Archive for the ‘abg Pesta Seks’ Category

Rokok tempo dulu

Inilah bungkus bungkus rokok tempo dulu…wah wah saya gak nyangka ternyata rokok rokok jaman dulu desainnya Gokil abisss..tapi ngemeng ngemeng rasanya bagaimana yah ?

daun-kawung1

daun-kawung2

djolali

ikiae1

kertas-orangmerokok

kertas-segitiga

ketua-rajat

klembak-gara-gara

klembak-sintren

kratonfull

malioboro

papier-kutjingsepatu

papier-pak-lesap2

prijaji

sinden-extra

uget-uget


Misteri Mistis Gunung Raung

Keangkeran Gunung Raung sudah terlihat dari nama-nama pos pendakian yang ada, mulai dari Pondok Sumur, Pondok Demit, Pondok Mayit dan Pondok Angin. Semua itu mempunyai sejarah tersendiri hingga dinamakan demikian.



Pondok Sumur misalnya, katanya terdapat sebuah sumur yang biasa digunakan seorang pertapa sakti asal Gresik. Sumur dan pertapa itu dipercaya masih ada, hanya saja tak kasat mata. Di Pondok Sumur ini, saat berkemah,juga terdengar suara derap kaki kuda yang seakan melintas di belakang tenda.


Selanjutnya Pondok Demit, disinilah tempat aktivitas jual-beli para lelembut atau dikenal dengan Parset (Pasar Setan). Sehingga, padaMore… hari-hari tertentu akan terdengar keramaian pasar yang sering diiringi dengan alunan musik. Lokasi pasar setan terletak disebelah timur jalur, sebuah lembah dangkal yang hanya dipenuhi ilalang setinggi perut dan pohon perdu.


https://i1.wp.com/www.siaganews.com/images/berita/normal/474503-11470302112010@raung.jpg
Pondok Mayit adalah pos yang sejarahnya paling menyeramkan, karena dulu pernah ditemukan sesosok mayat yang menggantung di sebuah pohon. Mayat itu adalah seorang bangsawan Belanda yang dibunuh oleh para pejuang saat itu.


Tak jauh dari Pondok Mayit, adalah Pondok Angin yang juga merupakan pondok terakhir atau base camp pendaki. Tempat ini menyajikan pemandangan yang memukau karena letaknya yang berada di puncak bukit, sehingga kita dapat menyaksikan pemandangan alam pegunungan yang ada disekitarnya. Gemerlapnya kota Bondowoso dan Situbondo serta sambaran kilat jika kota itu mendung, menjadi fenomena alam yang sangat luar biasa. Namun, angin bertiup sangat kencang dan seperti maraung-raung di pendengaran. Karenanya gunung ini dinamakan Raung, suara anginnya yang meraung di telinga terkadang dapat menghempaskan kita didasar jurang yang terjal.


Sebelah barat yang merupakan perbukitan terjal itu adalah lokasi kerajaan Macan Putih, singgasananya Pangeran Tawangulun. Di sini, juga sering terengar derap kaki suara kuda dari kereta kencana. Konon, pondok Angin ini merupakan pintu gerbang masuk kerajaan gaib itu.


Konon, di perbukitan yang mengelilingi kaldera itulah kerajaan Macan Putih berdiri. Sebuah kerajaan yang berdiri saat gunung ini meletus tahun 1638. Pusatnya terletak di puncak Gunung Raung. Kerajaan tersebut dipimpin oleh Pangeran Tawangulun. Beliau adalah salah-satu anak raja Kerajaan Majapahit yang hilang saat bertapa di gunung. Keberadaan kerajaan itu sedikit banyak masih memiliki hubungan yang erat dengan penduduk setempat. Misalnya bila terjadi upacara pernikahan di kerajaan, maka hewan-hewan di perkampungan banyak yang mati. Hewan-hewan itu dijadikan upeti bagi penguasa kerajaan.

Konon, menurut masyarakat setempat, seluruh isi dan penghuni kerajaan Macan Putih lenyap masuk ke alam gaib atau dikenal dengan istilah mukso. Dan hanya pada saat tertentu, tepatnya setiap malam jum’at kliwon, kerajaan itu kembali ke alam nyata.



Pangeran Tawangulun dipercaya merupakan salah satu suami dari Nyai Roro Kidul. Setiap malam jum’at itulah penguasa laut selatan mengunjungi suaminya. Biasanya, akan terdengar suara derap kaki kuda ditempat yang sakral. Suara tersebut berasal dari kereta kencana Sang Ratu yang sedang mengunjungi sang suami Pangeran Tawangulun.

Bila mendengar suara tersebut lebih baik pura-pura tidak mendengar. Jika dipertegas, suara akan bertambah keras dan mungkin akan menampak wujudnya. Bila demikian, kemungkinan kita akan terbawa masuk ke alam gaib dan kemudian dijadikan abdi dalem kerajaan Macan Putih.

Pesta Tukar Teman Seks Terus Meningkat di China


Fenomena bosan ngeseks dengan pasangan, mungkin yang menjadi latar belakang didirikannya Klub Swinger. Para anggota klub ini, memperbolehkan para pasangannya saling menjajal seks satu dengan lainnya.

Para pasangan anggota Klub Swinger (tukar pasangan) di China, dipertemukan melalui dunia online kemudian berkumpul di sebuah rumah atau hotel untuk melakukan pesta seks, yang melibatkan lusinan pria dan wanita.

Namun, kebiasaan aneh ini langsung diendus oleh pemerintah setempat. Bulan lalu, Ma Yaohai 53 tahun, seorang dosen di universitas dan 21 orang lainnya disidangkan di Pengadilan Nanjing. Mereka dituding sebagai “kelompok tidak bermoral” tersebut.

Tapi selain rasa ingin tahu yang berkembang mengenai kehidupan Swinger, kehebohan itu juga akhirnya menjadi perdebatan panjang mengenai kebebasan kehidupan seks di negara yang ingin mengubah moral modernnya tersebut.

Ma berujar, keputusan bergabung dengan Klub Swinger dilakukan secara sukarela. “Pernikahan itu seperti air, Anda harus meminumnya. Swinger itu seperti segelas anggur, Anda bisa meminumnya jika Anda suka, jika Anda tidak suka, tidak usah diminum,” ujarnya seperti dilansir AP.

“Bagaimana mungkin saya mengganggu ketertiban sosial? Apa yang terjadi dalam rumah saya adalah masalah pribadi saya?” ujarnya dalam persidangan.

Pria yang mengajar ilmu komputer di Nanjing University of Technology ini telah dua kali bercerai. Lalu dia tertarik untuk bergabung dengan swinger pada 2003 setelah pernikahannya yang kedua kandas di tengah jalan. Dia pun mulai mengembangkan kelompok onlinenya sendiri pada 2007.

Pada akhirnya, 200 orang bergabung dengan grupnya itu, melakukan aktivitas sebanyak 35 kali dari 2007 dan 2009. Ma sendiri ikut dalam aktivitas itu sebanyak 18 kali. Sebanyak 14 pria dan delapan wanita ditangkap, sebagian berprofesi sebagai supir taksi dan sales.

Pesta Tukar Teman Seks Terus Meningkat di China





Fenomena bosan ngeseks dengan pasangan, mungkin yang menjadi latar belakang didirikannya Klub Swinger. Para anggota klub ini, memperbolehkan para pasangannya saling menjajal seks satu dengan lainnya.

Para pasangan anggota Klub Swinger (tukar pasangan) di China, dipertemukan melalui dunia online kemudian berkumpul di sebuah rumah atau hotel untuk melakukan pesta seks, yang melibatkan lusinan pria dan wanita.

Namun, kebiasaan aneh ini langsung diendus oleh pemerintah setempat. Bulan lalu, Ma Yaohai 53 tahun, seorang dosen di universitas dan 21 orang lainnya disidangkan di Pengadilan Nanjing. Mereka dituding sebagai “kelompok tidak bermoral” tersebut.

Tapi selain rasa ingin tahu yang berkembang mengenai kehidupan Swinger, kehebohan itu juga akhirnya menjadi perdebatan panjang mengenai kebebasan kehidupan seks di negara yang ingin mengubah moral modernnya tersebut.

Ma berujar, keputusan bergabung dengan Klub Swinger dilakukan secara sukarela. “Pernikahan itu seperti air, Anda harus meminumnya. Swinger itu seperti segelas anggur, Anda bisa meminumnya jika Anda suka, jika Anda tidak suka, tidak usah diminum,” ujarnya seperti dilansir AP.

“Bagaimana mungkin saya mengganggu ketertiban sosial? Apa yang terjadi dalam rumah saya adalah masalah pribadi saya?” ujarnya dalam persidangan.

Pria yang mengajar ilmu komputer di Nanjing University of Technology ini telah dua kali bercerai. Lalu dia tertarik untuk bergabung dengan swinger pada 2003 setelah pernikahannya yang kedua kandas di tengah jalan. Dia pun mulai mengembangkan kelompok onlinenya sendiri pada 2007.

Pada akhirnya, 200 orang bergabung dengan grupnya itu, melakukan aktivitas sebanyak 35 kali dari 2007 dan 2009. Ma sendiri ikut dalam aktivitas itu sebanyak 18 kali. Sebanyak 14 pria dan delapan wanita ditangkap, sebagian berprofesi sebagai supir taksi dan sales.

3 Cewek ABG Menggelar Pesta Seks Cari Bekal Mudik



Sungguh meris mendengarnya, hanya demi uang sangu (bekal) Mudik, para remaja belia ini menodai kesucian bulan Ramadhan. Bukannya banyak beribadah, lima pria dan tiga cewek ABG justru menggelar pesta seks. Ironisnya, alasan mereka justru mencari uang untuk mudik Lebaran. Selain mengamankan para pelaku, polsi juga mengamankan satu botol minuman bersoda yang diduga dioplos dengan minuman beralkohol. Kanit Reskrim Polsek Gedangan, Aiptu Tri Tiko GH mengatakan, penggerebekan dilakukan di sebuah rumah kos di Desa/Kecamatan Gedangan.

Pesta seks ini diikuti YA (18), seorang cewek asal Desa Kedung Baruk Kecamatan Wajak, Malang, yang berpasangan dengan Gl (25), cowok asal Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lainnya adalah AF (16), cewek warga Desa Talang Kecamatan Sendang, Tulungagung.

AF melayani dua pria ABG sekaligus, yakni LSD (23), asal Jogoroto Kecamatan Diwek Jombang, serta DS (21), warga Desa Keboansikep Kecamatan Gedangan. AF dianggap sebagai inisiator pesta seks ini setelah dia terdesak untuk mendapatkan uang sebagai bekal mudik ke desanya. Sementara tiga lainnya adalah SM (18), seorang cewek asal Lemahputro Sidoarjo; YH (25), warga Keboansikep Gedangan dan TF (23), asal Diwek, Jombang.

“Mereka digerebek setelah ada informasi dari warga,” ujar seorang penyidik Polsek Gedangan, Selasa (7/9). Mereka secara bergantian dan berganti pasangan melakukan hubungan layaknya suami istri. Pesta para remaja ini digelar mulai Senin (6/9) malam pukul 20.00 WIB. AF sendiri yang awalnya menawarkan tubuhnya kepada LSD. Syaratnya dengan imbalan uang Rp 300.000. Alasannya uang itu akan dia pergunakan untuk mudik Lebaran.

AF mengenal LSD setelah dikenalkan YA, teman sekerja sebagai pelayan sebuah kafe di kawasan Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Gayung bersambut. AF lalu diminta datang ke sebuah rumah kos yang ditunjuk oleh LSD di Desa Gedangan. Bersama SM dan YA, AF lalu mendatangi rumah kos dimaksud. Saat ketiganya datang, sudah ada lima orang lainnya menenggak miras jenis oplosan. Kedua gadis belia ini, YA dan AF, ikut menenggak miras hingga mabuk.

Pesta miras ini berlanjut ke pesta seks. YA dan GL masuk satu kamar. Sedangkan AF bergantian melayani LSD dan DS. Saat polisi menggerebek rumah kos itu, AF masih dalam kondisi bugil. Dia tak sadar meski tanpa sehelai kain di tubuhnya. “Saya tak ingat apa-apa setelah ikut minum,” kata AF lirih, di Mapolsek Gedangan.

Saat kelima remaja itu main seks, ketiga remaja lainnya, yakni SM, TH, dan TF, hanya merokok di luar kamar kos berukuran 2 X 3 meter tersebut. Iringan musik keras mengiringi pesta seks tersebut. Meski lampu dipadamkan, desahan kelima remaja tersebut terdengar jelas. Delapan remaja ini pun sontak kaget saat sejumlah polisi datang di rumah kos tersebut, pukul 22.00 WIB.

Kondisi Bugil

Di depan penyidik, AF mengaku bersedia diajak tidur dua lelaki tak dikenalnya karena butuh uang untuk mudik ke Tulungagung. Dia mengaku bingung karena menjelang pulang kampung, tak mengantongi uang seperpun. “Sedangkan saya baru dua hari bekerja di kafe,”ujarnya menyesal. Kanitreskrim Polsek Gedangan Aiptu Tritiko, mengatakan penggerebekan tersebut setelah warga sekitar melapor polisi. Warga curiga ada pasangan muda-mudi berkumpul hingga malam hari. “Begitu kami tindaklanjuti, ternyata ada pesta,”katanya, Selasa (7/9).

Dia menyatakan, ke delapan remaja ini terancam menjadi tersangka. Untuk penanganan kasus ini selanjutnya, pihaknya menyerahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sidoarjo. Dia menyatakan polsek tidak punya penyidik yang menangani kasus kategori tersebut. Menurut informasi masyarakat, kos-kosan yang dikenal bebas milik tuan Gurung asal Kupang Segunting Surabaya itu kerap dijadikan tempat pesta kaum muda-mudi.

“Setelah kami lakukan pengintaian dan digrebek, ternyata mereka sedang pesta seks. Sebelum pesta, para pelaku juga pesta minum terlebih dahulu,” ujar Tritiko. Saat digerebek petugas, kondisi anak muda yang masih usia produktif itu dalam kondisi bugil. Tri Tiko juga menyatakan para ABG itu selanjutnya akan diserahkan ke PPA Polres Sidoarjo untuk dilakukan penyidikan. Untuk penjual minuman yang disamarkan dengan minuman soda juga akan dilakukan pemeriksaan karena mengandung alkohol. “Selain itu tidak dibenarkan berjualan minuman di bulan puasa seperti ini,” tegasnya.