Archive for the ‘Anak-anak’ Category

10 Tokoh Kartun Yang Suka Ditiru Anak-Anak

type=’html’>Kartun Karakter # 10: Blue Clues

Dalam acara Petunjuk kartun Blue, orang tua membantu anjing, Blue Clues menemukan jawaban atas pertanyaan dan hal-hal yang tersembunyi. Anak-anak kecil baik itu anak laki-laki atau perempuan menemukan yang mengagumkan dan memuaskan jika mereka sendiri menjawab dan menganalisis petunjuk pertunjukan memberi.Blue Clues mempengaruhi anak-anak kecil berusia 2-4 pada bagaimana mereka menjawab teka-teki dan menghitung angka dan membaca kata-kata.

Kartun Karakter # 9: Spiderman

Spiderman telah menjadi salah satu karakter yang anak kecil sangat melekat. Saat ini ada banyak hal yang memiliki foto Spiderman. Kadang-kadang mereka bahkan mengenakan kostum Spiderman dan pakaian yang memiliki desain Spiderman. Kekuatan dan keberanian Spiderman juga alasan mengapa anak-anak meniru tindakannya.Anda dapat memeriksa pada tindakan anak Anda sehingga mereka tidak akan berubah menjadi kekerasan ketika mencoba untuk menggambarkan tindakan-tindakan kuat dan berani Spiderman.

Kartun Karakter # 8: Tweety

Burung kecil yang lucu ini memiliki pasti memiliki banyak penggemar. Tidak hanya anak-anak kecil cinta remaja Tweety tetapi juga yang memuja terlihat menawan dan ide-ide cerdas. Anak-anak Anda juga melihat bagaimana menakjubkan burung dapat berbicara dan melakukan beberapa kegiatan yang sangat jauh dari kenyataan. Imajinasi anak-anak Anda juga tumbuh ketika mereka menonton kartun.

Kartun Karakter # 7: Powerpuff Girls

Menyimpan hari hanyalah sesuatu anak panutan. Anak-anak meniru Powerpuff Girls karena gaun lucu mereka dan kekuatan dan keberanian untuk melawan monster dan hal-hal buruk lainnya dalam acara kartun. Mereka bahkan sampai memukuli orang-orang jahat.

Kartun Karakter # 6: Winnie the Pooh

Winnie the Pooh juga salah satu kartun klasik tertua karakter hari ini. Penampilan cute dan cara berbicara perlahan juga unik bahwa anak-anak meniru dia. Anak-anak juga menyalin cara berbicara dan tindakan teman-teman Winnie Pooh di kali. Mereka mungkin makan madu dalam botol atau menjadi seperti gelisah seperti Tigger.

Kartun Karakter # 5: Scooby Doo

Program Scooby Doo adalah tentang memecahkan teka-teki dan misteri. Plot ini mempesona anak-anak yang membuat mereka bahkan menonton kartun bahkan lebih. Anak-anak menyukai Scooby Doo karena pada dasarnya, Scooby tahu bagaimana melakukan hal-hal gila anjing normal tidak bisa, dan nomor dua: Dia bisa berbicara beberapa kata saja.

Kartun Karakter # 4: Tom dan Jerry

Tom dan Jerry, seperti yang kita semua dapat mengingat, dimulai pada awal 1940-an. Ya karakter ini bahkan mungkin lebih tua dari Anda, namun keunikan dan hiburan menarik perhatian pemirsa di segala usia. Sama seperti anak-anak, karakter ini suka berlari-lari dan mengejar satu sama lain. Anak-anak di akhir mereka, kadang-kadang meniru bagaimana mereka berbicara dan bagaimana mereka melakukan pranks satu sama lain. Anda harus selalu memeriksa pada perilaku anak-anak Anda ‘jika mereka terus-menerus menonton Tom and Jerry.

Kartun Karakter # 3: Bugs Bunny

Akui atau tidak, Bugs Bunny juga telah di televisi selama beberapa dekade sekarang. Hal ini seperti saluran Kartun tidak lengkap jika mereka tidak memiliki menunjukkan dengan Bugs Bunny. Anak-anak dan bahkan orang dewasa menemukan Bugs Bunny sedikit kurang ajar, menyenangkan, terusik dan cerdas. Jika Anda telah menyadari, anak-anak pada 4 tahun sampai 5 tahun usia meniru bagaimana perundingan Bugs Bunny. Ini anak-anak kecil menemukan cara dia berbicara lucu dan menghibur. Garis terkenal “Wazzup Dok?” Datang dari dia. Ungkapan ini masih digunakan bahkan oleh orang-orang tua yang digunakan untuk menonton program.

Kartun Karakter # 2: SpongeBob Squarepants

Ada sesuatu dengan Sponge bob Squarepants bahwa anak-anak kecil cinta. Karakter ini menarik perhatian dari pemirsa karena keunikan lokasi mereka dan kegiatan yang mereka lakukan di bawah air. Dengan empat tahun sampai lima tahun, anak-anak sangat ingin tahu begitu banyak hal. Dan bawah air hanyalah salah satu dari banyak hal anak-anak cinta untuk mengeksplorasi. SpongeBob memiliki gaya aneh dan unik dari berbicara dan ini hanya menarik anak-anak dan membuat mereka salin tindakan SpongeBob.

Kartun Karakter # 1: Dora the Explorer

Dora telah mempengaruhi gadis kecil sejak awal. Anak-anak menikmati bagaimana Dora pergi ke tempat yang berbeda dan melihat hal yang berbeda. Anak-anak kecil Anda juga menikmati bagaimana Dora berbicara dua bahasa yang berbeda, Inggris dan Spanyol. Tiga sampai empat tahun usia memperoleh dan belajar bahasa lebih cepat dari yang kita bisa, jadi mungkin ingin memeriksa pada gadis kecil Anda jika mereka tahu kata-kata lebih Spanyol daripada yang Anda lakukan. 


sumber

Beginilah Kisah Perjalanan Anak-Anak Khadafi

type=’html’>Tubuh pria tak bernyawa itu dibaringkan di sebuah rumah di kota Misrata, Libya. Beralaskan selimut yang digelar di atas lantai, kaki hingga pinggangnya ditutupi plastik biru. Tubuh bagian atas dibiarkan terbuka, telanjang. Luka tembak menganga, merah, di pangkal tenggorokan dan perut.

                                                         

Wajahnya ditumbuhi jenggot, kontras dengan penampilan masa lalunya yang klimis dan angkuh, saat berdiri di samping Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton pada 2009 lalu.  Juga, jauh dari kesan trendi saat ia berkeliaran di kelab-kelab malam eksklusif di berbagai belahan dunia.

Warga setempat berbondong-bondong datang, berdesak-desakan di sekelilingnya–bukan untuk menyampaikan duka dan mendoakannya, tapi sibuk mengambil gambar si mayit dengan telepon genggam.

Dan teriak “Allahu Akbar” terdengar bersahutan. Salah satu orang yang datang berseru lantang, “Inilah akhir seorang tiran!”

 

Mutassim Billah Khadafi semasa hidupnya


Jasad itu: Mutassim Billah Khadafi, 34 tahun, putra ke-5 mantan pemimpin Libya, Muammar Khadafi. Seperti halnya sang ayah–yang dijuluki Presiden AS Ronald Reagan “Anjing Gila dari Timur Tengah”–ia tewas di tangan tentara Dewan Transisi Nasional Libya (NTC). “Mutassim dibunuh para pejuang setelah mencoba melawan,” kata pejabat NTC, Abdel Majid Mlegta, seperti dimuat Reuters.
Sejumlah orang mengambil gambar jasad Mutassim Billah Khadafi (REUTERS)
 Mutassim meregang nyawa di dekat ayahnya saat tentara NTC menyerbu Sirte. Ia adalah anggota keluarga terakhir dan satu-satunya yang berada di sisi sang diktator hingga akhir hayatnya.

Playboy ini adalah satu dari dua anak Khadafi yang santer disebut-sebut merupakan putra mahkota. Bocoran kabel diplomatik AS yang dirilis WikiLeaks menyebutkan Mutassim aktif memupuk hubungan baik dengan Washington. Namun, berbeda dengan saudaranya, Saif, aktivitas Mutassim terbatas di Libya–sebagai penasihat keamanan dan panglima pasukan elite pengawal ayahnya.

Putra Moammar Khadafi, Saif al-Islam 
Mutassim memang playboy tulen. Dia antara lain pernah memacari mantan model Playboy, Talitha van Zon. Bertemu di sebuah kelab malam Italia pada tahun 2004, hubungan mereka hanya bertahan tiga bulan. Model asal Belanda itu mengaku tak tahan dengan tabiat Mutassim yang berganti pacar bak bertukar baju.

Namun, jelas Talitha tak menyesal. Selama dipacari Mutassim, dia menikmati sejumlah fasilitas mewah–diajak berkeliling dunia menonton Grand Prix, dihujani hadiah mahal seperti tas Louis Vuitton, juga berlibur ke Kepulauan Karibia dengan pesawat pribadi keluarga Khadafi.

Suatu hari, Talitha pernah bertanya kepada Mutassim berapa banyak uang yang dia keluarkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Mutasssim lalu menyebut angka US$2 juta atau sekitar Rp18 miliar. “Saya tanya apakah itu untuk setahun. Dia menjawab enteng ‘itu untuk sebulan’,” katanya kepada Sunday Telegraph.

Maut menjemput Mutassim setelah terlebih dulu menyambar dua saudaranya, Saif al-Arab dan Khamis Khadafi. Mereka dikabarkan tewas, juga dalam sebuah serangan tentara pemberontak.

Khamis si putra bungsu sering dianggap sebagai kuda hitam dalam suksesi tahta Khadafi. Disekolahkan di sebuah akademi militer di Rusia, ia mengomandani satuan elit yang dikenal sebagai “Brigade Khamis”–terdiri dari tentara paling terlatih, dilengkapi persenjataan mutakhir, dan punya kesetiaan tak tergoyahkan pada rezim Khadafi. Khamis diyakini tewas di bunker ayahnya saat dibombardir rudal NATO.

Soal Saif, tak banyak yang diketahui. Putra ke-7 Khadafi ini antara lain pernah belajar di sekolah bisnis di Munich. Di kota ini polisi setempat pernah menyita paksa Ferrari-nya karena diadukan kelewat berisik. Mirip kakaknya, Hannibal, Saif juga sering berkelahi di kelab-kelab malam mewah. Ia diyakini tewas dalam serangan NATO di Tripoli.

Tumbangnya putra mahkota
Selain menewaskan Khadafi, Mutassim, dan para pengawal setianya; dalam seranganke Sirte itu tentara NTC juga berhasil menangkap Saif al-Islam. Dia adalah putra kedua, anak emas, sekaligus anak Khadafi yang paling berpengaruh. Meski terluka, nyawanya masih selamat. Menteri Kehakiman Libya Mohammad al-Alagi mengatakan Saif ditangkap dalam keadaan terluka. Ia tertembak di kaki.

Dalam sebuah konperensi pers, Perdana Menteri Sementara Libya Mahmoud Jibril mengatakan Saif disergap saat berupaya melarikan diri dari Sirte.

Saif dikenal sosok yang memposisikan dirinya sebagai “reformis”. Dia tipikal pria urban, dengan bahasa Inggris sempurna, dan latar belakang pendidikan yang dihormati. Dia menerima gelar doktor dari London School of Economics—yang belakangan menjadi kasus kontroversial. Saif dituduh membayar orang lain untuk menuliskan disertasi doktoralnya, yang kemudian ternyata terbukti ditulis dengan mencontek karya orang lain.

Pada 2006, Saif dipaksa meninggalkan Libya karena mengritik sang ayah secara terbuka. Namun,belakangan bapak-anak ini kembali rukun.

Seperti saudara-saudaranya, reputasi Said sebagai playboy juga kondang di banyak negeri. Dia bersahabat dengan orang-orang kaya dan berpengaruh dunia. Bersama Mutassim, dia hebat dalam urusan berfoya-foya. Mereka pernah mengeluarkan ratusan juta dolar untuk mengundang Mariah Carey, Beyonce, dan Usher, untuk tampil di sebuah pesta ulang tahun mereka.

Diburu di luar negeri
Setelah Khadafi dan sejumlah anaknya mati diterjang peluru, perburuan terhadap anggota keluarga yang lain makin digencarkan. Pemerintahan sementara Libya menuntut sejumlah negara untuk mengekstradisi mereka. Sebagian anggota keluarga Khadafi–termasuk istri, dua putra, dan satu putrinya–lari ke Aljazair, sejak Agustus lalu.

Tak hanya memburu trah “Si Anjing Gila”, pemerintah sementara Libya juga melacak harta keluarga ini. Jumlahnya ditaksir mencapai jutaan poundsterling, yang disembunyikan di berbagai tempat rahasia di banyak negara.

Pemerintah Inggris, misalnya, telah membekukan aset senilai 12 miliar poundsterling. AS membekukan 20 miliar poundsterling dan mengalihkan sebagian aset kepada NTC, bulan lalu. Begitu pula dengan Swiss, Austria, dan Kanada, yang menyita aset bernilai miliaran poundsterling.

Berikut daftar anggota keluarga sang diktator yang sedang diburu di berbagai negara:

Mohammed Khadafi
Ia adalah putra sulung sekaligus anak semata wayang Khadafi dari istri pertamanya. Tak seaktif dan semenonjol adik-adiknya yang berebut tahta, Mohammed adalah seorang ilmuwan komputer, pernah menjabat Ketua Komite Olimpiade, dan pemilik General Post and Telecom Company–operator ponsel dan komunikasi satelit Libya. Ia termasuk dalam rombongan yang lari ke Aljazair.

Al Saadi Khadafi
Di antara anak Khadafi, ia dikenal yang paling tak cerdas. Masuk akademi militer, saat meraih pangkat kolonel, seperti ayahnya dia memilih berhenti dan menuruti hasrat terpendamnya: main sepak bola.

Saadi sempat menjadi kapten Timnas Libya. Dia tercatat pernah menyumbangkan dua gol selama 18 kali bertanding. Memanfaatkan koneksi bisnis keluarganya di Italia, dia bergabung dengan klub Perugia pada tahun 2003.

Namun, selama dua tahun bergabung di Perugia, dia hanya diturunkan sekali saja. Lalu, ia hijrah ke Udinese pada 2005. Lagi-lagi, dia hanya dimainkan satu kali sepanjang musim. Pindah ke Sampdoria pada musim 2006-2007, nasibnya lebih apes—dia sekadar terdaftar dan tak pernah dimainkan barang sekali pun.

Diberitakan BBC, adalah Saadi yang memerintahkan tentara Libya untuk menembaki warga sipil yang menggelar demonstrasidi Benghazi di masa-masa awal pemberontakan. Ia kabur ke Nigeria.

Aisha Khadafi
Ia adalah satu-satunya anak perempuan Khadafi. Berkarir sebagai pengacara, ia pernah tergabung dalam tim pembela mantan Presiden Irak, Saddam Hussein. Selama dua tahun, Aisha tercatat menjadi Duta Besar Libya untuk UNDP PBB dalam program mencegah penyebaran virus HIV/AIDS dan memerangi kekerasan terhadap wanita.

Menurut bocoran kawat diplomatik AS, Aisha adalah anak Khadafi yang paling cerdas–melebihi saudara-saudaranya yang lain. Ia juga buah hati Khadafi, meski tak pernah dipertimbangkan dalam garis suksesi.

Aisha dikabarkan melahirkan bayi perempuan di sebuah klinik di kota perbatasan Libya. Salah satu dari tiga anaknya tewas dalam serangan NATO pada April 2011 lalu.

Hannibal Khadafi
Anak ke-4 Khadafi ini dikenal sebagai pembuat onar. Ia kerap meninggalkan kamar yang porak-poranda dan tagihan yang belum dibayar di sejumlah hotel mewah di kota-kotaEropa. Pada tahun 2005,ia pernah dituduh memukuli pacarnya—yang sekarang menjadi istrinya; seorang model bikini asal  Lebanon, Aline Skaff, di sebuah hotel di Paris.

Beberapa tahun kemudian, pasangan itu ditangkap polisi Swiss setelah memukuli dua pembantu di sebuah suite mewah di Jenewa. Ketika Hannibal masuk bui gara-gara kasus ini, rezim ayahnya membela habis-habisan. Swiss dituntut meminta maaf. Pada September 2008, kasus itu dihentikan. Keduanya dibebaskan dengan uang jaminan 500 ribu euro.

Insiden tersebut memicu krisis diplomatik Swiss-Libya. Libya sampai memotong pasokan minyak ke Swiss. Sebaliknya, Swiss memboikot barang Libya.

Hannibal terkenal kejam. Setelah Tripoli jatuh ke tangan pemberontak, seorang pengasuh anak asal Ethiopia dengan kondisi mengenaskan tampil di depan kamera televisi. Shweyga Mullah—nama pengasuh itu–mengaku dipukuli, disiram air panas, dan dianiaya berat saat bekerja untuk pasangan tersebut.

Milad Khadafi
Ia memang bukan anak biologis Khadafi. Namun, sang pemimpin Libya diduga mengadopsi keponakannya itu sebagai anak. Sebuah insiden yang terjadi pada 1986 menjadi latar belakang. Kala itu, Milad yang masih muda dilaporkan menyelamatkan nyawa Khadafi saat Tripoli dibom AS.

Kini, setelah nyawa Khadafi betul-betul lepas dari raganya, giliran Milad harus berkelit menepis ancaman yang sedang membayanginya.




sumber

Anak-anak Disuntik Botoks Demi Kontes Kecantikan !

type=’html’>

INGIN terbebas dari keriput? Banyak orang memanfaatkan botoks yang bisa “mengisi” garis-garis halus — bahkan dalam — yang biasanya muncul di wajah.

Sela Ward yang kini mengisi peran Jo Danville di CSI: New York menggunakan botoks. Tak heran wajahnya masih tampak cantik meski usianya menjelang 55 tahun. Ketika usia sudah tak lagi muda, menggunakan botoks mungkin sesuatu yang lumrah. Tapi bayangkan jika botoks disuntikkan pada bocah perempuan usia 7-8 tahun!

Itulah yang dialami Bree. Putri semata wayang Sharon Evans ini bukan hanya mendapatkan suntikan botoks secara rutin di dahi namun juga fillers (prosedur kosmetik yang digunakan untuk memperbaiki bibir sehingga terlihat lebih berisi dan terkesan seksi). Sharon bahkan menambah perawatan baru bagi Bree, menato alis! Waduh tak terbayangkan seperti apa rasanya Bree saat diinjeksi.

Sharon yang orangtua tunggal ini mengaku melakukannya demi masa depan si anak. Masih berumur 33 tahun, Sharon ingin Bree terkenal, seperti Willow (10), putri pasangan Will dan Jada Pinkett Smith. Sharon ingin membentuk Bree menjadi sosok cantik dan menarik. Meski harus melalui serangkaian perawatan kecantikan ekstrem, yang penting Bree bisa terkenal melalui kontes-kontes kecantikan yang rajin diikuti. “Apa yang saya lakukan untuk Bree akan membuatnya jadi bintang,” tegas Sharon, yang aslinya berasal dari Bush, Shepherd, kawasan barat London. “Semua aktris dan selebriti kelas A mengawalinya sejak dini dan Bree akan menonjol karena bibirnya yang berisi dan kulit yang superhalus serta bebas keriput.”

Alasan yang sama dipakai Kerry Campbell dalam menginjeksi Britney (8). “Kami mengikuti kontes kecantikan. Saya tahu dia komplain mengenai wajahnya, ada keriput dan sebagainya. Saat saya bilang tentang botoks, Britney setuju. Dia pernah melihat saya memakainya,” beber Kerry yang juga berprofesi sebagai beautician paruh waktu. Kerry memberi Britney 5 suntikan di 3 area wajahnya. Kerry enggan mengatakan dari mana ia mendapat botoks; ia hanya bilang mendapatkannya dari sumber tepercaya.

Sharon pernah ikut kursus kecantikan sehingga bisa menyuntikkan botoks yang dibelinya secara daring. Untuk alis, Sharon mempelajarinya dari mantan kekasih yang bekerja sebagai seniman tato profesional. “Tato alis Bree tipis, sebagai panduan bagaimana merapikan alisnya,” kilah Sharon. Sementara bagian atas paha Britney di-wax sang mama. Ia tak ingin saat menginjak pubertas nanti kaki Britney ditumbuhi bulu-bulu tak beraturan. Kerry bilang hal itu dilakukan demi keberhasilan dalam kontes kecantikan. “Bulu halus itu terkadang dijadikan bahan olok-olok. Dunia kecantikan adalah dunia yang keras. Anak-anak itu kasar (omongannya),” lanjut Kerry. “Bukan lady namanya kalau punya bulu di kaki. Saya melakukannya (wax). Itu sangat sakit,” aku Britney (8). Saat ditanya apakah ia mau di-wax lagi, Britney langsung menjawab, “Tidak.” Para pakar meyakini si anak berisiko mengalami masalah psikologis gara-gara perawatan kecantikan ekstrem seperti itu.

Psikiater Dr Charles Sophy mengatakan, “Kali pertama mendengar cerita ini, reaksi pertama saya tak percaya, juga terkejut. Akan ada kerusakan psikologis yang akan berdampak pada masa depan si anak.” Ibu Britney meyakini, ia ibu yang baik dan tidak melakukan apa pun yang tidak dilakukan ibu-ibu yang mengikutsertakan anaknya di kontes kecantikan. “Saya terpengaruh beberapa ibu saat ikut kontes. Banyak ibu yang memberi anaknya botoks. Saya tidak akan mematahkan semangat anak saya. Dia anak yang bahagia, dia cerdas,” tegas Kerry. “Selalu ada ratusan anak saat kasting terbuka dan kontes kecantikan. Saya mendengar beberapa orangtua bergosip tentang bagaimana mereka lebih memilih menyuntik anak mereka dengan botoks ketimbang memakaikan makeup. Dengan begitu kulit anak mereka lebih tampak bercahaya sekaligus menghemat produk makeup. Dan lagi anak-anak mereka tak akan bermasalah dengan keriput di masa depan,” papar Sharon menyepakati. Britney mengaku sakit saat dibotoks, tapi lama-lama terbiasa. “Teman-teman pikir, apa yang saya lakukan keren dan mereka ingin seperti saya. Saya memeriksa keriputnya setiap malam, untuk melihat kapan lagi saya perlu botoks. Biasanya sakit, tapi sekarang saya tidak banyak menangis.”

Sharon yang kini tinggal di San Diego, California, menyatakan perlakuannya sesuatu yang lazim bahkan dianggap fashionable di Amerika. “Jika ingin anak Anda sukses, mulailah mengurusi penampilannya sejak dini. Lihat Willow, wajahnya selalu siap kamera, mengenakan busana perancang, punya penata gaya, memakai makeup, dan pakai hair-extension. Dengan begitu ia terkenal secara global. Bree akan lebih sukses daripada Willow,” papar Sharon yakin.

Sharon menghadapi penolakan 15 dokter yang ia hubungi. Meski begitu, para dokter memberi tahu, tidak ada hukum yang bisa menghentikannya dari memberikan botoks kepada anaknya sendiri. Di Amerika dan Inggris, botoks dan fillers tidak dianggap ilegal untuk disuntikkan kepada anak-anak. Meski diberi saran untuk tidak melakukannya, Sharon bersikukuh. Belakangan ia tahu bisa dengan mudahnya membeli botoks dan fillers via internet. “Saya membeli 3 botol kecil berisi 2 ml botoks, jarum steril, dan 3 fillers seharga 250 pound (3,5 juta rupiah). Dari daring pula saya membeli starter kit botoks seharga 150 pound (2,1 juta rupiah),” lanjut Sharon.

Usai menyiapkan peralatan, bukan perkara gampang menyuntikkan botoks ke tubuh anak sendiri. “Saya pernah kursus 3 bulan sekitar 4 tahun lalu sehingga memudahkan. Tapi saya juga butuh tambahan pengetahuan tentang bagaimana menginjeksi fillers dan botoks lewat forum dan laman,” beber Sharon. Ia lalu membeli krim pereda nyeri yang biasa digunakan seniman saat menato tubuh kliennya. Krim ini digunakan untuk membuat bibir dan dahi Bree baal sebelum memulai proses suntik botoks. “Saya mencoba botoks dan fillers-nya kepada diri saya sendiri sebelum kemudian menyuntikkannya kepada Bree sehingga saya tahu itu aman.” Sharon tahu Bree agak takut, tapi juga ingin sekali menjelma seperti aktris. “Kami memulai penyuntikan botoks September silam. Dia sempat menangis tapi senang dengan hasilnya. Sekarang saya beri dia botoks dalam jumlah kecil di dahinya setiap 2 bulan dan fillers untuk bibir setiap tiga bulan. Kami berdua gembira melihat hasilnya.”

Mulai Maret, Sharon menambah satu lagi perlakuan pada Bree, dengan menato garis permanen di lengkung alis anak perempuannya itu. “Itu ide Bree. Dia menunjukkan foto seorang model dengan alis indah dan bilang bahwa itulah yang ia inginkan. Saya meminjam peralatan dari seorang teman dan menato Bree dengan garis tipis di alis, bentuk yang alami tapi tegas. Bree berani dan tidak menangis. Ia senang dengan alis barunya. Artinya ia tahu bentuk alis seperti apa yang harus ia bentuk sepanjang hidupnya.”

“Saya suka garis alis saya dan mendapatkan (suntikan) botoks. Sebagian teman di sekolah bilang itu salah tapi mereka, kan bodoh dan iri. Sebagian lainnya menganggap itu keren dan ingin melakukannya juga. Mereka tahu suatu hari nanti saya akan jadi superstar, seperti Willow Smith,” tukas Bree tanpa ragu. Sharon berencana menambah lagi satu prosedur. Manajer di sebuah kantor ini ingin menato garis pink di sekeliling bibir Bree –tahun depan. “Saya tahu banyak orang akan marah tapi saya tak peduli. Ini anak saya dan saya harus memastikan ia akan jadi bintang. Saya memuja seleb seperti Willow dan Britney Spears yang berkarier sejak muda. Dan saya ingin Bree seperti mereka. Semua yang saya lakukan, semuanya untuk anak saya. Saya ibunya, agennya, motivatornya, juga temannya. Saya berharap ibu saya melakukan hal yang sama untuk saya.”

Pimpinan editor bagian medis dan kesehatan ABC News, Dr Richard Besser, menyatakan, “Sebagai dokter, jika saya melihat ibu-ibu seperti ini, saya akan melaporkannya kepada pihak berwenang karena termasuk maltreatment (penganiayaan). Setiap dokter yeng memberi botoks kepada orangtua yang menyuntik anaknya harus dicabut izinnya. Tidak ada negara bagian yang membolehkan Anda –baik itu dokter berizin atau di bawah pengawasan dokter– menyuntik anak-anak dengan botoks.”

Dr Richard menambahkan, botoks bisa digunakan untuk memperbaiki anak yang matanya juling atau yang menderita gangguan saraf, tapi bukan untuk alasan kosmetik mengingat masalah keamanannya. “Jika Anda menyuntikkannya di wajah lalu menyimpang ke arah tenggorokan, dampaknya Anda tak akan bisa menelan. Kalau kena otot untuk bernapas, Anda bisa berhenti bernapas! Pada anak-anak, jika Anda sering menggunakan pada wajah, mungkin saja akan mengubah bentuk wajah karena otot berinteraksi dengan tulang untuk membentuk wajah Anda yang seharusnya,” pungkas Dr Richard.

Pihak berwenang San Fransisco kini menyelidiki Kerry Campbell. “Sangat tidak lazim seorang ibu menyuntik anaknya dengan botoks, itu alasan penyelidikan ini,” ungkap juru bicara Human Services Agency San Fransisco, Trent Rohrer. Kantornya menerima sejumlah telepon yang menyatakan kekhawatiran terhadap Britney. Injeksi botoks sebenarnya cukup menyakitkan dan tidak direkomendasikan untuk usia di bawah 18 tahun.

Potret Kehidupan Anak-anak Kos di Negeri Tirai Bambu !

type=’html’>