Archive for the ‘abg montok’ Category

Gagal Merampok Karena di Kejar Pemilik Mobil Yang Bugil



Ada-ada saja ulah perampok sadis ini. Di London Seorang pencuri mobil terpaksa mengurungkan niatnya untuk merampok sebuah mobil incarannya. Gagalnya aksi pencurian ini disebabkan pemilik mobil yang mengejar pencuri itu sambil telanjang.

Russell Stuart yang sedang terlelap tidurnya, tiba-tiba terbangun setelah mendengar kegaduhan di dekat mobilnya. Ia sadar juga pencuri mobil berusaha untuk menggasak mobil kesayangannya tersebut.

Stuart segera bangun dari tidurnya, membuka pintu penumpang dan duduk disamping kursi tepat disebelah pencuri yang hendak menggondol mobilnya. Namun lucunya, Stuart tidak sadar jika dirinya belum menggunakan pakaian sama sekali.

Segera setelah pencuri tersebut melihat yang bugil, ia langsung membuka pintu dan kabur dari Stuart. “Saya langsung bangun dari tidur dan menuju mobil, buka pintu dan duduk disebelahnya,” ungkap Stuart.

“Dia mungkin heran mengapa ada orang yang berbadan besar dan telanjang duduk disampingnya. Tetapi ketika mobil kepunyaan kita berusaha dicuri, saya tak perlu berpikir tetapi langsung bereaksi,” tandas Stuart.

Setelah pencuri itu kabur, pria berusia 51 tahun tersebut sempat berkeliling kota Kent, Inggris masih dalam keadaan telanjang untuk mencari pencuri itu. Namun ia menghentikan aksinya setelah ulahnya menyetir dalam keadaan bugil mengganggu ketenangan kota.

Foto-foto Super Vulgar J upeDiatas Panggung

Pameran body atau nyanyi sih ?

3 Cewek ABG Menggelar Pesta Seks Cari Bekal Mudik



Sungguh meris mendengarnya, hanya demi uang sangu (bekal) Mudik, para remaja belia ini menodai kesucian bulan Ramadhan. Bukannya banyak beribadah, lima pria dan tiga cewek ABG justru menggelar pesta seks. Ironisnya, alasan mereka justru mencari uang untuk mudik Lebaran. Selain mengamankan para pelaku, polsi juga mengamankan satu botol minuman bersoda yang diduga dioplos dengan minuman beralkohol. Kanit Reskrim Polsek Gedangan, Aiptu Tri Tiko GH mengatakan, penggerebekan dilakukan di sebuah rumah kos di Desa/Kecamatan Gedangan.

Pesta seks ini diikuti YA (18), seorang cewek asal Desa Kedung Baruk Kecamatan Wajak, Malang, yang berpasangan dengan Gl (25), cowok asal Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lainnya adalah AF (16), cewek warga Desa Talang Kecamatan Sendang, Tulungagung.

AF melayani dua pria ABG sekaligus, yakni LSD (23), asal Jogoroto Kecamatan Diwek Jombang, serta DS (21), warga Desa Keboansikep Kecamatan Gedangan. AF dianggap sebagai inisiator pesta seks ini setelah dia terdesak untuk mendapatkan uang sebagai bekal mudik ke desanya. Sementara tiga lainnya adalah SM (18), seorang cewek asal Lemahputro Sidoarjo; YH (25), warga Keboansikep Gedangan dan TF (23), asal Diwek, Jombang.

“Mereka digerebek setelah ada informasi dari warga,” ujar seorang penyidik Polsek Gedangan, Selasa (7/9). Mereka secara bergantian dan berganti pasangan melakukan hubungan layaknya suami istri. Pesta para remaja ini digelar mulai Senin (6/9) malam pukul 20.00 WIB. AF sendiri yang awalnya menawarkan tubuhnya kepada LSD. Syaratnya dengan imbalan uang Rp 300.000. Alasannya uang itu akan dia pergunakan untuk mudik Lebaran.

AF mengenal LSD setelah dikenalkan YA, teman sekerja sebagai pelayan sebuah kafe di kawasan Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Gayung bersambut. AF lalu diminta datang ke sebuah rumah kos yang ditunjuk oleh LSD di Desa Gedangan. Bersama SM dan YA, AF lalu mendatangi rumah kos dimaksud. Saat ketiganya datang, sudah ada lima orang lainnya menenggak miras jenis oplosan. Kedua gadis belia ini, YA dan AF, ikut menenggak miras hingga mabuk.

Pesta miras ini berlanjut ke pesta seks. YA dan GL masuk satu kamar. Sedangkan AF bergantian melayani LSD dan DS. Saat polisi menggerebek rumah kos itu, AF masih dalam kondisi bugil. Dia tak sadar meski tanpa sehelai kain di tubuhnya. “Saya tak ingat apa-apa setelah ikut minum,” kata AF lirih, di Mapolsek Gedangan.

Saat kelima remaja itu main seks, ketiga remaja lainnya, yakni SM, TH, dan TF, hanya merokok di luar kamar kos berukuran 2 X 3 meter tersebut. Iringan musik keras mengiringi pesta seks tersebut. Meski lampu dipadamkan, desahan kelima remaja tersebut terdengar jelas. Delapan remaja ini pun sontak kaget saat sejumlah polisi datang di rumah kos tersebut, pukul 22.00 WIB.

Kondisi Bugil

Di depan penyidik, AF mengaku bersedia diajak tidur dua lelaki tak dikenalnya karena butuh uang untuk mudik ke Tulungagung. Dia mengaku bingung karena menjelang pulang kampung, tak mengantongi uang seperpun. “Sedangkan saya baru dua hari bekerja di kafe,”ujarnya menyesal. Kanitreskrim Polsek Gedangan Aiptu Tritiko, mengatakan penggerebekan tersebut setelah warga sekitar melapor polisi. Warga curiga ada pasangan muda-mudi berkumpul hingga malam hari. “Begitu kami tindaklanjuti, ternyata ada pesta,”katanya, Selasa (7/9).

Dia menyatakan, ke delapan remaja ini terancam menjadi tersangka. Untuk penanganan kasus ini selanjutnya, pihaknya menyerahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sidoarjo. Dia menyatakan polsek tidak punya penyidik yang menangani kasus kategori tersebut. Menurut informasi masyarakat, kos-kosan yang dikenal bebas milik tuan Gurung asal Kupang Segunting Surabaya itu kerap dijadikan tempat pesta kaum muda-mudi.

“Setelah kami lakukan pengintaian dan digrebek, ternyata mereka sedang pesta seks. Sebelum pesta, para pelaku juga pesta minum terlebih dahulu,” ujar Tritiko. Saat digerebek petugas, kondisi anak muda yang masih usia produktif itu dalam kondisi bugil. Tri Tiko juga menyatakan para ABG itu selanjutnya akan diserahkan ke PPA Polres Sidoarjo untuk dilakukan penyidikan. Untuk penjual minuman yang disamarkan dengan minuman soda juga akan dilakukan pemeriksaan karena mengandung alkohol. “Selain itu tidak dibenarkan berjualan minuman di bulan puasa seperti ini,” tegasnya.

Pelecehan Se-ksual Warnai Aksi Coret Baju Kelulusan SMA


Sumber gambar : Tribunnews



Pantauan Tribunnews di berbagai daerah di Indonesia. Siswa dan Siswi Sekolah Menengah Umum meluapkan kegembiraan dengan melakukan aksi corat-coret setelah dinyatakan lulus Ujian Nasional (UN) 2011. Senin (16/5/2011).

Berbagai aksi corat-coret itu dilakukan di halaman sekolah dan berbagai lokasi termasuk di taman kota tempat jalur hijau. Namun tak disadari sejumlah siswi mendapatkan perlakukan pelecehan dari siswa teman satu sekolahnya.

Ada saja luapan kegembiraan para siswa-siswi SMU, tak hanya coret baju, ada juga yang melakukan sujud syukur dan konvoi kendaraan keliling kota dengan kendaraan roda dua. “Aksi corat-coret ini sudah ada sejak lama dan selalu berlangsung setiap tahun kelulusan,” tutur siswi pada tribunnews.com di sekolah yang berada dibilangan Blok M, Jakarta.
Sejumlah siswa SMA dan SMK kelas 12 merayakan kelulusan dengan melakukan aksi corat-coret baju seragam dan rambut di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/5/2011). Tingkat kelulusan siswa SMA dalam Ujian Nasional (UN) 2011 seluruh Indonesia sebesar 99,2 persen atau meningkat tipis dibanding tahun lalu 99,04 persen.
Jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 11.443 siswa atau 0,78 persen. Untuk siswa SMK di seluruh Indonesia, tingkat kelulusan lebih tinggi yaitu 99,51 persen atau 938.043 siswa. Sedangkan yang tidak lulus mencapai 4.655 siswa atau 0,49 persen. Editor : nani , Sumber : Tribunnews

Alasan Pria Suka Ketempat Pelacuran

Waktu jalan-jalan di pameran buku, saya melihat sepintas buku setebel 3 cm-an berjudul WHY MEN LIKE BITCHERS. Judulnya sudah berbicara dengan sangat keras dan jelas. Mengapa para pria pada suka pelacur? Yang jelas artinya bukan suami-suami pada suka melacur beneran, tapi suami-suami suka isteri-isteri yang memperlakukan mereka seperti pelacur memperlakukan client mereka. Mereka diperlakukan dengan istimewa seperti seorang tamu, dilayani dengan segenap hati, sekuat tenaga disertai kegairahan, memenuhi kebutuhan, selalu stand by, melayani sesuai permintaan, tidak pernah mengeluh.

Saya nggak perlu baca isinya, tapi saya yakin judul itu akan sangat menolong para isteri-isteri! If I were a wife, I’ll definitely buy that book! Beneran, kalau saya seorang isteri saya harus beli buku itu, saya rasa itu harus jadi buku panduan para isteri untuk belajar gimana “jadi pelacur” untuk suami mereka (jika isteri-isteri sadar akan kekurangan mereka, keteledoran mereka dalam melayani suami, kekurang-pedulian mereka terhadap perasaan dan keinginan suami mereka, dan jika para isteri ini mau mengubah keadaan pernikahan mereka yang sudah pada hambar).

Coba lihat penampilan pelacur, mereka bersolek, pake baju minim, pake parfum “keterlaluan” wangi, seksi, mempesona, menggairahkan, genit, menggoda! Lalu si pria yang diperlakukan begitu tentunya nggak mau cepet-cepet ilang kesempatan, jadi dinikmati sepuasnya, maunya disenangkan lama-lama, nggak mau rugi, bo.

Banyak isteri-isteri yang mengeluh kepada saya katanya suami mereka menurutnya udah nggak cinta lagi, mereka merasa diperlakukan seperti sex-doll aja atau sex-slave. Kalau “main” maunya cepet-cepet, kalau “ngajak” suka buru-buru atau quicky, kalau udah “gituan” langsung mendengkur.

Nah, gantian pria-pria juga memberikan jawabannya, katanya justru isteri mereka yang nggak ngertiin mereka, tiap-tiap harinya mukanya cemberut dan sikapnya nggak manis, kalau pas “main” nggak pernah mengeluarkan perkataan yang membangkitkan; kalau “gituan” nggak mesra, nggak romantis, nggak ekspresif. Pake daster melulu, nggak berdandan menarik, wangi, atau menggairahkan.

Hari-harinya cuman ngurus pekerjaan dan anak melulu tanpa menjadikan suami mereka figur istimewa yang dibutuhkan, dilayani dengan sepenuh hati. Melayani cuman karena memenuhi keinginan suami, setengah hati, ogah-ogahan, maunya cepet selesai. Masih disertai mulutnya yang kalau nyemprot pedesnya sampai nusuk ke tulang-tulang, sehingga mematikan gairah seks pria. Jadi akhirnya sang suami-suami ini juga tidak merasakan kenyamanan dalam berhubungan. Para isteri pikir suami mereka nggak punya perasaan, sehingga kalau ngomong asal keluar, nggak dipikir, sehingga terbawa juga sampai dalam ati dan perasaan pahitnya terbawa sampai di ranjang.

Akhirnya para pasangan-pasangan ini merasa hambar dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Mereka saling bertanya dalam hati: “Dimanakah romantika cinta itu?” “Apakah aku telah menikahi orang yang salah?” “Apakah Tuhan sebenarnya sudah mempersiapkan orang lain untuk menikahiku?” “Apakah aku harus bercerai?”

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sering diajukan oleh pasangan-pasangan saat mereka masuk dalam gejolak rumah tangga, saat romantika bercinta kelihatannya sudah padam dan tidak mungkin dibangkitkan kembali.

Anda tidak menikahi orang yang salah! Coba ingat bagaimana Anda meluap-luap dengan perasaan cinta yang membara, bagaimana Anda tidak peduli dengan larangan orang tua, bagaimana tiap hari Anda tidak sabar untuk berkencan dengannya, tidak tahan ingin menggandeng tangannya, tidak sabar menanti hari pernikahan, tidak sabar menanti para tamu undangan pulang ke rumah mereka agar Anda masuk ke dunia fantasi hanya berdua dengannya tidak ada yang lain?

Kemudian datanglah rutinitas rumah tangga yang mengambil keintiman kalian berdua. Seharusnya Anda harus “waspada” dengan kehadiran anak-anak dan urusan dengan mereka sehari-hari, waspada terhadap aktivitas rumah tangga yang menyita jam-jam keintiman Anda, pekerjaan yang menyita, kebutuhan uang yang tidak lebih penting daripada keintiman berdua, kebiasaan kenyamanan berdua yang seharusnya dipertahankan agar tidak menjadi suatu kebiasaan rutin yang membosankan.

Pernikahan membutuhkan ekstra pekerjaan! Jika Anda ingin mendapatkan kepuasan istimewa dari suatu hubungan, Anda harus mengerjakannya dengan baik pula. Sebagaimana Anda ingin menjadi sukses di dunia bisnis, Anda akan melakukan segalanya untuk mencapai target itu dengan segenap kekuatan Anda, mendobrak halangan-halangan yang menghadang, menyingkirkan waktu-waktu lain yang tidak terlalu berharga dibanding dengan kesuksesan, dan berjuang melakukan segalanya agar cita-cita Anda yang satu ini dapat diraih.

Apalagi jika Anda ingin memperoleh pernikahan “five star”, Anda harus menyajikan menu high class, membuat tempat tidur berkelas hotel bintang lima, menyajikan service yang memuaskan dan menghormati client Anda selayaknya yang patut diterima oleh seorang yang datang dengan mengharapkan pelayanan high class. Jika Anda menyediakan menu five star, maka Anda layak mendapatkan upah yang seimbang, yaitu pernikahan five star!

Isteri-isteri, jangan lupa, “be a bitch” for your husband!” Jangan takut ditertawakan, jangan takut memulainya, jangan malu menyatakannya, jangan malu untuk menggodanya, jangan gengsi untuk melayaninya, lakukanlah lebih baik daripada sebelumnya. Anda segera akan mendapatkan tip tinggi dan “client” Anda akan suka berkunjung dan menjadi pelanggan tetap di “hotel” Anda.

Saking Takutnya Gawang Ditutupin Oleh Semua Pemain

jual perawan sma,keperawanan sma,sma perawan bugil ngentot di kelas sambil ngemut

Gadis SMA Dipaksa Telanjang dan Diinterogasi Sambil Digerayangi

Gadis Idola – Intip Celana Dalam & Toket Julia Perez

Beginilah penampilan artis hot yang satu ini. Di saat sedang konser tanpa sengaja, celana dalam dan bra Intip Celana Dalam Cewek Seksi Saat Naik Sepeda …

Malang sekali gadis SMA yang satu ini, dia mendapatkan pelecehan seksual dari SPK. Berikut artikel lengkapnya dari kompas!

Jajaran Polres Gresik tercoreng oleh ulah seorang anggotanya, Briptu GWK, yang bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) di Mapolsek Dukun. Polisi muda itu diduga melakukan pelecehan seksual terhadap Maya (nama samaran), gadis berusia 16 tahun yang juga siswi sebuah SMA di Dukun.

Akibat dugaan pelecehan seksual itu, kini Maya menjadi pendiam dan bahkan traumatik apabila berhadapan dengan orang yang tidak dikenalinya. Sementara itu, oknum polisi tersebut kini sedang diperiksa di Mapolres Gresik.

Informasi yang dikumpulkan Surya menyebutkan, kasus ini bermula ketika korban tengah berpacaran dengan kekasihnya di pertigaan Desa Petiyen, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, pada malam akhir pekan lalu. Tiba-tiba keduanya dikagetkan dengan kedatangan anggota kepolisian yang tengah patroli.

Sejoli itu lantas dibawa ke Mapolsek Dukun untuk dimintai keterangan. Semula, pemeriksaan berjalan wajar. Saat Briptu GWK datang, ia langsung meminta Maya untuk melucuti pakaiannya.

Karena diperintah polisi berpakaian seragam, korban takut dan menuruti saja sampai akhirnya ia hanya mengenakan pakaian dalam di hadapan oknum polisi tersebut. Melihat tubuh molek, oknum polisi itu lalu mendekat dan menggerayangi bagian vital tubuh korban.

Puas menggerayangi, oknum petugas itu akhirnya melepaskan kedua remaja tersebut karena tidak memiliki landasan hukum untuk menahan keduanya. Begitu sampai di rumah, korban yang semula periang itu berubah menjadi pendiam. Demikian juga saat di sekolah. Korban selalu menghindar bergaul, terutama dengan teman lelakinya.

Tingkah laku korban ini akhirnya diketahui teman-temannya. Tampaknya karena tidak kuat menahan beban psikologis, korban kemudian menceritakan kasus yang dialaminya. Cerita korban inilah, yang lantas menyebar luas ke masyarakat.

Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Gresik, Nur Khosiah, membenarkan adanya kabar tentang kejadian itu. Namun, dia belum menerima laporan secara resmi dan permintaan bantuan pendampingan yang diajukan korban maupun keluarganya.

“Secara lisan, mereka (korban) memang sudah menghubungi kami, namun pemberitahuan tertulis belum kami terima. Mereka berjanji datang hari ini (kemarin, Red) ke tempat kami. Jika sudah kami terima, kami akan laporkan kasus ini ke Polres Gresik,” kata Nur Khosiah melalui telepon selulernya, Jumat (5/3/2010).

Ketika dihubungi Surya, Kapolres Gresik, AKBP Rinto Djatmono membenarkan, adanya kasus yang menyangkut anggotanya. “Yang bersangkutan sekarang tengah diperiksa Unit P3D (Pelayanan Pengaduan dan Penegakan Disiplin),” ujarnya.

Kapolres menambahkan, korban juga diperiksa di unit P2A (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satuan Reskrim Polres Gresik, Jumat (5/3) malam.

Meski pemeriksaan terhadap anggotanya belum tuntas, namun mantan Kapolres Nabire, Papua, ini sudah bisa mengungkapkan bahwa kejadian bermula ketika korban dan kekasihnya berpacaran di sebuah jalan di Desa Petiyen, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan. Saat itu, keduanya dipergoki petugas dari Polsek Solokuro yang tengah patroli kawasan di perbatasan Gresik-Lamongan tersebut.

Setelah sempat diperiksa di tempat, akhirnya keduanya diserahkan ke Polsek Dukun karena keduanya tercatat sebagai warga Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Tatkala diperiksa di Mapolsek Dukun inilah, ujar kapolres, anggotanya diduga melakukan perbuatan yang melecehkan tersebut.

Kendati Briptu GWK diperiksa, namun yang bersangkutan belum ditahan. Sebab, tahanan yang merupakan sanksi itu, baru dikenakan setelah yang bersangkutan secara resmi dinyatakan bersalah dalam sidang hukuman disiplin (kumplin).

“Sidang kumplin baru akan digelar setelah berkas perkaranya selesai,” tambah Rinto Djatmono. Mengenai sanksi terhadap anggotanya itu, kapolres yang alumnus Akpol 1991 itu memastikan ada tindakan tegas, tergantung derajat kesalahannya.

“Nanti akan kita lihat hasil pemeriksaan. Sanksi yang dijatuhkan akan didasarkan pada kesalahan yang dibuat,” tukas AKBP Rinto Djatmono. (san) Editor: Abi |

Sumber : http://regional.kompas.com/read/2010/03/06/09392389/Dipaksa.Telanjang..Diinterogasi.Sambil.Digerayangi