Archive for the ‘menyambung nyawa’ Category

Diterima Di UI Anak Ini Bersepeda Dari Pati, Jawa Tengah Hingga Depok

Diterima di Universitas Indonesia, Djalal memenuhi nazarnya dengan mengayuh sepeda bututnya dari Pati, Jawa Tengah, hingga Depok, Jawa Barat
langsung saja, cekibrot

“Menunaikan nazar dan bersyukur pada Allah SWT,” ujar Jalal ketika ditanya perihal aksinya mengontel dari Pati sampai ke Universitas Indonesia menjelang keberangkatannya pukul 10 pagi di halaman SMA Negeri 1 Pati.

Dilepas teman dan guru SMA Negeri 1 Pati keharuan dan kebanggaan menyeruak. Dikawal dengan sepeda oleh beberapa kawan – kawannya (Paresmasapa) sampai ke Kudus, Jalal mulai mengayuh sepeda onta hadiah dari orang tuannya.

Jalal yang lolos SNMPTN tulis beberapa waktu lalu ini, diterima Fakultas Ilmu Budaya, program studi sejarah. Ia mengaku awalnya tidak yakin akan diterima Universitas Indonesia, terlebih sebelumnya ia tidak lolos SNMPTN undangan. Karena janji telah terucap, sehingga ia pun bertekad mengayuh sepedanya sampai ke Depok.

Mantap kayuhan sepeda ontelnya menyiratkan semangat menunaikan cita membawa visi dan misi orang tua hingga Jakarta berbekal keyakinan dan doa. “Saya pilih Universitas Indonesia karena disana banyak tersedia beasiswa, orang tua saya hanya seorang wiraswata yang penghasilannya tidak seberapa. Saya sebagai anak pertama, sudah semestinya mikul duwur menndhem jero orang tua saya,” ceritanya lagi. Kemudian saat ditanya perihal tanggapan orangtuanya dengan aksinya ini, Jalal mengaku mereka sangat mendukung dan oke oke saja.

“Dalam kehidupan ini banyak pihak yang tidak memperhatikan kaum jalanan, dengan sepeda kita bisa lebih dekat dengan lingkungan,”lanjut Jalal yang bercita – cita sebagi penulis ditengah kayuhan sepedanya ketika sampai di perbatasan Pati – Kudus. Pit Onto yang sudah disulap oleh rekan dan gurunya telah dilengkapi sebuah box tertutup untuk tempat perlengkapan ibadah, beberapa potong baju dan makanan tak lupa juga dilengkapi kompo dan ban serep.

Perjalanannya ini diperkirakan Jalal akan ditempuh selama 7 hari 7 malam jika gowes santai. Dengan mekanisme, ia akan mengontel setiap usai subuh dan berhenti jam 10 malam. Setelah subuh menjelang, barulah ia menggowes sepedanya. Meskipun ia mengaku baru sekali ke Jakarta, “Saya baru sekali ke Jakarta, tanggal 4 Juli kemarin waktu menyerahkan berkas ke UI. Tapi, saya bisa bertanya ke kantor polisi jika tersesat. Saya juga membawa surat keterangan jalan dari kantor polisi”kata Jalal ringan.

Djalal, calon mahasiswa jurusan sejarah FIB Universitas Indonesia terus menggowes sepedanya sebagai pelengkap sejarah hidupnya. Jalal anak sejarah yang bersejarah.
sumber : kaskus

Pria Ini Menunjukkan Sesuatu ke Ceweknya di Tempat Umum

Betapa Romantisnya !

Monyet Gendong Kucing di Bali Jadi Berita Dunia !



Tak disangka, seekor monyet liar menyayangi kucing dan sering menggendongnya selama hidup di hutan bebas di Bali justru menjadi perbincangan dunia berkat foto-fotonya dimuat di laman the sun edisi 25 Agustus 2010.

Kasih sayang dan keakraban dua hewan berbeda ini menjadi “penyejuk” bagi pecinta hewan di dunia setelah sehari sebelumnya the sun memuat foto dan video lengkap tentang seorang wanita yang membuang kucing ke dalam tong sampah.

Kejadian langka keakraban dua hewan ini justru di Bali Indonesia, yang ramai dikunjungi turis manca negara. Adalah Anne (49) turis yang juga fotografer amatiran memotret beberapa keakraban monyet dengan kucing tersebut karena terkesimak melihat adegan langka.

Dalam foto yang dimuat the sun hasil jepretan Anne, menunjukkan seekor monyet liar (bukan piaraan) berkelamin laki sedang mengangkat kucing warna krem atau coklat muda.

Monyet itu tergolong jenis buas dan liar, berukuran besar dan memiliki warna bulu hitam kecoklatan. Tampak dari cara mengangkat kucing seperti seorang ibu mengangkat anaknya dengan memegang badan dan menyangganya.

Diungkapkan, monyet atau kera jenis ekor panjang itu seperti “mengadopsi” kucing yang ditemukan di sekitar hutan. Monyet itu juga memeluk dan mengangkatnya ke berbagai tempat, hingga membuat para turis yang melihatnya terkesima.

Bahkan, para turis juga terbelalak ketika monyet itu mendekap kucing di pangkuannya seperti menyuruh tidur. Seperti orangtua yang memberikan kehangatan kepada anaknya, monyet itu pun menyembunyikan kucing dalam pelukannya sehingga makin banyak para turis di Monkey Forest Park Bali ingin memotretnya.

“Saya sangat senang dan terkejut melihat adegan ini karena ini adalah monyet liar bukan binatang peliharaan. Monyet itu sangat melindungi kucing. Tampak seperti tak suka jika saya mendekatinya. Dia berusaha menutupi kucing dari penglihatan saya,” kata Anne.

Seperti aksi selebritis, si monyet jantan tak rela anak kucingnya jadi obyek foto. Ia menutupi si kecil dengan daun lebar — agar tersembunyi dari pandangan pengunjung.

Saat mengambil foto unik tersebut, Anne diperingatkan bahasa tubuh oleh si monyet, untuk menjaga jarak. Tak lama setelah dipotret oleh Anne, monyet itu pun kabur ke hutan lebat dengan membawa serta si kucing dalam dekapannya. Berbagai komentar keheranan, pujian dan ucapan terima kasih pun membanjiri berita ini di the sun.

“Aku melihatnya selama 30 menit sebelum ia kabur ke hutan lebat,” tambah Anne. Dan yang menambah keheranan, si kucing itu tampak menikmati dan manja serta nurut di bawah pelukan monyet.

Kemaluan Wanita Dimasuki Ular Sanca Besar



Tragis, walau sehari-hari baginya sudah biasa bergaul dengan ular sanca yang menemani setiap pertunjukannya, penari ular ini tiba tiba terkejut dan histeris saat hewan yang membantunya untuk mencari nafkah tersebut tiba tiba menyusup ke bagian kemaluannya secara tiba-tiba.

Wanita Dilarikan ke RS Karena Bercinta di Kuburan

ngentot di kuburan, kawin di kuburan , download bokep di kuburan , gadis ngentot dikuburan 3gp, download bokep ngentot di kuburan 3gp

Seorang perempuan berusia 39 tahun terpaksa dilarikan ke RS setelah luka menganga di pahanya. Petugas di RS mengatakan kemungkinan perempuan ini bercinta di kuburan karena bekas luka tertimpa batu nisan. Demikian dilansir AOL, Sabtu (4/6/2011).

“Mungkin ada aktivitas luar biasa dan seperti terjadi hubungan intim di sana,” jelas Kapten James Steven dari Kapolsek Hamilton Township, New Jersey, Amerika Serikat (AS). Ia menambahkan jika si perempuan belum mengalami luka seperti itu saat insiden terjadi pada pukul 7 malam pada 31 Mei lalu sebelum ke kuburan.

Berdasarkan keterangan, ia ke komplek kuburan dengan seorang pria dan Stevens tidak tahu bagaimana batu nisan itu jatuh menimpa si perempuan.

Diterima Di UI Anak Ini Bersepeda Dari Pati, Jawa Tengah Hingga Depok

download bokep aura kasih bugil sarah azhari ngentot artis indoesia bugil memek luna maya ariel peterpan cut tari ngentot

Diterima di Universitas Indonesia, Djalal memenuhi nazarnya dengan mengayuh sepeda bututnya dari Pati, Jawa Tengah, hingga Depok, Jawa Barat

langsung saja, cekibrot

“Menunaikan nazar dan bersyukur pada Allah SWT,” ujar Jalal ketika ditanya perihal aksinya mengontel dari Pati sampai ke Universitas Indonesia menjelang keberangkatannya pukul 10 pagi di halaman SMA Negeri 1 Pati.

Dilepas teman dan guru SMA Negeri 1 Pati keharuan dan kebanggaan menyeruak. Dikawal dengan sepeda oleh beberapa kawan – kawannya (Paresmasapa) sampai ke Kudus, Jalal mulai mengayuh sepeda onta hadiah dari orang tuannya.

Jalal yang lolos SNMPTN tulis beberapa waktu lalu ini, diterima Fakultas Ilmu Budaya, program studi sejarah. Ia mengaku awalnya tidak yakin akan diterima Universitas Indonesia, terlebih sebelumnya ia tidak lolos SNMPTN undangan. Karena janji telah terucap, sehingga ia pun bertekad mengayuh sepedanya sampai ke Depok.

Mantap kayuhan sepeda ontelnya menyiratkan semangat menunaikan cita membawa visi dan misi orang tua hingga Jakarta berbekal keyakinan dan doa. “Saya pilih Universitas Indonesia karena disana banyak tersedia beasiswa, orang tua saya hanya seorang wiraswata yang penghasilannya tidak seberapa. Saya sebagai anak pertama, sudah semestinya mikul duwur menndhem jero orang tua saya,” ceritanya lagi. Kemudian saat ditanya perihal tanggapan orangtuanya dengan aksinya ini, Jalal mengaku mereka sangat mendukung dan oke oke saja.

“Dalam kehidupan ini banyak pihak yang tidak memperhatikan kaum jalanan, dengan sepeda kita bisa lebih dekat dengan lingkungan,”lanjut Jalal yang bercita – cita sebagi penulis ditengah kayuhan sepedanya ketika sampai di perbatasan Pati – Kudus. Pit Onto yang sudah disulap oleh rekan dan gurunya telah dilengkapi sebuah box tertutup untuk tempat perlengkapan ibadah, beberapa potong baju dan makanan tak lupa juga dilengkapi kompo dan ban serep.

Perjalanannya ini diperkirakan Jalal akan ditempuh selama 7 hari 7 malam jika gowes santai. Dengan mekanisme, ia akan mengontel setiap usai subuh dan berhenti jam 10 malam. Setelah subuh menjelang, barulah ia menggowes sepedanya. Meskipun ia mengaku baru sekali ke Jakarta, “Saya baru sekali ke Jakarta, tanggal 4 Juli kemarin waktu menyerahkan berkas ke UI. Tapi, saya bisa bertanya ke kantor polisi jika tersesat. Saya juga membawa surat keterangan jalan dari kantor polisi”kata Jalal ringan.

Djalal, calon mahasiswa jurusan sejarah FIB Universitas Indonesia terus menggowes sepedanya sebagai pelengkap sejarah hidupnya. Jalal anak sejarah yang bersejarah.

sumber : kaskus

Pria Ini Makan Tikus Untuk Menyambung Hidup

Inilah potret buram kemiskinan di Tanah Air. Seorang warga bernama Bambang Saptono berhasil mengabadikan aktivitas seorang pria rentah di kawasan Sondakan Lawean, Kota Solo, Jawa Tengah, yang terlilit dalam kesusahan hidup melalui kemera telepon genggamnya.

Beban hidup yang diembannya menyebabkan pria rentah bernama Parmidi ini bertahan hidup dengan cara mengenaskan, yakni makan tikus. Menjijikan memang, tapi itulah kenyataannya.

Tak ada yang bisa diandalkan. Parmidi selama ini hanya bisa meminta belas kasihan pemberian orang. Bambang si pemilik gambar mengaku sengaja mengabadikan peristiwa ini hanya ingin menyampaikan pesan, bahwa hingga saat ini masih ada warga yang hidup serba kekurangan.

“Kayaknya bagi saya kok ada sesuatu yang agak kurang pas atau apa, lah kenyataannya kok masih ada masyarakat yang seperti itu (makan tikus),” keluh Bambang.

Di tengah pemerintah menyatakan telah berhasil menekan angka kemiskinan dan korupsi makin meraja lela di negeri ini, masih ada orang yang tahan menderita hanya untuk satu alasan bertahan hidup. (okezone.com)