Binatang Mirip Ular Tapi Berkaki Empat Ditemukan di Tulungagung

type=’html’>

Seekor binatang yang dianggap aneh ditemukan warga Tulungagung, Jawa Timur. Bentuknya menyerupai ular tapi berkaki empat. Diduga binatang kecil ini jenis kadal ular atau Lygosoma quadrupes.

Binatang yang berwarna hitam gelap dengan terkesan bersisik itu memiliki panjang sekitar 20 cm. Warga pun menjulukinya sebagai ular berkaki empat. Binatang ini ditemukan Anis Tustiyani (31), Senin (29/8/2011) sore.

Saat itu istri Yoni Wahyuono (33) yang kebetulan mudik lebaran sedang berada di teras rumahnya di Dusun Bantengan, Desa Mulyasari, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, Jawa Timur.

“Binatang itu masuk ke dalam rumah. Istri saya sempat takut dan teriak,” kata Yoni kepada detiksurabaya.com melalui sambungan telepon, Selasa (30/8/2011).

Setelah diamati, akhirnya Yoni memberanikan diri menangkap ular aneh itu dengan bantuan sapu. “Saya melihat ada empat kaki di binatang itu. Sekarang saya masukkan di dalam aquarium,” kata Yoni yang berasal dari Widang, Tuban, ini.

Ayah dua anak itu tidak mengetahui jenis binatang yang ditemukannya. “Baru pertama kali ini binatang itu masuk ke rumah mertua saya. Saya tidak tahu jenis dan dari mana asalnya,” katanya.

Dari pengamatan pria yang kini menetap di Buduran, Sidoarjo, binatang itu memiliki semacam gigi atau taring.

Penemuan binatang menyerupai ular namun berkaki empat itu sebelumnya juga pernah terjadi di Dusun Tritih Rejo Desa Tumpang Talun Blitar, Kampung Beton Jebres Surakarta, Bogor, Sukabumi, Riau serta Sungguminasa Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.

Seperti dilansir wikipedia, binatang itu tergolong jenis lygosoma quadrupes atau kadal ular. Sejenis kadal kecil bertubuh mirip ular yang menyebar di Asia Tenggara. Kadal ini juga sering disebut secara tidak tepat sebagai ular berkaki atau ular berkaki empat.

Reptil ini bertubuh kecil panjang, hampir silindris, panjang keseluruhan hingga sekitar 192 mm dengan ekor kira-kira setengahnya atau kurang sedikit.

Punggung berwarna cokelat terang, keabu-abuan, kemerahan atau agak keunguan dengan garis-garis memanjang berwarna gelap hingga ke ekor. Sisi atas kepala berwarna lebih gelap, dengan pelupuk mata bagian bawah putih kekuningan dan bibir atas yang berwarna gelap.

Sisi bawah tubuh keputihan atau cokelat terang keputihan bergaris-garis. Kaki amat kecil dan pendek.Di tengah badan melintang deret sisik halus dan membujur sisik di atas tulang punggung.

Binatang bisa keluar di waktu remang-remang, di siang hari kadal ini bersembunyi di bawah bebatuan, kayu rebah, atau menelusup di pasir atau sela-sela tanah yang rapuh.

Kadal ular itu bisa ditemukan baik di hutan maupun di lahan pertanian. Hewan ini memburu mangsanya di kala senja, yang berupa aneka artropoda kecil terutama rayap dan tempayaknya.

Seperti namanya, kadal ini berjalan dengan meliuk-liukkan tubuhnya seperti ular, terutama ketika bergerak cepat menyusup di antara serasah, rerumputan, atau tumpukan tanah berpasir. Kakinya yang pendek baru berguna ketika berjalan lambat-lambat.

Masih menurut wikipedia, Lygosoma quadrupes tercatat ditemukan di Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Cina selatan, Hong Kong, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, dan Filipina.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: