Sungguh tragis untuk memikirkan bahwa di India, negara yang sekarang cukup kaya yang rata-rata separuh warganya memiliki telefon, sekitar separuh dari mereka tak dapat memperoleh keperluan dasar dan martabat satu toilet,” kata Zafar Adeel, Direktur Institute for Water, Environment and Health (IWEH) di UNU, dan pemimpin UN-Water, badan koordinasi bagi pekerjaan yang berkaitan dengan air di 27 lembaga PBB dan mitra mereka.

India memiliki sebanyak 545 juta telefon genggam, cukup untuk melayani sebanyak 45 persen penduduk, tapi hanya sebanyak 366 juta orang atau 31 persen warga di negara Asia Selatan itu memiliki akses ke sanitasi yang baik pada 2008.

Rekomendasi tersebut yang disiarkan Rabu dimaksudkan untuk mempercepat langkah ke arah tercapainya Millenium Development Goal (MDG) mengenai pengurangan proporsi orang tanpa akses ke air yang aman dan kebersihan dasar.

Jika kecenderungan global saat ini berlangsung terus, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Dana Anak PBB (UNICEF) meramalkan akan ada kekurangan satu miliar orang dari sasaran sanitasi sampai tanggal sasaran 2015.

“Siapa pun yang mengelakkan topik tersebut sebagai menjijikkan, meremehkannya jadi tidak sopan, atau menganggap tak berharga mereka yang memerlukan mesti membiarkan orang lain mengambil-alih demi kepentingan 1,5 juta anak dan orang lain yang tak terhitung dan tewas setiap tahun dengan air tercemar serta sanitasi yang sehat,” kata Adeel.

Termasuk di dalam sembilan rekomendasi itu adalah saran untuk menyesuaikan sasaran MDG dari peningkatan 50 persen sampai 2015 jadi 100 cakupan 100 persen paling lambat 2025; dan untuk menetapkan kembali bantuan pembangunan resmi yang sama dengan 0,02 persen produk domestik kotor ke sektor pemeliharaan kesehatan.

Laporan UNU tersebut menyatakan biasa sebesar 300 dolar AS untuk membangun satu toilet, termasuk tenaga kerja, bahan dan saran.

“Namun dunia dapat mengharapkan pengembalian antara tiga dolar AS dan 34 dolar AS bagi setiap dolar yang dikeluarkan untuk kebersihan, yang diwujudkan melalui pengentasan orang miskin dan biaya kesehatan dan produktivitas yang lebih tinggi –peluang ekonomi dan kemanusian mengenai proporsi sejarah,” tambah Adeel.

Cari Satpol PP Ideal? Tengoklah Solo

VIVAnews – Bentrok berdarah antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan warga Koja, Jakarta Utara gara-gara sengketa lahan makam Mbah Priok seharusnya tak terjadi.

Kepala Satpol PP Solo, Hasta Gunawan mengatakan, Satpol PP sebagai pelayan publik tak seharusnya membawa pentungan dan melempar batu. Satpol PP sebagai pelayan masyarakat harus mengutamakan pendekatan persuasif.

“Kita ikut berduka cita dan berbela sungkawa atas kejadian di Jakarta Utara,” kata dia kepada VIVAnews di Solo, Kamis, 15 April 2010.

Namun, kata Hasta, bentrok yang berakhir dengan tragedi yang juga menewaskan tiga anggota Satpol PP sebenarnya bisa dihindari.

“Kami memiliki prinsip ‘5 si’, yaitu komunikasi, koordinasi, sosialisasi, solusi dan realisasi. Melalui prinsip tersebut, berbagai penggususran hunian, PKL atau tempat usaha untuk penataan tata ruang kota di Solo bisa dilakukan secara damai,” ungkapnya.

Dalam melakukan penggusuran, atpol PP Solo pun tidak pernah membawa pentungan. Petugas hanya ‘bersenjatakan’ peluit.

“Pentungan adalah simbol kekerasan. Padahal sisi kekerasan ini harus dihindari, yang lebih penting bagaimana kedua belah pihak saling berkomunikasi. Sehingga ada win-win solution-nya. Jadi dari pemerintah jangan hanya main eksekusi saja,” urainya.

Berdasarkan pantaun VIVAnews di kantor Satpol PP Solo, sama sekali tidak terlihat peralatan sepeti halnya pentungan, tameng dan baja helm.

Bahkan, Hasta menyuruh VIVAnews mencari alat perlengkapan itu di kantornya. Hasilnya, nihil.

Justru yang berhasil ditemukan hanya peralatan musik untuk upacara. Ada drum, simbal dan terompet.

Selain dibekali peluit, semua aparat Satpol PP Solo diberi bekal buku panduan operasional.

Di dalam buku itu berisi semua standar tugas Satpol PP. Meskipun terdapat standar menggunakan senjata, pentungan, tameng, dan helm baja. Namun, Satpol PP Solo tidak memakainya.

“Ya, karena kami memang tidak memiliki dan tidak memerlukan alat tersebut,” kata Hasta.

Selama beberapa tahun terakhir, Satpol PP Solo berhasil melakukan relokasi di beberapa lokasi yang sensitif seperti hunian di bantaran Bengawan Solo, pasar tradisional. Juga relokasi pedagang di monumen Banjarsari yang jumlahnya mecapai ribuan.

Tak ada keributan, bahkan relokasi ini dilakukan dengan cukup meriah, yaitu pawai tradisi dengan gunungan dan pakaian tradisional Jawa.

Satpol PP Solo, kata Hasta, justru menjadi sahabat para demonstran ketika ada demonstrasi.

“Ini senjata kami, air kemasan. Air kemasan ini kami jadikan pendekatan persuasif kepada demonstran. Dalam arti kami memberikannya di kala panas menyengat,” kata dia.

Bukannya dihindari, truk Satpol PP selalu dicari demonstran. “Untuk dimintai bantuan untuk memulangkan demonstaran ke kampus,” ungkapnya, tersenyum.

Karena pendekatan yang persuasif serta membuahkan hasil yang manis, membuat beberapa daerah melakukan studi banding ke Satpol PP Solo.

“Kami baru saja menerima dari Aceh. Jumlah daerah lain yang melakukan studi banding ke Solo tak terhitung. Satpol PP Solo terkenal anti kekerasan. Oleh sebab itu, mereka ingin menirunya,” tutup Hasta.

Laporan: Fajar Sodiq| Solo

Testis Kecil, Apa Artinya?Testis Kecil, Apa Artinya?

JAKARTA, KOMPAS.com — “Saya mau minta bantuan mengenai masalah yang saya hadapi saat ini. Saya sudah berumah tangga tujuh bulan, tetapi hingga kini belum ada tanda-tanda istri hamil, padahal kami berhubungan intim secara teratur.

Saya ingin mendapat penjelasan, apakah ada hubungan antara bulu rambut dan fungsi seksual? Tidak seperti pria dewasa pada umumnya, saya merasa mengalami kelainan. Kulit saya tidak ditumbuhi bulu. Kalaupun ada, sangat minim. Apakah saya kekurangan hormon dan apakah itu berpengaruh terhadap fungsi seks? Terus, bagaimana terapinya?

Saya merasa ukuran penis dan testis saya kecil. Testis saya ukurannya hanya sedikit di atas kelereng (diameter kurang dari 2 cm). Apakah itu normal? Adakah pengobatan yang bisa saya lakukan?”

S, Medan Periksa sperma Kalau Anda telah melakukan hubungan seksual secara teratur selama setahun tanpa kontrasepsi, tetapi istri belum juga hamil, berarti Anda dan istri termasuk pasangan yang tidak subur. Hubungan seksual yang teratur dalam konteks terjadinya kehamilan ialah dengan frekuensi dua kali dalam seminggu.

Kalau Anda melakukan hubungan seksual dengan istri baru dalam waktu tujuh bulan, berarti belum tergolong pasangan yang tidak subur. Meski begitu, baik sekali bila Anda sudah memerhatikan kehamilan yang belum terwujud ini.

Terjadinya kehamilan ditentukan oleh keadaan kesuburan pihak suami dan istri. Kalau salah satu pihak mengalami gangguan kesuburan, kehamilan akan terhambat. Apalagi kalau kedua belah pihak mengalami gangguan. Untuk mengetahui keadaan kesuburan, diperlukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium.

Untuk Anda, diperlukan pemeriksaan sperma sesuai dengan standar yang berlaku secara internasional. Dari pemeriksaan fisik, dapat diduga bagaimana keadaan kesuburan seorang pria, terutama dengan mengetahui bagaimana perkembangan organ seksual-reproduksinya.

Pria normal akan menunjukkan perkembangan organ seksual-reproduksi yang normal, yang meliputi perkembangan penis, buah pelir (testis), dan kelenjarnya. Juga tampak tanda-tanda perkembangan kelamin sekunder, seperti suara membesar, tumbuhnya rambut kelamin, rambut ketiak, dan rambut wajah.

Kekurangan testosteron Pada keadaan kekurangan hormon testosteron, terjadi hambatan perkembangan tersebut sehingga organ seksual-reproduksi tidak berkembang. Jelas dapat dilihat penis dan buah pelir yang tidak berkembang, tekstur kulit tak jelas, suara bukan suara dewasa, serta rambut kelamin dan ketiak tidak tumbuh

Rambut di kulit bukan tanda yang penting untuk menilai perkembangan seksual-reproduksi pria. Karena itu, Anda jangan khawatir atau merasa terganggu walaupun tidak mempunyai bulu di kulit.

Perkembangan penis dan buah pelir sangat penting sebagai petunjuk kesuburan pria. Ukuran buah pelir yang normal dapat ditentukan dengan alat ukur yang tersedia. Ukuran buah pelir yang kecil tidak normal berkaitan erat dengan keadaan kesuburan.

Namun, untuk memastikan keadaan kesuburan Anda, diperlukan pemeriksaan sperma. Hasil pemeriksaan kemudian dibandingkan dengan standar normal sperma. Beberapa penyakit dapat mengakibatkan ukuran buah pelir mengecil dan tidak normal, yang juga berpengaruh pada kesuburan.

Di pihak lain, banyak pria yang merasa ukuran penisnya tidak normal, padahal sebenarnya normal. Perkembangan penis yang tidak normal pada umumnya disertai hambatan perkembangan lain, yaitu hambatan perkembangan buah pelir, rambut kelamin, otot, dan kulit.

Gangguan kesuburan dapat diberi pengobatan sesuai dengan keadaan kesuburan dan penyebabnya meski memang tidak semua dapat diatasi dengan baik. Kalau buah pelir telah mengalami kerusakan, apalagi sampai mengakibatkan ukurannya mengecil, biasanya tidak dapat diatasi lagi.

Saya sarankan Anda mendapat pemeriksaan dari dokter ahli andrologi untuk mengetahui normal-tidaknya organ seksual-reproduksi Anda dan bagaimana keadaan kesuburan Anda. @

Konsultasi djawab Prof DR dr Wimpie Pangkahila, Sp.And