Archive for the ‘Pelacuran’ Category

Inilah Hotel Mesum di Jepang Bertema Jurrasic

Jepang menawarkan petualangan bercinta yang baru di sebuah hotel cinta dengan tema film dinosaurus Steven Spielberg, Jurassic Park.

Hotel yang dinamakan Jzauruss itu bertarif US$30 atau Rp258 ribu per 90 menit itu membawa pelangganya ke masa-masa seksi di era dinosaurus. Setiap ruangnya dihiasi sedemikian rupa agar seksi dan membangkitkan gairah para pelanggan.

Rupanya, hotel ini ingin menyaingi hotel cinta serupa di Kaohsiung City, Taiwan, yang bertema gua pahlawan super Batman. Hotel erotis itu, Eden Erotic Motel, tarifnya lebih murah. Yakni US$50 untuk tiga jam.

Guru Melacur Demi Anak Didiknya ( Nyata )





Tinggal di desa kecil di propinsi Gan Shu. Awalnya dia bukan pelacur. Setiap penduduk di desa tersebut tidak mengerti kenapa seorang gadis secantik Xia ( lihat Foto ) yang mempunya paras tubuh yang indah dan rupa yang menawan tidak melakukan seperti gadis-gadis lainnya.

Karena Xia menolak akan hal ini, ayah nya Xia selalu menghukum dia.Suatu hari Xia mendengar bahwa sebuah sekolah di desa membutuhkan jasa seorang guru Xia langsung dengan sukarela menjadi seorang guru dengan tanpa imbalan.

Pas hari pertama Xia masuk ke sekolah menjadi seorang guru, setiap murid kaget dan terpukau akan kecantikan guru baru mereka Sejak saat itu Kelas selalu menjadi penuh dengan canda tawa setiap murid. Kelas mereka lebih layak untuk di sebut sebagai tempat penampungan daripada bangku bangku sekolah yang normal. Dalam kondisi kelas yang sekarat ini, Xia mengajarkan beribu ribu kata kata chinese dan pengetahuan laennya kepada murid murid nya Suatu hari badai besar menghancurkan kelas mereka semua murid tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Lalu kepala sekolah datang ke kota untuk merundingkan hal tersebut dengan walikota yang mengurus budget bagian pendidikan agar memberikan sumbangan uang utk membetulkan sekolah mereka akan kepala sekolah kembali dengan tangan kosong. Kepala sekolah mengatakan kepada Xia bahwa walikota akan memberikan uang kalo hanya Xia yang datang kepada dia dan meminta uang kepadanya secara personal, Xia yang tidak pernah keluar dari desa dan meninggalkan rumah nya dan tidak pernah bertemu dengan walikota sebelumnya, telah memutuskan untuk berangkat dari rumah untuk mengunjungi sang walikota. Sebelumnya Xia kwatir kalo kunjungan dia akan mengacaukan suasana, akan tetapi dia tetep memutuskan pergi demi murid murid nya.

Xia berjalan lebih dari 10 kilo untuk ke kantor sang walikota setelah sampai, Xia duduk di depan kantor yang bagus di ruangan sang walikota. Setiba nya di kantor, sang walikota menyambut kedatangan Xia dengan sepasang mata pemburu yang haus akan Xia dan mununjukan tangannya ke sebuah ruangan dan mengatakan “Uang kamu ada di kamar tersebut… kalau kamu mau, kamu ikuti aku” Xia melihat sebuah ruangan dengan ranjang yang besar, ranjang tersebut lah yang telah merenggut keperawanan Xia, Sang walikota telah memperkosa Xia. Darah segar dari keperawannan nya telah meninggalkan bekas dan jejak di sprei darah merah tersebut menjadi lebih merah daripada warna bendera national China. Xia tidak menangis sedikit pun yang ada di pikiran nya adalah berpuluh puluh mata murid murid nya yang akan kecewa kalo tidak ada kelas buat mereka belajar.

Setelah itu Xia bergegas balik ke rumah yang gelap dan tidak memberi tahu kepada seorang pun tentang kejadian tersebut. Hari berikutnya, para penduduk membeli kayu dan membetulkan kondisi kelas. Akan tetapi kala ada hujan yang deras, kelas tersebut tetap tidak bisa di gunakan. Xia mengatakan kepada murid muridnya bahwa walikota akan membangun sebuah sekolah yang bagus buat mereka. Dalam kurang lebih 6 bulan, kepala sekolah mengunjungi walikota 10x akan tetapi tetep tidak diberikan dana yang dijanjikan kepada mereka. Hanya walikota lah yang tau apa yang telah terjadi pada Xia akan tetapi tidak bisa berbuat banyak tentang itu.

Pada saat semester baru berganti, banyak murid yang tidak bisa melanjutkan sekolah nya karena biaya dan mereka harus membantu orang tua nya untuk bekerja… Jumlah murid nya berkurang dan bekurang. Xia sangat sedih akan kondisi seperti itu. Ketika Xia mengetahui bahwa harapan murid muridnya telah hilang bagaikan asap. Dia lalu kembali ke kamarnya. Xia membuka bajunya, dan melihat tubuh telanjangnya di depan cermin. Xia bersumpah akan memakai tubuhnya yang indah untuk mewujudkan impian dari murid muridnya untuk bisa kembali sekolah… Xia tau semua gadis dari desa bekerja sebagai pelacur di kota untuk mencari uang dan itu cara yang gampang untuk dia untuk mendapatkan uang. Dia membersihkan dirinya dan mengucapakan selamat tingal kepada kepala sekolah, ayah dan sekolah…

Dia mengikat rambut nya dengan kuncir dua dan berjalan menuju kota. Ketika dia berangkat ke kota, ayahnya tersenyum bangga akan tetapi kepala sekolah menangis sedih akan pilihan yang Xia lakukan….Di dalam glamor kehidupan kota, Xia tidak senang sama sekali dia menderita, dalam benak pikirannya, hanya ada sebuah kelas yang hancur dan keprihatian dan kesedihan dan kekecewaan expressi dari murid muridnya…. Xia masuk ke buat salon, berbaring di ranjang yang kotor dan menderita kerja kotor yang kedua di dunia percabulan… Malam itu di dalam diary nya Xia menulis “Sang walikota tidak bisa di bandingakan dengan tamu pertama nya lebih parah dan lebih kejam akan tetapi paling tidak tamu nya telah membayar dan memberi uang”

Xia mengirimkan semua uang penghasilannya kepada kepala sekolah dengan mengirit irit biaya untuk hidup nya dengan harapan bisa mengirim lebih banyak lagi ke kepala sekolah. Sang kepala sekolah menerima uang tersebut dan mengikuti untuk menggunakan uang utk membangun sekolah… Ketika setiap orang yang menanyakan sumber uang tersebut, sang kepala sekolah hanya menjawab bahwa di dapat dari donasi dari organisasi social. Akan tetapi seiring waktu, penduduk mengetahui bahwa sumber dana dari seorang mantan guru yang bernama Xia. Banyak reporters yang ingin meliputi berita ini akan tetapi di tolak oleh Xia dengan alasan bahwa dia hanya seorang pelacur biasa.Dengan uang tersebut, sekolah telah berubah drastis…Bulan pertama, ada papan tulis baru…Bulan ke dua, ada bangku kayu dan bangku…Bulan ke tiga, setiap murid mempunyai buku masing masing. Bulan ke empat, setiap murid mempunya dasi masing masing. Bulan ke lima, tidak ada seorang murid pun yang datang ke sekolah tanpa alas kaki.

Bulan ke enam, Xia kembali mengunjungi sekolah Xia disambut dengan gembira dan para murid menyapa”Guru, kamu telah kembali guru, kamu cantik sekali”Melihat kegembiraan dari para murid muridnya, Xia tidak berkuasa untuk menangis,Tidak peduli berapa banyak air mata yang di teteskan nya dan berapa banyak derita, keluh kesan dan kisah sedih yang dia lalui dalam 6 bulan, Xia merasakan semua kisah sedih dan penderitannya itu sangat seimbang dan pantas untuk harga yang dia bayar untuk melihat apa yang Xia lihat saat itu. Setelah beberapa hari di rumah, Xia kembali ke kota. Pada bulan ke tujuh, sekolah telah mempunyai lapangan bermain yang baru. Pada bulan ke delapan, sekolah membangun lapangan basket…pada bulan ke sembilan, setiap murid mempunya pensil yang baru. Pada bulan ke 10, sekolah mempunya bendera nasional sendiri, setiap murid bisa menaikan bendera setiap hari nya.

Hingga suatu waktu Xia dikenalkan kepada seorang businessman. Sang pengusaha luar asing bersedia membayar 3000 rmb buat satu malam. Dengan pikiran yang lelah yang telah dia lalui bbrp tahun lalu, Xia dengan lelah menuju hotel sang pengusaha asing. Dia bersumpah bahwa itu adalah pekerjaan kotor yang terakhir bagi dia dan setelah itu dia akan kembali ke desa dan bersama sama murid muridnya di sekolah. Akan tetapi nasib berkata lain sungguh tragis telah terjadi malam itu dimana Xia bersumpah untuk terakhir kali nya, Xia di diperkosa dan di siksa hingga terbunuh oleh 3 pengusaha asing tersebut. Xia baru saja bertambah umur nya menjadi umur 21 tahun. Xia saat itu juga meninggal tanpa mencapai keinginan yang terakhir, yaitu untuk membangun satu kelas bagus dengan 2 komputer yang bisa digunakan oleh murid murid.

Seorang pelacur telah meninggal dunia… keheningan yang di penuhi air mata. Saat itu langit kota ShenZen masih berwarna biru seperti lautan. Para murid2, guru2 dan beberapa ratus penduduk menghadiri acara pemakaman Xia di desa kecil bernama “GanShu” Pada saat itu, semua hanya bisa melihat foto hitam putih dari Xia dalam foto itu Xia mengikat rambut nya 2 dengan senyuman bahagia… Kepala sekolah membuka diary Xia dan membacakanya di depan para murid murid nya dan Xia menulis “Sekali melacur, bisa membantu satu anak yang tidak bisa sekolah. Sekali menjadi wanita simpanan, bisa membangun sebuah sekolah yang telah hilang harapan. Bendera setengah tiang dikibarkan.

Facebook Menjadi Ajang Pelacuran ABG




Situs jejaring sosial, Facebook mulai beralih fungsi, dari sekedar situs pertemanan menjadi situs untuk menjual diri dan menawarkan seks. Poltabes Surabaya berhasil mengungkap prostitusi anak baru gede (ABG) lewat Facebook pada tanggal 31 Januari 2010. Polisi berhasil menangkap dua tersangka yang diduga mucikari yang berperan sebagai perantara pelacuran ABG. Hasil penyelidikan terungkap, ada 25 ABG yang menjadi pelaku prostitusi ini. Lima diantaranya telah diperiksa pihak kepolisian dan menurut pengakuan mereka, praktek prostitusi via Facebook ini sudah berlangsung sekitar dua bulan lamanya.
Mengapa fenomena pelacuran via Facebook ini bisa terjadi? Apa yang melatarbelakangi kejadian ini? Mengapa para ABG secara sadar menyediakan diri untuk pelayanan seks komersil? Menurut analisa penulis ada beberapa faktor yang mendorong munculnya fenomena di atas. Pertama, fenomena di atas merupakan salah satu sisi gelap dari globalisasi, komersialisasi dan modernisasi. Dimana situasi dan tuntutan hidup semakin tinggi, dan harga diri dinilai berdasarkan kepemilikan materi yang mencirikan modernisasi seperti handphone, laptop, fashion bermerk, dan barang-barang mewah lainnya.
Setiap hari, para ABG ini diterpa tayangan-tayangan iklan baik di media massa maupun TV, disuguhi tontonan sinetron dan film yang menampilkan kehidupan serba mewah, sehingga secara sadar atau pun tidak, mereka meniru dan menginternalisasi nilai-nilai materialisme ini dalam cara pandang hidup mereka. Bagi mereka, satu-satunya cara untuk hidup bahagia dan mendapatkan penghargaan dari sebayanya adalah melalui kepemilikan materi yang serba mewah dan modern.
Kedua, ABG merupakan masa pra-remaja dimana perkembangan fisik, emosi, dan sosialnya masih labil. Mereka ini sedang melewati masa transisi, dimana pembentukan identitas diri sedang terbentuk. Dengan tujuan mencapai sebuah identitas diri yang solid dengan didasarkan pada sejauhmana teman-teman sebayanya menghargainya maka mereka bisa melakukan apa saja untuk memenuhi identitas dirinya tersebut. Salah satu cara yang paling nyata adalah dengan melengkapi diri mereka dengan berbagai pernak-pernik benda yang mencirikan modernisasi seperti handphone tercanggih, atau fashion bermerk untuk melejitkan identitas diri mereka di kalangan teman sebayanya.
Dengan menunjukkan bahwa mereka memiliki semua pernak-pernik modernisasi ini, maka harga diri mereka pun semakin tinggi di mata teman sebayanya. Ketika orang tua mereka tidak mampu memenuhi semua kebutuhan identitas modern ini, maka mereka akan mencari cara lainnya yang bisa memenuhi kebutuhan akan identitas mereka ini.
Dari sisi emosi, para ABG ini mudah sekali terpengaruh oleh situasi lingkungan teman sebayanya. Mereka bisa bertindak nekad, tanpa memikirkan resiko dari tindakannya. Mereka juga ingin memperoleh segala sesuatunya secara cepat dan serba instan, kalau bisa tidak perlu bersusah payah tetapi mampu mendapatkan apa yang diinginkannya dengan mudah. Situasi emosi seperti inilah yang memicu mereka terjerumus dalam pelacuran dengan menawarkan seks untuk mendapatkan uang dengan mudah. Dengan uang yang diperoleh maka mereka bisa mengapai identitas dirinya yang serba mewah, modern, dan fashionable.
Dari sisi sosial, mereka lebih mengarah pada kelompok sebayanya, mengikuti trend di kelompok sebayanya, bahkan mereka lebih memilih cara hidup teman sebayanya dibandingkan cara hidup yang diajarkan dalam keluarganya. Beberapa ABG yang terlibat kasus pelacuran ini, menurut hasil penyidikan Polisi mengungkapkan bahwa mereka mengenal dan terlibat dalam praktek pelacuran via facebook ini melalui teman dekatnya yang juga ikut menjajakan seks. Mereka lebih memperhatikan dan meyakini apa yang dikatakan teman sebayanya, dalam kondisi tekanan teman sebaya ini mereka tidak mampu secara tegas menolak pengaruh negatif teman sebayanya (peer group pressure).
Faktor ketiga, gagalnya internalisasi nilai-nilai luhur dan agama dalam keluarga yang menyebabkan terbentuknya kepribadian bebas-nilai dan mengambang. Ketika mereka telah berfokus pada lingkungan sebayanya, maka nilai-nilai yang ditawarkan oleh lingkungan sebaya dan budaya global menjadi sumber utama dari proses internalisasi nilai ini. Celakanya, ketika mereka masuk dalam lingkungan sebaya yang lebih mementingkan nilai-nilai hedonism- materialism yang serba instan, maka nilai-nilai itulah yang meresap dan menjadi cara pandang hidup mereka.
Untuk itu internalisasi nilai-nilai luhur dan agama ini menjadi sangat penting dalam membentuk kepribadian yang kuat dan berprinsif luhur, sehingga mereka tidak mudah terjebak dalam cara hidup yang salah. Internalisasi nilai ini juga sangat penting dalam merubah cara pandang ABG dari pengaruh nilai-nilai serba instan dan mementingkan aspek materi. Nilai-nilai spiritual perlu juga dibentuk dalam identitas diri ABG, sehingga mereka menempatkan nilai spiritual sebagai dasar dari penghargaan identitas dirinya. Sebagai contoh mereka lebih meyakini bahwa dengan bertindak jujur maka identitas dirinya menjadi lebih berharga dan penting, dan untuk itu identitas diri tidak didasarkan pada kepemilikan materi semata.
Inilah beberapa faktor yang menurut penulis menjadi penyebab dari munculnya fenomena pelacuran ABG di atas. Remaja mudah sekali terjerumus dalam prostitusi melalui berbagai media yang ada, baik itu melalui Facebook, chating, email atau pun via handphone. Facebook hanyalah salah satu media online yang digunakan ABG untuk melancarkan praktek prostitusinya. Jadi mungkin anda semua pernah menemukan salah satu dari ABG ini yang menawarkan seks di Facebook. Semoga jadi renungan kita semua.

Alasan Pria Suka Ketempat Pelacuran

Waktu jalan-jalan di pameran buku, saya melihat sepintas buku setebel 3 cm-an berjudul WHY MEN LIKE BITCHERS. Judulnya sudah berbicara dengan sangat keras dan jelas. Mengapa para pria pada suka pelacur? Yang jelas artinya bukan suami-suami pada suka melacur beneran, tapi suami-suami suka isteri-isteri yang memperlakukan mereka seperti pelacur memperlakukan client mereka. Mereka diperlakukan dengan istimewa seperti seorang tamu, dilayani dengan segenap hati, sekuat tenaga disertai kegairahan, memenuhi kebutuhan, selalu stand by, melayani sesuai permintaan, tidak pernah mengeluh.

Saya nggak perlu baca isinya, tapi saya yakin judul itu akan sangat menolong para isteri-isteri! If I were a wife, I’ll definitely buy that book! Beneran, kalau saya seorang isteri saya harus beli buku itu, saya rasa itu harus jadi buku panduan para isteri untuk belajar gimana “jadi pelacur” untuk suami mereka (jika isteri-isteri sadar akan kekurangan mereka, keteledoran mereka dalam melayani suami, kekurang-pedulian mereka terhadap perasaan dan keinginan suami mereka, dan jika para isteri ini mau mengubah keadaan pernikahan mereka yang sudah pada hambar).

Coba lihat penampilan pelacur, mereka bersolek, pake baju minim, pake parfum “keterlaluan” wangi, seksi, mempesona, menggairahkan, genit, menggoda! Lalu si pria yang diperlakukan begitu tentunya nggak mau cepet-cepet ilang kesempatan, jadi dinikmati sepuasnya, maunya disenangkan lama-lama, nggak mau rugi, bo.

Banyak isteri-isteri yang mengeluh kepada saya katanya suami mereka menurutnya udah nggak cinta lagi, mereka merasa diperlakukan seperti sex-doll aja atau sex-slave. Kalau “main” maunya cepet-cepet, kalau “ngajak” suka buru-buru atau quicky, kalau udah “gituan” langsung mendengkur.

Nah, gantian pria-pria juga memberikan jawabannya, katanya justru isteri mereka yang nggak ngertiin mereka, tiap-tiap harinya mukanya cemberut dan sikapnya nggak manis, kalau pas “main” nggak pernah mengeluarkan perkataan yang membangkitkan; kalau “gituan” nggak mesra, nggak romantis, nggak ekspresif. Pake daster melulu, nggak berdandan menarik, wangi, atau menggairahkan.

Hari-harinya cuman ngurus pekerjaan dan anak melulu tanpa menjadikan suami mereka figur istimewa yang dibutuhkan, dilayani dengan sepenuh hati. Melayani cuman karena memenuhi keinginan suami, setengah hati, ogah-ogahan, maunya cepet selesai. Masih disertai mulutnya yang kalau nyemprot pedesnya sampai nusuk ke tulang-tulang, sehingga mematikan gairah seks pria. Jadi akhirnya sang suami-suami ini juga tidak merasakan kenyamanan dalam berhubungan. Para isteri pikir suami mereka nggak punya perasaan, sehingga kalau ngomong asal keluar, nggak dipikir, sehingga terbawa juga sampai dalam ati dan perasaan pahitnya terbawa sampai di ranjang.

Akhirnya para pasangan-pasangan ini merasa hambar dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Mereka saling bertanya dalam hati: “Dimanakah romantika cinta itu?” “Apakah aku telah menikahi orang yang salah?” “Apakah Tuhan sebenarnya sudah mempersiapkan orang lain untuk menikahiku?” “Apakah aku harus bercerai?”

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sering diajukan oleh pasangan-pasangan saat mereka masuk dalam gejolak rumah tangga, saat romantika bercinta kelihatannya sudah padam dan tidak mungkin dibangkitkan kembali.

Anda tidak menikahi orang yang salah! Coba ingat bagaimana Anda meluap-luap dengan perasaan cinta yang membara, bagaimana Anda tidak peduli dengan larangan orang tua, bagaimana tiap hari Anda tidak sabar untuk berkencan dengannya, tidak tahan ingin menggandeng tangannya, tidak sabar menanti hari pernikahan, tidak sabar menanti para tamu undangan pulang ke rumah mereka agar Anda masuk ke dunia fantasi hanya berdua dengannya tidak ada yang lain?

Kemudian datanglah rutinitas rumah tangga yang mengambil keintiman kalian berdua. Seharusnya Anda harus “waspada” dengan kehadiran anak-anak dan urusan dengan mereka sehari-hari, waspada terhadap aktivitas rumah tangga yang menyita jam-jam keintiman Anda, pekerjaan yang menyita, kebutuhan uang yang tidak lebih penting daripada keintiman berdua, kebiasaan kenyamanan berdua yang seharusnya dipertahankan agar tidak menjadi suatu kebiasaan rutin yang membosankan.

Pernikahan membutuhkan ekstra pekerjaan! Jika Anda ingin mendapatkan kepuasan istimewa dari suatu hubungan, Anda harus mengerjakannya dengan baik pula. Sebagaimana Anda ingin menjadi sukses di dunia bisnis, Anda akan melakukan segalanya untuk mencapai target itu dengan segenap kekuatan Anda, mendobrak halangan-halangan yang menghadang, menyingkirkan waktu-waktu lain yang tidak terlalu berharga dibanding dengan kesuksesan, dan berjuang melakukan segalanya agar cita-cita Anda yang satu ini dapat diraih.

Apalagi jika Anda ingin memperoleh pernikahan “five star”, Anda harus menyajikan menu high class, membuat tempat tidur berkelas hotel bintang lima, menyajikan service yang memuaskan dan menghormati client Anda selayaknya yang patut diterima oleh seorang yang datang dengan mengharapkan pelayanan high class. Jika Anda menyediakan menu five star, maka Anda layak mendapatkan upah yang seimbang, yaitu pernikahan five star!

Isteri-isteri, jangan lupa, “be a bitch” for your husband!” Jangan takut ditertawakan, jangan takut memulainya, jangan malu menyatakannya, jangan malu untuk menggodanya, jangan gengsi untuk melayaninya, lakukanlah lebih baik daripada sebelumnya. Anda segera akan mendapatkan tip tinggi dan “client” Anda akan suka berkunjung dan menjadi pelanggan tetap di “hotel” Anda.