Archive for the ‘Proses’ Category

Beginilah Proses Pencetakan Uang Di Negara Kita

type=’html’>

Uang, semakin tinggi angkanya, semakin tinggi pula hasrat kita untuk memilikinya. Mungkin itulah yang terlintas di pikiran hampir setiap orang tentang uang. Namun, pernahkah terlintas di benak Anda hasrat untuk mengetahui bagaimana uang itu diproduksi?
Untuk lebih jelasnya, yuk kita telusuri proses pencetakan uang di Perum Percetakan Uang RI (Peruri), Karawang, Jawa Barat.
Ternyata tidak sembarang orang bisa masuk ke kawasan percetakan uang tersebut. Harus benar-benar orang yang terdaftar sudah membuat janji atau khusus undangan Peruri yang bisa memasuki kawasan ini.
Lapisan pengamanan yang ketat akan Anda hadapi sejak melangkahkan kaki di sini. Itu pun baru memasuki arena gerbang utama Peruri. Jangan bayangkan saat memasuki gedung produksi percetakan uangnya, banyak persyaratannya!
Kali pertama yang Anda harus lakukan bila ingin memasuki areal proses produksi percetakan uang ini, Anda harus meninggalkan segala bentuk teknologi digital yang Anda bawa antara lain telepon genggam (handphone) dan alat perekam gambar seperti kamera digital. Tidak hanya itu, uang dan dompet pun harus diamankan terlebih dahulu. Tapi jangan khawatir, barang-barang yang Anda tinggalkan tersebut akan disimpan di loker yang sudah disediakan di depan pintu masuk dan kunci loker Anda yang bawa.
Setelah itu, barulah Anda boleh memasuki pintu putar gedung. Usai melewati pintu putar, Anda akan langsung menjumpai sejumlah etalase yang dipajang di dalamnya sejumlah produk pabrikan Peruri. Mulai dari uang kertas dan uang logam yang telah diproduksi Peruri dari awal hingga terbaru, kertas berharga nonuang seperti perangko, pita cukai, passport, sertifikat tanah, ijazah, materai, serta dipajang juga maket arsitektur denah kawasan Peruri.
Usai puas menikmati pajangan-pajangan di sejumlah etalase tersebut, lalu Anda bisa beranjak ke lantai dua. Bisa menaiki tangga maupun lift. Di lantai dua inilah Anda bisa melihat secara langsung bagaimana uang diproduksi, mulai dari tahapan awal hingga akhir produksi.
Berikut tahapan proses percetakan uang kertas:
1.Proses Plat Cetak Intaglio/Galvano (Engraving Process)
Ini merupakan tahap awal dari proses percetakan uang kertas. Butuh waktu tiga hingga lima bulan untuk membuat plat cetak uang tersebut.

2.Proses Roll Sablon Intaglio (Inking Schablon Process)
Setelah membuat plat cetak, lalu beranjak ke proses pemberian tinta roll mesin penggulung atau alat pemutar untuk mencetak uang.
3.Proses Cetak Uang Kertas Tahap Cetak Rata (Offset Process)
Setelah plat dan roll pencetak uang sudah siap, maka kini dimulailah tahap pencetakan uang ke kertas. Satu kertas lembar besar tersebut memuat 45 – 50 bilyet (lembar) uang. Untuk lembaran uang Rp1.000, Rp2.000, dan Rp5.000 memuat 50 bilyet per kertas. Sedangkan untuk lembaran uang Rp10.000 hingga Rp100.000 memuat 45 bilyet per kertas. Ini merupakan tahap di mana pemberian warna dasar uang.
4.Proses Cetak Uang Kertas Tahap Cetak Dalam (Intaglio Process)

Setelah kertas diberi warna dasar, kemudian dilanjutkan dengan pencetakan kertas di lembar bagian dalam atau di lembar sebaliknya. Namun sebelum mencetak bagian dalam, kertas yang telah diberi warna dasar terlebih dahulu dikeringkan selama satu hari.
5.Proses Pemeriksaan Lembar Besar (Inspection Process)
Setelah dua bagian kertas telah dicetak, lalu dilakukanlah pemeriksaan uang. Pemeriksaan ini dilakukan secara manual oleh karyawan guna melihat apakah ada kerusakan dalam proses produksi. Bila diketahui ada yang rusak atau cacat, maka pada lembaran yang rusak itu akan ditandai dengan coretan.

6.Proses Cetak Nomor (Numbering Process)

Usai diperiksa secara manual, maka dilanjutkan dengan pemberian nomor uang. Nomor uang ini disesuaikan dengan pesanan Bank Indonesia (BI). Terdapat tiga mesin putar pencetak nomor yang telah diisi dengan plat nomor masing-masing uang.
Setelah pencetakan nomor, maka uang kertas tersebut harus diperiksa kembali guna mengecek kebenaran dan keabsahan nomor uang tersebut.

7.Proses Penyelesaian (Cutpack Process)
Ini merupakan tahapan akhir dari segala proses pencetakan uang kertas. Proses ini terbagi dua yaitu proses penyelesaian secara mekanis dan manual. Secara mekanis, kertas lembar besar tersebut kini dipotong menggunakan mesin pemotong kertas. Secara manual, lembaran uang diperiksa kembali langsung oleh sejumlah pekerja yang didominasi perempuan. Pada tahap akhir ini pulalah lembaran-lembaran uang yang rusak atau cacat dilubangi untuk kemudian dihancurkan.
Demikianlah tahapan proses pencetakan uang, ternyata tidak semudah yang kita bayangkan selama ini bukan?
Perlu diketahui, bahan uang kertas asli dari Bank Indonesia (BI) yang beredar di pasaran selama ini terbuat dari bahan katun, sehingga tidak mudah luntur, kusam, dan robek. Jadi jangan tertipu dengan uang palsu yang tentunya proses pembuatannya lebih cepat, namun uang hasil cetakannya pun akan lebih cepat kusam, luntur, dan rusak.
Untuk pesanan domestik, Peruri hanya melakukan proses produksi, sedangkan bahan diperoleh dari BI. Sementara untuk pemesanan luar negeri, seperti pemesanan uangNepal, Somalia, dan Mauritius, Peruri sendirilah yang menyiapkan segala sesuatunya, termasuk bahan kertas.

Proses Pembuatan Gula Pasir

type=’html’>

Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu
Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun.

Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu, kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula.

Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu, proses ektrasi, pembersihan kotoran, penguapan, kritalisasi, afinasi, karbonasi, penghilangan warna, dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen.

Ekstraksi 
Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan, serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman, semuanya bercampur di dalam gula.
Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air, 15% gula dan serat residu, dinamakan bagasse, yang mengandung 1 hingga 2% gula. Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai “abu”.

Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming)
Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran , kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. Proses ini dinamakan liming.
Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih.
Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan, dan hasilnya berupa cairan yang manis. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses.

Penguapan (Evaporasi)Setelah mengalami proses liming, proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi.
Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. Evaporasi dalam ‘evaporator majemuk’ (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi).

Pendidihan/ KristalisasiPada tahap akhir pengolahan, sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. Sekali kristal terbentuk, kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya, bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan.

Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. Sayangnya, materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Olah karena itu, tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit, sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan.

Sebagai tambahan, karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya, maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99,5%.

Penyimpanan
Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan, tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna.

Afinasi (Affination)
Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal, tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). Campuran hasil (‘magma’) di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi.

Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna, partikel-partikel halus, gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses.

Karbonatasi
Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang.

Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida, Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut.

Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil, perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi.
Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula, sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Setelah proses ini dilakukan, cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna.
Selain karbonatasi, t eknik yang lain berupa fosfatasi. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks, dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Penghilangan warna
Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula, keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon, GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”, sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan.

Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon.

Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan.
Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi.

Pendidihan
Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya.

Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan.


sumber

Proses Pembuatan Tas Cantik dari Ular Piton

type=’html’>

Bila kita jalan jalan ke Mall atau sebuah Butik bergengsi, sering kita jumpai beberapa koleksi andalan yang harganya sangat mahal, beberapa diantaranya adalah koleksi tas ataupun sabuk juga dompet yang terbuat dari kulit hewan langka. Seperti ular atau biawak bahkan juga harimau.  Kulit hewan hewan tadi memang memiliki motif yang indah untuk dijadikan pelengkap penampilan, namun perburuan dan pembunuhan hewan langka untuk keperluan komersial harusnya dilarang.
Proses seekor ular ganas menjadi sebuah tas lux mahal

Proses seekor ular ganas menjadi sebuah tas lux mahal

Tahukan Anda seperti apa proses sebuah tas mewah ambil saja contoh tas kulit ular dibuat, sudah pasti dari seekor ular, namun bagaimana ular yang ganas dan buas bisa dijadikan atas?  Mari kita lihat urut urutannya
Proses seekor ular ganas menjadi sebuah tas lux mahal

Proses seekor ular ganas menjadi sebuah tas lux mahal

Proses seekor ular ganas menjadi sebuah tas lux mahal

Proses seekor ular ganas menjadi sebuah tas lux mahal

Proses seekor ular ganas menjadi sebuah tas lux mahal

Proses seekor ular ganas menjadi sebuah tas lux mahal

Proses seekor ular ganas menjadi sebuah tas lux mahal

Proses seekor ular ganas menjadi sebuah tas lux mahal

Proses seekor ular ganas menjadi sebuah tas lux mahal

Proses seekor ular ganas menjadi sebuah tas lux mahal

Proses seekor ular ganas menjadi sebuah tas lux mahal

Proses seekor ular ganas menjadi sebuah tas lux mahal

Proses seekor ular ganas menjadi sebuah tas lux mahal

Proses seekor ular ganas menjadi sebuah tas lux mahal

Proses seekor ular ganas menjadi sebuah tas lux mahal

Proses seekor ular ganas menjadi sebuah tas lux mahal

Salah satu produk tas dari kulit ular yang sudah di konter butik, harganya selangit

Salah satu produk tas dari kulit ular yang sudah di konter butik, harganya selangit

Salah satu produk tas dari kulit ular yang sudah di konter butik, harganya selangit

Salah satu produk tas dari kulit ular yang sudah di konter butik, harganya selangit

Salah satu produk tas dari kulit ular yang sudah di konter butik, harganya selangit

Salah satu produk tas dari kulit ular yang sudah di konter butik, harganya selangit

Sedangkan dagingnya dibuat makanan seperti soup dibawah ini:
Sup Ular

12 Proses Berkenalan dengan Cewek Cakep

type=’html’>

Ada 12 metode cara berkenalan dengan cewek. Semua tips cinta ini akan mampu membuat cewek atau wanita setidaknya mau ngobrol sama kamu (dengan catatan jika sukses). Sudah tidak sabar mengetahui cara berkenalan dengan wanita ini?

Tunggu dulu sebentar…. Seluruh tips cinta ini diambil dari kisah sukses para pria idaman wanita yang sudah mengetahu seluk beluk rahasia wanita. Yang jadi pertanyaan… Apakah kisah sukses berkenalan dengan cewek mereka akan terjadi kepada kamu juga.

Berikut 12 Tips cinta Cara Berkenalan dengan cewek:

1. Halo Nita apa kabar?
Cara berkenalan yang pertama adalah dengan ngaku-ngaku kenal. Atau istilahnya SKSD – sok kenal sok dekat. Tips cinta ini membutuhkan keberanian anda sebagai seorang pria.

2. Maaf, Apa anda yang pernah jadi model di majalah nasional itu ?
Trik berkenalan dengan cewek ini sama seperti yang no.1, tapi kalau ini memang 100% nggak kenal. Tips mencari cinta yang aneh.

3. Kalau boleh tahu jam berapa ya ini mbak.
Memang cara berkenalan dengan cewek yang jadul abis. Zaman udah ada HP kok ya masih tanya jam..tapi tetap manjur.

4. Kalau nggak salah kamu pasti berbintang leo.
Anda tahu siapakah kaum yang paling banyak membaca ramalan bintang. Cara berkenalan dengan wanita yang paling mudah ya. Asal nebak zodiak si dia aja.

5. Lagi mau ngurus apa mbak
Kita sendiri tahulah bagaiamana bebelit-belitnya urusan buat KTP, urus surat tanah sampai harus antri-antri segala di negara tercinta kita. Daripada kesal! Manfaatkan saja ini untuk berkenalan dengan cewek.

6. Filmnya agak jelek ya?
Tips mencari cinta khusus buat kamu dan dia yang sama-sama mau beranjak pergi dari bioskop. Jangan tanya filmnya bagus? karena dia akan cuma bilang “ya”. Lebih baik tanya seperti diatas, itu akan membuat penasaran dia apa yang membuat tuh film jadi jelek. Jangan lupa, kalau pakai tips cinta ini lihat-lihat dulu dia bawa pria nggak!?!?!?

7. Apa ini sapu tangan anda?
Butuh jutaan keberuntungan untuk mendapatkan sapu tangan wanita yang terjatuh. Maka daripada itu pakai sapu tangan sendiri aja 😀 . Lalu jika dia menjawab “Bukan punyaku” kamu tinggal jawab aja “kok bau parfumnya sama”. Dan bla bla bla

8. Maaf mbak, apa kursi ini ada pemiliknya?
Cara berkenalan yang lebih baik dilakukan di bus, kereta api, dsb.

9. Anda Mau kemana?
Berkenalan dengan cewek ini situasinya miriplah dengan yang no:8. Daripada ngantuk dijalan lebih baik ngobrol sama temen baru.

10. Punya bolpoint?
Berkenalan dengan cewek yang Bintang rasa kamu udah tahu gimana kelanjutannya.

11. Bajunya mirip dengan punya teman saya?
Cara berkenalan dengan cewek seperti ini, akan membuat penasaran dia siapa sih yang punya baju mirip itu.

12. Pulsa saya habis? Boleh donk saya pinjam HPnya!
Setelah selesai pinjem HP, tips mencari cinta ini masih belum berakhir. Coba juga tanyakan no. Hpnya berapa, biar nanti saya ganti.

Tentu selain 12 tips mencari cinta diatas masih banyak lagi. Tergantung kondisi dan suasana aja. Pokoknya setelah memulai pembicaraan jangan sampai pembicaraan itu membeku. Ajak ngomong aja terus. Dan jika ditanya jangan buat jawaban yang berupa solusi. Anda sudah tahukan mengapa wanita banyak bicara.

OH ya satu lagi, hampir lupa ngejalasin… Efek samping : Ditampar, diketawain, dianggap orang gila.

sumber

Melihat lebih Dekat Proses Pembakaran Mayat manusia ( FOTO )

type=’html’>

Sebelum dibakar, mayat dimasukan dulu ke sebuah mesin pendingin, sampai benar-benar layak untuk di bakar.

2. Setelah layak untuk dibakar, petugas akan memeriksa seluruh barang yang melekat ditubuh mayat. Kalau ada benda berharganya, nanti akan menjadi milik ahli warisnya/ keluarga yang ditinggalkan.

3. Petugas mulai menyiapkan Oven pembakaran (saya ga tau apa namanya)

4. Kita bisa lihat, sekarang proses pembakaran itu sedang berlangsung. Mayat dibakar dengan suhu antara 1400 – 1800 derajat Fahrenheit. Berapa Celcius tuch!!! Ayo… yang pinter Fisika dihitung!!

5. Mayat yang dibakar, ternyata tidak semuanya langsung hancur menjadi abu, tapi masih dalam bentuk serpihan2 kaya gitu…. Beberapa tulang yang keras seperti tulang panggul, masih bisa dikenali.

6. Agar serpihan tadi berubah menjadi abu, maka selanjutnya dimasukkan ke sebuah mesin penggiling khusus.

7. Sekarang, Abunya sudah siap untuk dikirim ke keluarganya.

Cara semacam ini sudah mulai diminati warga Florida. Dengan cara seperti ini, mereka udah ngga perlu lagi repot2 mikirin biaya sewa tanah “kavling” yang harganya emang mahal. Blom lagi, sekarang ini mayatpun harus terancam “deportasi” hehehe…. salah, maksudnya penggusuran!! klo ga bisa bayar sewa, ya… siap2 aja digusur ato kena tumpang tindih.

http://pangkalan-unik.blogspot.com/2011/07/melihat-lebih-dekat-proses-pembakaran.html

Proses Pembuatan Bus Wisata Tercepat di Dunia !

type=’html’>

Mungkin saja Anda adalah salah satu diantara para wisatawan yang tidak puas dengan bus wisata yang harus Anda nikmati. Ketika fasilitas dan pelayanan terasa tidak memuaskan, maka seringkali bus wisata yang seharusnya menjadi alat Anda untuk berbahagia justru malah akan menjadi semacam sesi uji ketahanan diri. 
Namun tahan dulu amarah Anda. kalau Anda sudah melihat bus wisata yang satu ini, maka dijamin Anda akan mengamininya. Bahkan mereka yang paling rewel sekalipun pasti akan dibuat terkesima olehnya.
Namanya adalah The Superbus, tak diragukan lagi ini adalah bus wisata paling aerodinamis dan sekaligus paling glamour yang pernah diproduksi. Bentuknya yang mirip dengan Limousine dan hanya mengkonsumsi bahan bakar listrik tentu saja adalah sebuah kejutan futuristik yang mengesankan yang mungkin akan membuat para wisatawan pingsan kegirangan.
Kendaraan yang mengesankan ini baru saja dipertontonkan di pameran transportasi publik di Dubai, Uni Emirat Arab, dan benar tebakan Anda, Dubai tampak luar biasa berminat dengan moda transportasi yang satu ini yang kemungkinan besar akan dipacu melintasi rute yang menghubungkan Dubai dan Abu Dhabi.
The Superbus yang memiliki panjang hampir 14 meter dan telah telah menelan waktu riset dan pengembangan selama 7 tahun serta biaya produksi mendekati angka Rp. 156 Milyar ini dapat membawa 23 penumpang dengan kecepatan hingga 155 mph.
Terbuat dari serat karbon ringan, didukung oleh baterai lithium fosfat besi, serta dibidani oleh tim khusus, termasuk mantan astronot Wubbo Ockels yang juga membidani pesawat ruang angkasa Challenger, The Superbus akan menjadi monster terbaru di jalanan penuh gelimang Arabia.

Foto Proses Penghancuran Mobil Selundupan !

type=’html’>

DI Indonesia mobil-2 selundupan dihancurin ga yah ?