Archive for the ‘Indonesia’ Category

Ini Dia 40 Orang Terkaya Indonesia, Forbes 2011

type=”html”>


Budi Hartono (Foto: Forbes)

@Surgaberita  – Majalah Forbes kembali merilis daftar orang terkaya Indonesia di tahun 2011. Dalam daftar tersebut, terdapat nama-nama baru yang muncul dalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia. 

Dalam daftar yang dirilis Forbes, Kamis (24/11/2011) itu, posisi 3 besar orang terkaya tahun 2011 masih dipegang oleh Hartono bersaudara (pemilik Djarum), Susilo Wonowidjojo (Gudang Garam), dan Eka Tjipta Widjaja (Sinarmas Grup) seperti yang dikutip Surgaberita dari Detik.com. 

Kekayaan ketiga orang itu naik US$ 7,5 miliar menjadi US$ 32,5 miliar atau 38% dari total kekayaan 40 orang terkaya di Indonesia yang masuk dalam daftar Forbes tersebut.

Sebanyak 40 orang terkaya Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut, kekayaannya mencapai US$ 85,1 miliar atau naik 19% dibandingkan tahun sebelumnya.

Berikut daftar 40 orang terkaya Indonesia:
1. R. Budi & Michael Hartono (US$ 14 miliar).
2. Susilo Wonowidjojo (US$ 10 miliar).
3. Eka Tjipta Widjaja (US$ 8 miliar)
4. Low Tung Kwok (US$ 3,7 miliar)
5. Anthoni Salim (US$ 3,6 miliar)
6. Sukanto Tanoto (US$ 2,8 miliar)
7. Martua Sitorus (US$ 2,7 miliar)
8. Peter Sondakh (US$ 2,6 miliar)
9. Putera Sampoerna (US$ 2,4 miliar)
10. Achmad Hamami (US$ 2,2 miliar)
11. Chairul Tanjung (US$ 2,1 miliar)
12. Boenjamin Setiawan (US$ 2 miliar)
13. Sri Prakash Lohia (US$ 1,7 miliar)
14. Murdaya Poo (US$ 1,5 miliar)
15. Tahir (US$ 1,4 miliar)
16. Edwin Soeryadjaya (US$ 1,35 miliar)
17. Kiki Barki (US$ 1,3 miliar)
18. Garibaldi Thohir (US$ 1,3 miliar)
19. Sjamsul Nursalim (US$ 1,22 miliar)
20. Ciliandra Fangiono (US$ 1,210 miliar)
21. Eddy Wiliam Katuari (US$ 1,2 miliar)
22. Hary Tanpesoedibjo (US$ 1,19 miliar)
23. Kartini Muljadi (US$ 1,15 miliar)
24. TP Rachmat (US$ 1,140 miliar)
25. Djoko Susanto (US$ 1,040 miliar)
26. Harjo SUtanto (US$ 1 miliar)
27. Ciputra (US$ 950 juta)
28. Samin Tan (US$ 940 juta)
29. Benny Subianto (US$ 900 juta)
30. Aburizal Bakrie (US$ 890 juta)
31. Engki Wibowo & Jenny Quantero (US$ 810 juta)
32. Hashim Djojohadikusumo (US$ 790 juta)
33. Soegiarto Adikoesoemo (US$ 770 juta)
34. Kuncoro Wibowo (US$ 730 juta)
35. Muhammad Aksa Mahmud (US$ 710 juta)
36. Husain Sjojonegoro (US$ 700 juta)
37. Sandiaga Uno (US$ 660 juta)
38. Mochtar Riady (US$ 650 juta)
39. Triatma Haliman (US$ 640 juta)
40. Handojo Santosa (US$ 630 juta). 


sumber

8 Sinetron Terunik di Indonesia

type=’html’>

1. Sinetron yang memiliki episode terbanyak

9a637 tersanjung 8 Sinetron Indonesia Terunik Sepanjang Sejarah Indonesia Sepanjang Masa
Sinetron Tersanjung, yang dinobatkan sebagai sinetron terpanjang di Indonesia, dengan jumlah total sebanyak 360 episode, yang ditayangkan sejak tahun 1998 hingga 2005. Dalam penyerahan penghargaan yang digelar di F-Bar, Plaza Ex, Jakarta, Senin (27/2), seluruh bintang pendukung Tersanjung tampak hadir menyaksikan penyerahan penghargaan yang diserahkan secara langsung oleh Jaya Suprana kepada Raam Punjabi, pemilik Multivision Plus (MVP).
2. Sinetron yang pemain sinetron dalam satu keluarga
9a637 3817496525 cdc57e1e4e 8 Sinetron Indonesia Terunik Sepanjang Sejarah Indonesia Sepanjang Masa
Kenalkah mereka? ini dia keluarga Mirdad dalam sinetron Isabella, mereka ialah, Naysila Mirdad, Nana Mirdad, Jamal Mirdad, dan Lidya Kandau. Keluarga Mirdad beradu akting dalam sinetron Isabella. Di sinetron ini, Naysila Mirdad untuk pertama kalinya dapat beradu akting dengan kakak dan orang tuanya.
3. Sinetron yang pemainnya beda agama tetapi wajib memerankannya
9a637 poster inayah 8 Sinetron Indonesia Terunik Sepanjang Sejarah Indonesia Sepanjang Masa
Inayah, merupakan sinetron religi Islam di Indosiar. Shandy Aulia satu-satunya artis yang non Muslim, karena ini hanya sinetron Shandy berperan sebagai sebagai seorang Muslim. Menurut dia, kita juga harus menghormati beda agama karena mereka dianggap sebagai saudara-saudara kita, Amin. Dan sinetron Bidadari di RCTI yang pemain sinetron Angel Karamoy sebagai Lala adalah seorang Kristen yang berperan sebagai pemeran islam pada saat adegan sholat, yang dikarenakan adegan ini pengaruh dari mantan pemain sinetron Marshanda adalah seorang muslim.
4. Sinetron legendaris yang masih dilestarikan sampai sekarang
9a637 sinetron rano1sidul 8 Sinetron Indonesia Terunik Sepanjang Sejarah Indonesia Sepanjang Masa
Si Doel Anak Sekolahan merupakan sinetron legendaris yang masih ditayangkan di RCTI sampai sekarang ini. Hal ini disengajakan sebagai mengenang artis-artis legendaris pada tempo dulu.
5. Sinetron dengan pemain Warkop yang masih bertahan
9a637 indro warkop 4 8 Sinetron Indonesia Terunik Sepanjang Sejarah Indonesia Sepanjang Masa
Indro Warkop, merupakan pesinetron dari warkop yang berjuang sampai saat ini, konon Indro sering terkena serangan jantung, isu ini sebagai pertemuan terakhirnya, tetapi Tuhan mengabulkan doanya sehingga ia tidak merasakan penyakit jantung. Sekarang Indro sebagai pemain sinetron dalam Raja Sulap di Indosiar.
6. Sinetron pertama dalam religi non Muslim
 8 Sinetron Indonesia Terunik Sepanjang Sejarah Indonesia Sepanjang Masa
Tidak asing lagi jika kita sering menonton sinetron religi Islami. Buku Harian Nayla, sinetron pertama dalam religi Kristiani yang diperankan oleh Chelsea Olivia Wijaya sebagai Nayla menceritakan seorang gadis untuk menjalani akhir hidup dengan Moses (Glenn Alinskie) yang dikarenakan penderita penyakit Ataksia penyakit yang menyerang orak belakang dan sum-sum tulang belakang. Sinetron ini sebenarnya bukan plagiat tetapi diadaptasi dari serial One Litre Of The Tears drama jepang karena produksi mengalami kesalahan tulisan yang bertuliskan”Cerita ini adalah fiktif belaka dan bla..bla..bla..” sebenarya yang benar adalah “Cerita ini adalah kisah nyata”. Jarang-jarang sinetron seperti ini sebab sinema dalam religi Kristen kebanyakan berupa FTV (Film Televisi).
7. Sinetron terlama dan pemain sinetron yang diperankannya masih tetap
7c326 cinta fitri 8 Sinetron Indonesia Terunik Sepanjang Sejarah Indonesia Sepanjang Masa
Seperti sinetron tersanjung, tetapi pemain sinetronnya banyak yang diganti oleh pemain yang baru. Tapi yang ini masih tetap, Cinta Fitri namanya. Sinetron yang diperankan oleh Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu masih tetap sampai season 5, dan memiliki lebih kurang 633 episode jika ditotalkan dari season 1 sampai 4 luar biasa bukan? tanpa mengenal lelah, ini bisa memecahkan rekor muri, bahkan mengalahkan sinetron Tersanjung.
8. Sinetron yang memiliki episode paling sedikit
 8 Sinetron Indonesia Terunik Sepanjang Sejarah Indonesia Sepanjang Masa
J&J merupakan sinetron di Indonesia merupakan sinetron yang memiliki 15 episode saja yang ditayangkan di SCTV pada tahun 2005 lalu. Sinetron ini merupakan dimana seseorang ingin mencari cinta dengan hawa nafsu.

5 Chef Cantik dan Seksi di indonesia

type=’html’>1. Chef Farah Quinn
Farah Fauzan Quinn adalah model, koki dan selebritis Indonesia. Masa kecilnya di Sumatera kerap ia habiskan untuk membantu sang ibu di dapur. Ia mulai dikenal luas setelah memandu acara kuliner Ala Chef di TransTV. Sebelum masuk ke dunia kuliner, Farah melanjutkan kuliah di jurusan Finance di Indiana University Of Pennsylvania, Amerika Serikat. Farah mengakui bahwa dirinya bukanlah tipikal pekerja kantoran. Karena itulah Farah memulai karirnya di “Lydia’s Pittsburgh”, sebuah restoran Italia terkenal di Pittsburgh, Pennsylvania. Ia juga melanjutkan pendidikannya di Pittsburgh Culinary Institute dan mengambil keahlian khusus dalam bidang pastry atau kue-kue.

Setelah lulus, Farah pindah ke Phoenix, Arizona. Ia kemudian bekerja di Arizona Biltmore Resort. Farah juga sempat mengikuti World Pastry Championship dan mendapatkan kesempatan belajar memasak pada Chef Ewald Notter and Colette Peters. Tahun 2005, keberuntungan membawa Farah dalam acara pertemuan G8 di Sea Island Georgia. Di bawah bimbingan Chef James Mullaney, ia menciptakan menu dessert yang spesial. Hidangan penutup itu disajikan untuk beberapa orang seperti Ibu Negara Laura Bush dan delegasi dunia lain. Pada tahun 2005, ia menikah dengan Carson Quinn. Ia dan suaminya kemudian membuka restoran sendiri “Camus” di Phoenix, Arizona. Restoran itu dianugerahi 4 bintang untuk masakan dan juga banyak penghargaan lainnya. Farah memperoleh banyak ketenaran. Gara-gara restorannya, nama Farah mulai tenar. Ia kerap tampil di beberapa koran dan majalah. “Camus” kemudian telah dijualnya.

2. Chef Marinka
Maria Irene Susanto, kini lebih dikenal dengan nama Ririn Marinka. Wajah cantiknya yang muncul seminggu sekali di acara Cooking Paradise di Trans 7 dan Master Chef Indonesia di RCTI, membuatnya menjadi celebrity chef, istilah yang belakangan ini naik daun. Ketertarikan Marinka di dunia memasak sedah dimulai sejak Ia masih kecil. Untuk mewujudkan cita-cita sebagai koki profesional, ia masuk sekolah kuliner Le Cordon Blue, di Sydney, Australia, dengan speciality French Cuisine & Patisserie. Selama 8 tahun tinggal dan kuliah di jurusan lain di Sydney, Marinka beberapa kali magang di restoran. Sekembalinya ke Indonesia, pada tahun 2005 ia membuka café Warung Telur Ceplok di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Sayang, warungnya hanya bertahan 1,5 tahun saja. Namun selepas itu, keberuntungannya terus menghampirinya hingga seperti sekarang ini.


3. Chef Karen Carlotta
Menjadi seorang ahli masak adalah sebuah cita-cita Chef Karen Carlotta atau biasa dipanggil Chef KC. Sejak kecil, dirinya memang sudah gemar memperhatikan sang mama memasak dan akhirnya belajar memasak. Meski mengaku sudah banyak pengalaman di dunia masak memasak, Chef KC mengaku enggan untuk disandingkan dengan beberapa ahli masak lainnya.
Chef Karen atau KC menceritakan jika dirinya sempat belajar memasak di negeri Singapura. Sejak saat itulah, dirinya memutuskan untuk menseriusi profesi yang kini banyak digandrungi itu.
Chef KC pertama kali naik daun dalam acara Venue di Metro TV, kini dia menggantikan Chef Rinrin Marinka di acara Cooking Paradise di Trans7


4. Chef Vindy Lee
Penulis buku berjudul Sexy food ini tadinya bermukim di Los Angels sebagai personel chef. Dua tahun belakangan, Vindy Lee yang kelahiran Jakarta ini kembali ke tanah air untuk berbagai pengalaman memasak. Padahal, Vindy sama sekali tak pernah duduk di sekolah kuliner, bahkan jurusan yang diambilnya di University of Soutern California adalah bidang politik.


5. Chef Rima
Nama Rima Melati Adams baru dikenal oleh publik Indonesia setelah wanita cantik ini menikah dengan Marcell Siahaan, 28 Januari 2009 lalu. Dari sekian banyak bakat yang dimiliki Rima, memasak adalah salah satunya. Tak heran, Global TV lantas melirik mantan finalis Miss Singapore Universe 2001 ini untuk memandu acara Kichen Bieb.



sumber

7 Taman Wisata Dunia yang Ada Di Indonesia

type=’html’>Di Indonesia kamu bisa menikmati banyak pemandangan mulai dari gurun pasir sahara, bunga Sakura, padang Afrika sampai pemandangan alam khas Eropa. Kamu tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk menikmati semua itu karena semuanya ada di Indonesia. Kali ini indonesiatop.blogspot.com akan menulis beberapa tempat wisata di Indonesia yang tidak kalah indah dengan wisata terkenal di dunia. Berikut 7 Taman Wisata Dunia Yang Ada Di Indonesia, yaitu :

1. Raja Ampat Papua Dan Phi Phi Island, Thailand

Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di barat pulau Papua di provinsi Papua Barat. Pemandangan Raja Ampat Papua mirip dengan Phi Phi Island yang ada di Thailand bahkan lebih indah dari Phi Phi Island yang menjadi lokasi film The Beach yang dibintangi Leonardo Di Caprio tersebut. Di Raja Ampat Papua kita bisa melihat Pulau-pulau yang berbukit-bukit hijau dengan air laut yang jernih.

2. Air Terjun Moramo Dengan Air Terjun Niagara

Moramo adalah air terjun indah bertingkat tujuh yang terletak di kabupaten Konawe Timur, Sulawesi Tenggara. Air terjun ini meskipun tidak sebesar Niagara, tapi keindahannya tidak kalah dengan air terjun Niagara yang terletak di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada itu. Dengan air terjun Moramo yang lebih kecil dari Niagara, kita bisa menikmati air terjun Moramo lebih dekat dan bisa mandi di air terjun tersebut sedangkan hal ini tidak bisa dilakukan di Niagara yang airnya sangat deras.

3. Green Canyon Ciamis Dengan Grand Canyon Amerika Serikat’


Green Canyon atau Cukang Taneuh terletak di desa Cijulang Ciamis Jawa Barat dekat dengan Pangandaran. Di Green Canyon kita bisa melihat sungai dengan air berwarna hijau tosca yang diapit dengan bebatuan dan rerimbunan pepohonan. Di tempat itu kamu juga akan melihat sungai yang menembus gua dengan keindahan batu-batu stalaktit dan stalakmitnya. Alam sungai Cijulang yang dianggap mirip dengan ngarai-ngarai eksotik di Grand Canyon Colorado, Amerika Serikat itu membuat daerah tersebut dikenal dengan nama ”Green Canyon”. Walaupun Green Canyon tidak sebesar Grand Canyon Amerika Serikat, Green Canyon Cijulang ini lebih hijau dibandingkan Grand Canyon di Amerika Serikat yang gersang.

4. Carstensz Pyramid Dengan Mount Everest

Carstensz Pyramid dan Mount Everest merupakan bagian dari Seven Summit di tujuh benua dunia. Carstensz Pyramid terletak di propinsi Papua. Kalau Mount Everest merupakan puncak tertinggi di dunia, Carstensz Pyramid merupakan puncak tertinggi di Indonesia. Kedua puncak gunung tersebut sama-sama diselubungi oleh salju abadi. Puncak Mount Everest terletak di negara Nepal dengan tinggi 8,850 meter sedangkan Cartenz Pyramyd, Puncak Salju di daerah Tropis Indonesia memiliki tinggi 4.884 meter.

5. Taman Nasional Baluran Dengan Padang Savannah Afrika


Taman Nasional Baluran terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Taman Nasional Baluran sering dijuluki sebagai Afrika-nya Jawa. Disini kamu bisa melihat miniatur Savanna Afrika dengan savana yang terbentang luas dan banyak satwa liar yang berkeliaran mirip di Afrika. Kamu bisa melihat sekelompok rusa dan banteng diantara rerumputan. Disini juga terdapat monyet dan berbagai jenis burung. Pemandangan Gunung Baluran yang mirip Kilimanjaro beserta hamparan savana dan rumput yang mengering berwarna keemasan menambah kesan bahwa daerah ini memang benar mirip Afrika.

6. Taman Nasional Wasur Dengan Alam Australia


Taman nasional Wasur terletak di Merauke, Papua. Taman nasional Wasur, memiliki habitat dan satwa mirip Australia, yaitu hutan savanah dengan berbagai jenis kanguru. Di dalam kawasan TN ini terdapat berbagai jenis fauna dan flora diantaranya adalah Burung Kasuari, Cenderawasih, dan Kanguru yang berukuran lebih kecil dibanding kangguru Australia. Di TN ini juga memiliki jenis rawa yang mirip dengan bagian utara Australia.

7. Gunung Pasir Parangkusumo Dengan Gurun Sahara


Gunung Pasir Parangkusumo terletak di Yogyakarta. Gunung pasir merupakan gundukan-gundukan yang berisi material pasir di sepanjang Pantai Parangtritis-Parangkusumo sampai muara Sungai Opak. Hal ini merupakan fenomenal unik karena hanya satu-satunya di Asia Tenggara kita bisa melihat padang pasir seperti padang pasir sahara. Walaupun gundukan pasir ini tidak seluas Sahara tapi membuat seolah-olah kita berada di Gurun Sahara. Kadang-kadang Gunung Pasir Parangkusumo ini disebut juga sebagai Sahara in Java.




sumber

Chris Lesmana, Orang Indonesia Perancang VW Beetle

type=’html’>

Volkswagen beberapa waktu lalu baru saja memperkenalkan wajah terbaru dari mobil legendaris Beetle. Tapi siapa sangka kalau desainer mobil ini sesungguhnya adalah orang Indonesia. Dia adalah Chris Lesmana asal Bandung.

WNI Perancang VW Beetle

Chris Lesmana berpose dengan VW Beetle wajah baru dan lama. (Dok VW).


WNI Perancang VW Beetle

Chris Lesmana tersenyum di depan VW Beetle lama. (Dok VW).


WNI Perancang VW Beetle

Di tangan Chris Lesmana mobil yang memiliki panggilan VW Kodok ini dipercantik dan digeser dari sebelumnya mobil keluarga kecil menjadi agak feminin dengan tubuh yang lebih rendah dan roda yang lebih besar. (Dok VW).

WNI Perancang VW Beetle

Chris Lesmana merancang Beetle ini bersama desainer eksterior Frank Bruse. (Dok VW).



WNI Perancang VW Beetle

VW Beetle wajah terbaru (kiri) dengan wajah lama (kanan). (Dok VW).

WNI Perancang VW Beetle

Tubuh VW Beetle terbaru (kiri) yang didesain ulang oleh Chris Lesmana terlihat lebih rendah dari VW Beetle lama. (Dok VW).


Sejarah Pahit Indonesia yang Disembunyikan Buku Sejarah

type=’html’>


AGRESI MILITER BELANDA S/D G30S (1945-1967)

Tidak banyak literatur yang mengulas tentang partisipasi Amerika Serikat pada salah satu masa paling kelam dalam sejarah Indonesia, yakni pada medio 1945-1949 saat Agresi Belanda. Pentingnya peran Paman Sam dalam terselenggaranya invasi militer yang dilakukan kerajaan Belanda kepada Republik Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, telah banyak disertakan dalam jurnal dan tesis sejarawan, salah satunya H.W. van den Doel, sejarawan Belanda mumpuni yang menyertakan kebijakan luar negeri AS sebagai salah satu variabel signifikan dalam dinamika invasi militer Belanda di tanah air.

Dukungan Whasington Untuk Kolonialisme Belanda

Dalam studinya, H.W. van den Doel juga menyebutkan bahwa dukungan Washington terhadap praktek kolonialisme Belanda di kepulauan Indonesia telah jauh dicanangkan dari awal tahun 1920, dan masih belum berubah pada pasca PDII, tak tergoyahkan oleh sentimen anti-kolonialisme yang mulai menjadi wacana mengemuka di peradaban barat. Prinsip paling fundamental dari kebijakan luar negeri Amerika yang lebih tinggi dari ‘Sepuluh Perintah Tuhan’, adalah perjuangan suci untuk melindungi kepentingan AS dan kroni-kroninya di muka bumi. Adalah absurd untuk mengasumsikan proses kolonialisasi Belanda di Indonesia dapat berlangsung dengan lancar apabila bertolak-belakang dengan visi geopolitik Washington. Dengan kata lain, kolonialisme Belanda pra dan pasca kemerdekaan di tanah air sudah sejalan dan harmoni dengan kebijakan luar negeri Paman Sam.

Situasi pasca PDII, memasuki era Perang Dingin antara Amerika dan Uni Soviet adalah faktor utama yang melebarkan jurang perbedaan visi kebijakan luar negeri Amerika dengan gerakan anti-kolonial di Asia Tenggara. Setelah Presiden Sukarno memohonkan dukungan ke Washington pada Oktober 1945, Sutan Sjahrir sebagai Perdana Menteri Republik Indonesia bertemu dengan Harry Truman pada bulan Desember tahun yang sama untuk kembali memohon bantuan.

Keadaan yang belum disadari para pemimpin muda Republik Indonesia pada saat itu adalah situasi politik di arena Eropa pasca PDII yang mulai direpotkan oleh kehadiran musuh baru, yakni partai-partai komunis yang mulai merebak di Prancis, Itali, Inggris dan Belanda, yang mengancam kepentingan para pemodal dan pertumbuhan kapitalisme di Eropa. Karena ini, kebijakan luar negeri administrasi Truman tidak mungkin mendukung gerakan nasionalis anti-kolonialisme di wilayah koloni Eropa, yang beresiko untuk memiliki dampak langsung terhadap dinamika politik dan ekonomi di Eropa. Analisa geopolitik dari Departemen Perencanaan Kebijakan AS saat itu menilai, bahwa lebih ‘aman’ untuk mendukung kolonialis Belanda daripada mendukung revolusi politik dan gerakan nasionalis anti-kolonialisme yang sulit ditebak arahnya (1). Paman Sam memutuskan untuk mendukung penuh agresi militer sekutunya Belanda meskipun telah mengumumkan posisi netral dalam konflik tersebut.

Usaha Pemulihan Ekonomi Eropa Setelah PD II

Belanda sendiri, sebagai sekutu yang telah membuktikan kesetiannya kepada Amerika selama PDII, diberikan dukungan penuh atas legitimasi kolonialisasi di Hindia Belanda(2), melalui bantuan finansial Marshall Plan (semacam IMF untuk negara-negara Eropa yang terkena imbas PDII), salah-satu butirnya menyebutkan agar Belanda menggunakan pinjaman Marshall Plan untuk membangun kembali perdagangan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Hindia Belanda (Indonesia). Indonesia menjadi satu-satunya negara koloni Eropa yang tercantum sebagai butir dalam perjanjian bantuan Marshall Plan, dan dengan ini Belanda menjadi satu-satunya negara yang mendapat dukungan tertulis dari Amerika sehubungan dengan klaim atas koloninya di wilayah Asia Afrika. Adalah penyertaan Indonesia dalam Marshall Plan ini yang melegitimasi Den Haag untuk melakukan embargo ekonomi terhadap negara kedaulatan Republik Indonesia.

Amerika Mempersenjatai Belanda Untuk Agresi militer

Washington juga memberikan restu kepada militer Belanda untuk menggunakan peralatan tempur AS dalam status pinjaman, yang menambah secara signifikan ranpur Belanda pada agresi militer pasca kemerdekaan. Pada musim gugur 1945, Sekretaris Negara AS George C. Marshall memerintahkan untuk mencabut seluruh identitas militer AS yang menempel pada peralatan dan kendaraan tempur (termasuk pesawat P-47 Thunderbolt, tank Sherman dan Stuart) yang akan digunakan oleh pasukan SEAC (South East Asia Command) Lord Louis Mountbatten untuk membantu Belanda membombardir Surabaya pada 10 November 1945. Pada 30 November 1946, pemerintah AS secara gratis meminjamkan kepada militer Belanda (melalui melalui program pinjaman ranpur) 118 pesawat terdiri dari pembom B-25, pesawat tempur P-40 dan P-51 Mustang, 45 unit tank Stuart, 459 jip militer, 170 unit artileri, dan persenjataan infantri dalam jumlah yang sangat besar untuk digunakan untuk ‘menjinakan’ Hindia Belanda. Truk pengangkut militer dalam jumlah besar, dan logistik dari arena perang pasifik pun diserahkan oleh Paman Sam kepada Belanda. Militer Belanda juga diberikan fasilitas untuk melakukan pembelian 65.000 ton logistik militer non-amunisi (3).

Amerika juga memberikan restu kepada Pemerintah Belanda untuk mengalokasikan pinjaman sebesar US$ 26.000.000 yang diberikan oleh Dinas Administrasi Aset Perang AS (WAA) pada Oktober 1947 untuk membeli senjata dan amunisi demi mendukung kelangsungan kampanye militernya di Hindia Belanda. Sampai Desember 1948, Amerika masih memboikot keanggotaan Republik Indonesia dalam Komisi Ekonomi PBB untuk Asia Timur Jauh (ECAFE), hal yang kemudian menjadi “lampu hijau” bagi Belanda untuk melancarkan Agresi Militer Jilid II dengan melakukan serangan kejutan ke Yogyakarta pada 19 Desember 1948 (4). Boleh dibilang, agresi militer Belanda pasca kemerdekaan tidak akan dapat terwujud tanpa bantuan langsung dan restu dari Washington (5).

Pada 17 Desember 1948, Direktur dari Departemen Perencanaan Kebijakan George F. Kennan berkata, “Salah satu variabel krusial dalam perjuangan Washington melawan Kremlin adalah masalah Indonesia.” Kennan memberikan masukan kepada Sekretaris Negara George C. Marshall, bahwa salah satu elemen vital bagi upaya pelestarian kepentingan AS di Asia dalam situasi Perang Dingin, adalah penciptaan “Indonesia yang ramah kepada Amerika” secepat mungkin. Siapapun yang menguasai kepulauan Indonesia, apakah itu pemerintahan kolonial Belanda, atau pemerintah Republik Indonesia, tidak boleh dibiarkan untuk membuka pintunya kepada komunisme (6).

Kiprah Komunis Yang Semakin Menguat

Eskalasi situasi politik antara Washington dan Kremlin mulai memasuki babak baru sejak akhir tahun 1947 dengan tingkat ketegangan yang berpotensi berkembang dari Perang Dingin menjadi Perang Panas. Namun baru pada pertengahan tahun 1949, Washington dipaksa untuk meninjau ulang seluruh kebijakan luar negeri termasuk masalah kolonialisme di Indonesia dan Vietnam, dipicu oleh keberhasilan Uni Soviet dalam uji coba peledakan bom atom pertamanya. Kemenangan revolusi komunis Mao Zedong yang mengalahkan pasukan nasonalis Chiang Kai Sek makin membuat Washington seperti kebakaran jenggot, yang berpuncak pada perumusan ulang seluruh kebijakan luar negeri AS di Asia, dan penerbitan Resolusi Dewan Keamanan PBB No.68 (NSC 68), yang diciptakan untuk menselaraskan sikap PBB menyesuaikan dengan strategi global baru dari Washington (7).

Namun yang tak diduga memiliki imbas positif dan berdampak langsung pada perjuangan anti-kolonialisme, adalah kegagalan Belanda menaklukan Indonesia pada agresi militer jilid II-nya yang dieksekusi dengan kekuatan penuh. Kegagalan serangan militer Belanda ke pusat pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta ini, membuat Washington mulai hilang kesabaran, dan kehilangan kepercayaan pada kemampuan Belanda untuk menyelesaikan ‘pekerjaan’nya di Indonesia. Para analis dan pengambil keputusan di Washington mulai berhitung dan mengkaji ulang dukungan Paman Sam pada kampanye militer Belanda yang mahal di Timur Jauh.

Momen yang juga menjadi titik balik krusial yang mempengaruhi dukungan Washington kepada agresi militer Belanda yang dinilai bertele-tele, adalah kejadian pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) di kota Madiun pada 18 September 1948. Soekarno yang dengan segera mengutuk percobaan coup d’état (kudeta) tersebut, serta merta memberikan pernyataan yang sangat keras melalui radio, “Bangsa Indonesia harus memilih! Saya, atau Musso??” (pemimpin pemberontakan PKI di Madiun). Di mata para pengambil kebijakan di Washington, ini adalah suatu bentuk demonstrasi keberpihakan dari para pemimpin Republik Indonesia, dan berpotensi merobah orientasi kebijakan luar negeri AS terhadap konflik Belanda-Indonesia (8). Di pihak lain, rengekan Den Haag yang terus-menerus meminta dukungan tanpa disertai progres yang signifikan mulai menyebalkan terdengar di telinga.

Amerika Serikat Melakukan “Penghianatan” Pada Belanda

Kegagalan agresi militer Belanda jilid II, dan posisi Soekarno terhadap komunisme, sudah cukup bagi George Kennan dan Departemen Perencanaan Kebijakan AS untuk memberikan penilaian akhir yang akan mengakhiri keruwetan di Hindia Belanda, yakni: adalah lebih murah dan ekonomis bagi Amerika untuk mendukung kemerdekaan Indonesia, daripada memberikan dukungan finansial dan ranpur kepada militer Belanda yang ‘memble’ (9). Dan konsekuensi dari keputusan ini adalah perubahan sikap Amerika yang drastis di forum Dewan Keamanan PBB pada 27 Desember 1949, ketika delegasi Amerika dengan terbuka meminta Belanda untuk menyerahkan kepulauan Indonesia kepada pemerintahan Soekarno (10). Kennan yakin bahwa Perang Dingin akan lebih mudah dimenangkan menggunakan senjata ekonomi dari pada militer. Maka, konflik yang berkepanjangan akan mengganggu hegemoni Kubu Barat di wilayah Timur Jauh, dan proses perdamaian harus segera di-instalasi untuk segera menciptakan “Indonesia yang ramah kepada Amerika”, dan memulai proses eksploitasi sumber daya alam dan manusia (11).

Gelombang demi gelombang kritik, protes, dan ratapan dilayangkan oleh Belanda dalam kefrustrasian oleh pengkhianatan sang ‘abang’, namun kesempatan tidak akan diberikan Amerika untuk ketiga kalinya. Keputusan bulat Paman Sam dibuktikan ketika Duta Besar Amerika untuk PBB Phillip Jessup bersama delegasi AS memberikan suara untuk sanksi kepada Belanda oleh Dewan Keamanan PBB (12). Pemberian sanksi ini telah membuat Belanda menjadi lelucon di Komite Bangsa-Bangsa Dunia di PBB. Bahkan budayawan Belanda Cees Fasseur mengilustrasikan upaya militer untuk memperpanjang gelar ‘induk semang’ di Hindia Belanda sebagai suatu dagelan, dan hanya Amerika yang bisa menarik mereka keluar dari tragedi yang memalukan ini (13).

Non-Blok Mengecewakan Amerika

Namun apa daya, dukungan Paman Sam kepada kemerdekaan Indonesia dengan harapan dapat mendirikan pos kekuatan baru yang akan membantu meredam gelombang komunisme di Asia, punah sudah dengan kebijakan luar negeri revolusioner ‘non blok’ Soekarno-Hatta yang mengejar posisi netral di peta politik dunia. Sedikit mereka sadari, bahwa fundamen prinsip dari Washington adalah “Siapapun yang tidak bersama kita, berarti mereka lawan kita”. Kekecewaan semakin memuncak ketika Soekarno menerbitkan kebijakan yang merangkul komunisme pada September 1950, dengan alasan harmoni sosial dan stabilitas politik. Diperparah dengan semakin besarnya pengaruh Partai Komunis Indonesia di kancah politik yang dibiarkan oleh Soekarno. Ini diterjemahkan sebagai tindak pengkhianatan oleh Washington, dan memposisikan Indonesia sebagai target dari kebijakan politik agresif (14).

Black Ops Cikal Bakal Gerakan G30S PKI

Pada sebuah dokumentasi yang berjudul FRUS (Foreign Relations of the United States) Jilid ke-26 yang diterbitkan pada Juli 2001, sebuah pembahasan mendetail mengenai hubungan politik Amerika dengan Indonesia, Malaysia, Singapur dan Filipina pada medio tahun 1964-1968. Administrasi Lyndon Johnson memberikan perintah kepada CIA untuk melancarkan operasi rahasia dengan kode sandi‘Black Ops’, yang juga dikenal dengan sebutan ‘Operasi Hitam’. Black Ops adalah Joint Operation (operasi gabungan) antara Pentagon dan CIA, yang memiliki tugas paling vital dan strategis dalam hierarki intelijen di Amerika, dengan misi-misi yang diembankan antara lain: pembunuhan kepala negara, mengorkestrasi kudeta, mengatur pemilihan umum, propaganda dan perang intelijen, semua dengan satu tujuan: yakni untuk pelestarian kepentingan Amerika dan kroni-kroninya di dalam maupun luar negeri.


Tugas yang diemban Black Ops kali ini adalah untuk menggulingkan Soekarno melalui kudeta militer yang dieksekusi pada 30 September 1965 yang diberi kode ‘GESTAPU’ (Gerakan September Tiga Puluh). Washington disebutkan melakukan transfer dana sebesar 1.100.000 dollar Amerika ke beberapa petinggi militer TNI AD untuk mengkoordinir operasi paramiliter melakukan eksekusi berdarah, yang belakangan disebut sebagai “pasukan penjagal” oleh surat kabar International Herald Tribune (15). Pada 2 Desember 1965, Duta Besar Amerika Serikat Marshall Green memberikan daftar seluruh anggota aktif PKI yang dikompilasi oleh CIA kepada koordinator keamanan darurat militer. Alhasil, 100.000 sampai 1.000.000 orang diperkirakan tewas oleh kudeta berdarah yang menjelma menjadi propaganda rezim Orde Baru untuk menyingkirkan lawan-lawan politiknya. Pada 15 April 1966, sebuah kawat diplomatik Duta Besar Marshall ke Washington, “keterlibatan kita sangatlah minimal sebagaimana layaknya operasi Black Ops yang sudah-sudah.”

Dimulainya Cengkraman Amerika Atas Kekayaan Pertiwi

Agenda pertama yang dilakukan oleh Soeharto sebagai PJS Presiden Republik Indonesia adalah menerbitkan Undang-Undang Penanaman Modal Asing (UU PMA) tahun 1967 yang secara praktis menggelar karpet merah dengan memberikan kuasa pertambangan kepada Freeport yang akan mengangkut kandungan emas terbesar di dunia keluar dari Indonesia menyisakan sedikit saja bagi anak bangsa, perusahaan minyak Mobil Oil, Exxon dan Chevron (dulu masih bernama Stanvac dan Vico yang merupakan anak-anak perusahaan Standard Oil milik Rockefeller) untuk menguasai blok-blok minyak Cepu, Natuna, Aceh, Papua (secara praktis seluruh ladang minyak di tanah air), dengan kontrak mati yang selalu diperbaharui setiap tahun. Agenda politik dari kedatangan Obama ke tanah air baru-baru ini adalah untuk menekan administrasi SBY untuk melancarkan re-negosiasi di Blok minyak Cepu yang sempat alot karena kehadiran rival RRC, dan oleh beberapa nasionalis tanah air yang tobat nasuha.

SUMBER:

  1. Foreign Relations of the United States (Sutan Sjahrir to Harry Truman 1945) FRUS volume 6; “Shared Hopes – Separate Fears. 50 Years of US – Indonesian Relations” (Boulder CO), Paul F. Gardner
  2. Robert Lovett to Frank Graham 31 December 1947″ FRUS volume 6
  3. Army Surplus Property Disposal” (Lacey to Graham) 13 October 1947, RG59, PSA, Box No.4,NARA; “American Military Assistance to the Netherlands during Indonesian Struggle for Independence 1945-1949” (Mededelingen van de Sectie Militaire Geschiedenis) volume 8, Gerlof D. Homan
  4. Australia and Indonesia’s Independence” volume 2; “The Renville Agreement Documents 1948” (Canberra), Phillip Dorling and David Lee
  5. Marshall Aid as a Catalyst in the Decolonization of Indonesia 1947-1949“; “Journal of Southeast Asian Studies No.2”, Pierre van der Eng; “The United States and the Anti-Colonial Revolutions in Southeast Asia”, George McTuman Kahinl “The Origins of the Cold War in Asia” (New York), Yonosuke Nagai and Akira Iriye
  6. Oral Communication from Kennan to Marshall and Lovett on 17 December 1948” (Records of the Policy Planning Staff 1947-1953), labelled “Indonesia” RG59, Box no.18, NARA
  7. The Cold War on the Periphery. The United States, India and Pakistan” (New York), Robert J. McMahon
  8. American Diplomacy“, Schulzinger
  9. Subversion as Foreign Policy. The Secret Eisenhower, and Dulles Debacle in Indonesia” (New York) Audrey R. Kahin
  10. The United States and the Struggle for Southeast Asia 1945-1975” (Westport, London), Alan J. Levine
  11. Den Haag Antwoordt Niet“, Van Vredenburch
  12. Acheson, His Advisors, and China 1949-1950“, Cohen
  13. Afscheid van Indie: de val van het Nederlandse imperium in Azie” (Amsterdam), H.W. van den Doel
  14. US Tries to Call Black Account on Indonesian Killings” (International Herald Tribune 30 July 2001), George Lardner Jr.; “Role of CIA in the coup of 30 September 1965” FRUS volume 26 (2001)
  15. http://www.indowebster.web.id/archive/index.php/t-173049.html?s=0cb4db167b8a408d747dcbb44e2c28b1

Kepala Satpol PP Cantik di Indonesia

type=’html’>

satpol PP [WOW] kepala satpol PP yang sungguh cantik
satpol PP2 [WOW] kepala satpol PP yang sungguh cantik
satpol PP3 [WOW] kepala satpol PP yang sungguh cantik
satpol PP4 [WOW] kepala satpol PP yang sungguh cantik
satpol PP5 [WOW] kepala satpol PP yang sungguh cantik