Archive for the ‘rezeki’ Category

Acara Khusus Para Milyuner China Mencari Jodoh


Mau dapet pasangan cewek cantik atau cowok kaya? Berdoa saja semoga bulan atau tahun depan acara temu jodoh unik ini kembali diadakan. Untuk para cewek, tak perlu pusing, tiket masuknya gratis selama kamu punya wajah dan bentuk tubuh yang yahud.

Namun kalo kamu cowok, sebaiknya cek dulu syaratnya berikut ini: Memiliki aset pribadi senilai 40 milyar dan pendapatan tahunan minimal 1.3 milyar. Oh ya, dan jangan lupa beli tiketnya seharga 130 ribu rupiah.

Acara yang dinamakan “Meet the Rich Hero” ini diadakan pada hari Sabtu kemarin di Wuhan, China dan dihadiri oleh 60 peserta wanita yang ingin mendapat jodoh idaman-dan kaya tentunya. Mereka ini adalah para perserta yang berhasil melewati proses seleksi dari panitia sebelumnya.

Jenazah Anak Saleh Berbau Harum

Berita dari Alam kubur kali ini mengisahkan tentang nikmatnya alam kubur yang diterima oleh anak yang saleh.

Kisahnya.

Semasa hidupnya, seorang anak yang bernama Hasan bin Abdullah dikenal sebagai anak yang saleh.

Subhanallah…

Setelah berpuluh-puluh tahun ia mati dan dimakamkan, jasadnya masih terlihat utuh dan berbau harum. Kisah ini terjadi di daerah Unaizah, Arab Saudi. Saat itu, di tepi batas kota akan dibangun benteng batas wilayah Unaizah. Kebetulan lokasi itu dulunya merupakan kuburan warga setempat yang lama tak dipakai lagi. Berdasarkan persetujuan raja setempat, lokasi kuburan itu akhirnya dibongkar.

Maka mulailah para pekerja memindahkan satu persatu jenazah di kuburan itu ke lokasi lain yang sudah disediakan. Namun, hingga pada giliran makam yang ada di sebelah pojok, penggali kuburan mengalami kesulitan. Tanah di makam itu terasa keras untuk digali. Butuh sekitar satu jam untuk membobfkar kuburan tua itu.

“Tanahnya lebih keras dari tanah yang lain di kuburan ini, kenapa bisa demikian ya,” kata salah seorang penggali.

Mendapat Nikmat Kubur.

Meskipun demikian, mereka tetap sabar hingga tergalilah makam tersebut. Ternyata di dalam liang lahat itu terdapat jenazah yang masih utuh meski tampak kering. Bahkan jenggot jenazah itu masih tampak jelas dan utuh. Padahal beberapa kafan sudah hancur dimakan tanah.

“Subhanallah…jenazah siapa ini,” ujar seorang penggali kubur.”

“baunya harum sekali, aneh..padahal kuburan ini usianya sudah lama,” ujar yang lain.

Para penggali makam itu juga bingung karena seketika saja aroma harum menyerbak ke segala arah. Mereka yakin, jika bau harum itu berasal dari jenazah utuh itu. Salah satu dari mereka kemudian memanggil salah seorang Syeikh di Unaizah untuk melihat keanehan itu.

“Subhanallah…, biarakan dalam posisi sebagaimana adanya. Hindarilah ia dan galilah sebelah kanan atau sebelah kiri,” ucap syeikh tersebut.

Para pekerja itu menuruti perintah sang syeikh. Akhirnya, dengan terpaksa mereka mengurangi luas area untuk pembangunan benteng tersebut. Sang Syeikh kemudian berusaha mencari informasi tentang jenazah siapakah yang mendapatkan nikmat kubur itu.

Ia bertanya ke seluruh penduduk desa itu, hingga sampailah ia di sebuah rumah kecil dan tua. Penghuni rumah itu hanya seorang nenek tua. Ia hanya terbaring di ranjang sambil berzikir kepada Allah SWT.

“Apa yang membuat Anda singgah di rumah ini? Bukankah masih banyak rumah lain yang lebih bagus untuk kau singgahi?” tanya nenek itu.

“Aku sedang mencari ahli keluarga dari makam yang jenazahnya utuh itu,” jawab syeikh.

“Ketahuilah, ia adalah Hasan bin Abdullah. Dia saudaraku yang meninggal dua puluh tahun yang lalu,” kata nenek dengan nada sedih.

Berbakti Kepada Orang Tua.

Mendengar pernyataan itu, syeikh lebih mendekat lagi menuju pembaringan nenek.

“Sudikah engkau menceritakan apa yang sebenarnya dilakukan saudaramu itu ketika masih hidup?” tanya syeikh.

“Ia adalah seorang yang ahli ibadah, tiap malamnya selalu bermunajat kepada Allah SWT,” kata nenek itu dengan suara yang terputus-putus sambil meneteskan air mata karena teringat akan saudaranya.

“Saudaraku itu tidak pernah menolak setiap perintah orang tuaku. Ia anak yang berbakti. Saudaraku itu sering menggendong ibuku ke pasar untuk berdagang,” jelas nenek itu lagi.

Syeikh itu sangat terkesima dengan amaan yang dialkukan oleh saudara nenek itu. Ia kemudian berpamitan sambil memberikan beberapa dinar untuk sedekah. Sesampainya di rumah, syeikh itu langsung bersimpuh di kaki ibunya. Ia menangis memohon maaf atas semua kesalahannya yang tidak begitu memperhatikan ibunya karena terlalu sibuk bekerja.

Sang syeikh saja sampai bersimpuh dikaki ibu, sudahkah Anda?

Mari berbakti kepada orang tua, terutama kepada ibu kita, agar kita bisa mendapatkan nikmat kubur seperti Hasan bin Abdullah dalam kisah ini.

10 Fakta Unik Tentang Pilek

1. Pilek membutuhkan waktu sekitar 48 jam untuk menginfeksi dan membuat Anda sakit.

Jika hidung meler, tenggorokan gatal, pikirkan kembali 48 jam ke belakang. Kemungkinannya virus pilek sudah memasuki tubuh Anda. Para ahli mengatakan virus pilek membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk menanamkan ke dalam lapisan sel-sel dan menghasilkan gejala. Kadang pilek dan flu susah dibedakan. Ron Eccles, BSc, PhD, DSC, Direktur Common Cold Centre di Universitas Cardiff di Inggris menyatakan virus pilek biasanya tak menyebabkan demam pada orang dewasa. Sedangkan demam dan batuk adalah tanda utama influenza.

2. Senjata terbaik melawan pilek adalah olah raga.

Bukan obat ataupun suplemen vitamin, tapi olah raga. Peneliti Appalachian State University telah mempelajari bagaimana sistem kekebalan tubuh dan virus dipengaruhi oleh olah raga. Para peneliti mengatakan jika ingin benar-benar menangkal flu musim dingin ini, cara terbaik adalah 30 menit berjalan kaki cepat 5 kali per minggu. “Latihan ringan ini baik karena memindahkan darah ke seluruh tubuh dan juga menggerakkan sel darah putih untuk mencari infeksi,” kata Dr Eccles.

3. Kurang tidur salah satu penyebabnya

Berapa banyak yang tidur Anda semalam? ”Kalau kurang dari tujuh jam, Anda tiga kali lebih mungkin untuk pilek,” kata peneliti di Carnegie Mellon University. Gunakan waktu tidur dengan efisien. Peserta studi yang menghabiskan kurang dari 92 persen waktu tidur mereka setidaknya lima kali lebih besar kemungkinan terkena pilek.

4. Jus jeruk tak menangkal pilek

Lebih dari 30 studi yang dilakukan oleh para peneliti di Australian National University dan University of Helsinki mengatakan bahwa untuk sebagian besar orang, vitamin C tidak mencegah atau menyembuhkan gejala flu.

5. Bunga Echinacea bisa membantu melawan virus pilek

Tumbuhan dengan bunga warna ungu ini bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sehingga bisa melawan virus flu dan pilek. Peneliti dari Universitas Connecticut mempelajari lebih dari 1.600 orang yang menggunakan bunga ini. Mereka melaporkan, Echinacea bisa mengurangi kemungkinan terkena pilek hingga 50 persen dan mengurangi durasi sakit pilek sekitar 1,4 hari.

6. Virus pilek bisa membuat gemuk

Peneliti di Rady Children’s Hospital di San Diego menemukan anak-anak yang telah terinfeksi oleh 36 adenovirus, virus flu biasa yang menyebabkan gejala pilek kadang-kadang juga terkena masalah pencernaan. Berat badan mereka 50 pon lebih berat dari anak-anak yang belum terinfeksi virus ini. Namun virus ini bukan penyebab utama masalah berat badan .

7. Minuman panas dapat membantu menghilangkan gejala virus pilek

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam edisi terbaru dari Rhinology jurnal, peneliti di Inggris mengatakan menyeruput minuman panas dapat memberikan bantuan langsung dan berkelanjutan dari gejala terburuk dari flu, seperti batuk, bersin, pilek, sakit tenggorokan dan kelelahan.

8. Bahan dalam ASI dapat mengobati pilek

Ternyata bahan dalam air susu ibu yang bisa mengobati pilek. Bahan itu adalah monolaurin, turunan dari asam laurat. ”Ini asam lemak yang ditemukan secara alami dalam ASI,” jelas Tom Bayne, DC, praktisi dengan ChicagoHealers.com. Monolaurin juga diketahui bisa mengurangi gejala flu dan kelelahan.

9. Rata-rata orang mendapat 200 pilek seumur hidupnya.

Dengan perkiraan usia mencapai 75 tahun, Anda mungkin menderita melalui 200 pilek. Dengan rata rata pertahun terserang dua kali. Sementara anak-anak biasanya mendapatkan antara empat dan delapan kali pilek per tahun.

10. Pilek tidak menular

Kebanyakan orang berpikir karena jabat tangan dengan orang sakit akan membuat mereka terserang flu dan pilek. Penelitian terbaru oleh Pusat Common Cold Universitas Cardiff menemukan bahwa ketika orang sehat dimasukkan ke dalam sebuah ruangan dengan penderita flu dan pilek, si sakit sulit untuk menyebarkan infeksi dari satu orang ke orang lain. Bahkan, virus pilek harus memiliki kondisi ideal untuk menginfeksi tubuh. “Pilek sangat tidak menular, dan pilek sebagian besar menular dari kontak berkepanjangan dan dekat,” kata Dr Eccles.

Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2010/12/23/brk,20101223-301032,id.html

You might also like:

Kiat Agar Malam Pertama Terhindar Dari Rasa Sakit



Hubungan seksual saat malam pertama identik menyakitkan bagi kaum perempuan. Tapi ternyata seks malam pertama tidak selamanya sakit jika teknik yang dilakukan tepat.

Umumnya rasa sakit yang muncul pada malam pertama dipengaruhi oleh seberapa banyak cairan lubrikasi yang dihasilkan dan seberapa tegang hymen (selaput dara) dari perempuan tersebut saat berhubungan seks.
“Intinya kan hanya masalah siap atau tidak siap dan terangsang atau tidak terangsang saja. Kalau wanita sudah siap dan terangsang, pasti tidak akan sakit,” ujar Pakar andrologi dan seksolog,
Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS
dalam tulisannya di detikHealth yang dikutip Jumat (29/4/2011).
Prof Wimpie menuturkan rasa sakit tersebut bisa dicegah jika laki-laki tidak tergesa-gesa dalam melakukan penetrasi. Serta selaput dara yang robek tidak selamanya ditandai dengan pendarahan.
Ketika seorang perempuan terangsang maka aliran darah akan mengalir dengan cepat dan lancar. Kondisi ini menyebabkan seluruh pembuluh darahnya melebar termasuk di bagian vagina. Pelebaran inilah yang menentukan tegang atau tidaknya selaput dara.
“Justru yang bagus itu nggak sakit atau tidak berdarah. Wanita bisa saja tidak berdarah saat terjadi penetrasi dan selaput daranya robek, karena artinya si pria sudah bisa merangsang wanita dengan baik,” jelas dokter yang mendapatkan gelar seksolog dari University of Washington, Amerika Serikat tersebut.
Hal senada juga diungkapkan Dr Andri Wanananda, MD dalam konsultasinya di detikHealth mengatakan bahwa pendarahan pada hubungan seks malam pertama tergantung pada elastisitas selaput dara, bila sangat elastis tidak terjadi perdarahan.
Rasa nyeri yang muncul pada saat malam pertama bisa diakibatkan oleh kurangnya pelumasan sehingga bibir atau dinding vagina mengalami luka karena bergesekan dengan penis.
Untuk itu sebaiknya pasangan melakukan ‘foreplay’ (pemanasan) yang cukup pada malam pertama hingga lubrikasi yang terjadi banyak dan bisa mencegah perdarahan akibat robeknya selaput dara sehingga tidak menimbulkan rasa sakit atau nyeri.

Bahasa Indonesia Resmi Sebagai Bahasa Kedua Vietnam

Pemerintah Daerah Ho Chi Minh City, Vietnam, mengumumkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua secara resmi Demikian Konsul Jenderal RI di Ho Chi Minh City

“Bahasa Indonesia sejajar dengan Bahasa Inggris, Prancis dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diprioritaskan,” ujarnya. Guna mengembangkan dan memperlancar studi Bahasa Indonesia, pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di kota itu membantu berbagai sarana yang diperlukan beberapa universitas, kata Irdamis.

Vietnam
Sarana yang dibantu antara lain peralatan komputer, alat peraga, bantuan dosen dan bantuan keuangan bagi setiap kegiatan yang berkaitan dengan upaya promosi Bahasa Indonesia di wilayah kerja universitas masing-masing.

Perguruan tinggi itu juga mengadakan lomba pidato dalam Bahasa Indonesia, lomba esei tentang Indonesia dan pameran kebudayaan. Universitas Hong Bang, Universitas Nasional HCMC dan Universitas Sosial dan Humaniora membuka studi Bahasa Indonesia.

“Jumlah mahasiswa yang terdaftar sampai Nopember 2008 sebanyak 63 orang dan menurut universitas-universitas itu, minat untuk mempelajari Bahasa Indonesia cenderung meningkat,” kata Irdamis.

Ia berpendapat sebagian pemuda Vietnam melihat adanya keperluan untuk mempelajari Bahasa Indonesia, mengingat kemungkinan meningkatnya hubungan bilateral kedua negara yang berpenduduk terbesar di ASEAN di masa depan

forumkami.com

Miris Gan Ketika Anak Sekecil Ini harus Berjuang Untuk Hidup

Deby, Bocah Pengais Rezeki yang Bertaruh Nyawa

Spoiler for DEBY:

https://bokepcina.files.wordpress.com/2011/08/preamib5.jpg?w=300

Deby, bocah berusia 13 tahun bukanlah satu-satunya orang yang bekerja mencari penumpang di Sungai Siak, Pekanbaru. Sejumlah penambang atau istilah mencari penumpang ini, juga banyak dilakoni sejumlah masyarakat lainnya.

Deby yang merupakan anak sulung dari tiga bersaudara ini mengaku harus adu cepat bersama penambang lainya untuk mencari rezeki di antara penumpang yang baru tiba dari berbagai tempat tersebut.

Doa serta rezeki dari kapal kecilnya menjadi harapan anak yang bercita-cita ingin menjadi pemain bola terkenal ini. “Kalau rezeki tidak kemana Bang, mungkin kebanyakan penumpang memilih saya juga karena kasihan,” ungkapnya saat berbincang, beberapa waktu lalu.

Untuk sekali mengatar ke tujuan yang jarakna tidak terlalu jauh, Deby hanya mematok tarif Rp1.000 per orangnya. Sekali berangkat Deby bisa membawa penumpang dari tiga sampai empat orang. Ini tentu sangat melelahkan dan tidak sebanding dengan tubuh mungilnya.

“Ya memang capek dan berat, tapi karena sudah menjadi kebiasaan jadi tidak begitu kita pikirkan, yang penting kita dapat rezeki,” imbuhnya.

Setiap harinya dari pukul 12 hingga petang, Deby bisa meraup rezeki hingga Rp20 ribu. Selain itu, tambahan uang jasa yang selalu diterima Deby juga merupakan kebaikan dari penumpang yang setia menumpang sampannya.

“Kebanyakan penumpang langganan saya itu dari penduduk sini yang ingin menyebarang saja. Saya bersyukur dengan apa yang saya miliki saat ini. Namun saya bercita-cita tetap berpretasi di sekolah untuk mengejar cita-cita saya,” harapnya sembari menyeka kerlingat.

Di saat bel sekolah tanda pulang berbunyi, Deby (13) langsung bergegas pulang ke rumahnya. Namun tidak seperti anak kebanyakan, bocah yang masih berusia 13 tahun tidak mengabiskan waktu untuk bermain dengan temannya, namun langsung bekerja mencari penumpang.

Pekerjaan yang dilakukannya pun bertarung dengan maut. Ini karena Deby harus mengayuh sampan di Sungai Siak, Pekanbaru yang dikenal sebagai sungai terdalam di Indonesia. Jasa sampan yang dia geluti ini, menyeberangkan penumpang dari Kecamatan Rumbai yang dibelah sungai menuju pusat kota Pekanbaru.

Sampan yang dia miliki ini ukurannya lumayan besar jika dibandingkan dengan tubuh kurus yang dimiliki Deby. Sampan dayung itu dengan lebar satu meter panjang empat meter. Sampan inilah yang saban hari sebagai alat transportasi warga Rumbai untuk lebih cepat sampai ke pusat kota, tepatnya di pelabuhan Sungai Duku, ketimbang harus melintasi jembatan Layton yang memakan waktu lumayan lama.

Teriknya sinar matahari dan gelombang di Sungai Siak ini tidak membuat yang duduk dibangku kelas 2 SMP ini berhenti untuk mencari rezeki untuk membantu kebutuhan ekonomi keluarganya.

“Saya pulang sekolah sekira pukul 12.00 WIB. Setelah itu saya langsung nambang (mancari penumpang),” kata Deby dalam perbincangan dengan okezone, beberapa waktu lalu.

Walau sebenarnnya dia ingin banyak bermain dengan teman seusianya, namun kebutuhan ekonomi yang memaksanya harus membantu orangtuanya. Bila sedikit tersisa, uang hasil mengayuh sampan ini buat jajan di sekolahnya.

Namun demikian, selama menambang Deby mengaku bisa membagi waktu antar sekolah maupun mencari uang. Waktu luang pada malam hari lah yang bisa membuatnya berbagi antar bermain dan belajar.

“Prestasi sekolah saya juga baik bang, saya tidak begitu terganggu dengan pekerjaan saya sekarang,” kisah Deby yang orangtuanya bekerja di Pelabuhan Sungai Duku.

Berita yang satu ini yang bikin ane paling miris gan

dari judulnya aja dah bikin

Quote:

Ketika Bocah Perempuan Jadi Kuli Panggul

Spoiler for dewi & syntia:

https://bokepcina.files.wordpress.com/2011/08/jr8ksquj.jpg?w=300

Dua gadis asal Kabupaten Karangasem siang itu tertawa renyah layaknya usia anak-anak umumnya namun dengan cekatan menjinjing mengangkat keranjang sebagai sumber periuk nasinya di atas kepala, guna menawarkan jasa angkat barang kepada warga yang berbelanja di Pasar Badung. Separuh lebih hari-harinya dihabiskan di pasar untuk mendapat pundi-pundi rupiah tanpa mempedulikan kesehatan dan masa depannya kelak.

Di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari, yang berlokasi di jalan Gajah Mada, Denpasar, terdapat profesi khas yang biasa digeluti para wanita Bali, yang lazim disebut Tukang Suun atau tukang jinjing atau angkat barang. Berbekal keranjang besar, yang ditaruh di atas kepalanya, mereka mampu mengangkat beban cukup berat hingga 30 kilogram dengan imbalan ongkos Rp5 sampai 10 ribu.

Hanya saja, profesi yang biasa digeluti wanita dewasa itu, ternyata tak sedikit dilakoni bocah-bocah ingusan di bawah usia 12 tahun. Mereka sehari-harinya menghabiskan waktu di pasar berharap ada orang yang menyewa tenaganya. Seperti dua gadis Ketut Dewi (6), dan Ketut Syntia (7) yang kerap mangkal di Pasar Badung.

“Bu, Pak, Om, suun suun,” demikian ucapan akrab para tukang suun tersebut.

Jika melihat ada warga yang berbelanja, maka dia pun setia mengikutinya sembari menawarkan jasa angkat barang. Biasanya ibu-ibu yang belanja cukup banyak memanfaatkan jasa mereka. Satu persatu barang belanja dimasukkan dalam keranjang yang dijinjing di atas kepala tukang suun, lalu diantarkan sampai tempat tujuan seperti di lokasi parkir kendaraan warga yang meminta jasanya.

Di sela-sela menunggu warga yang akan meminta jasanya, Dewi dengan wajah riang polos menceritakan kesehariannya mulai beraktivitas di pasar yang tidak pernah berhenti itu. “Saya bangun pukul 6 pagi terus ke pasar, pulang pukul 8 malam,” aku Dewi yang bekerja keras seperti itu sejak usia lima tahun.

Dewi bersama ibunya yang juga berprofesi sama tinggal di rumah kos di sekitar Terminal Ubung berangkat kerja berjalan kaki ke pasar yang berjarak sekira 2 Km. “Kadang ada yang kasih dua ribu, Rp5 ribu.Kalau ada yang kasihan diberi Rp10 ribu,” katanya terus terang. Dalam sehari Dewi bisa mendapatkan uang hingga Rp30 ribu, namun semua hasil jerih payahnya itu diberikan kepada sang ibu.

Meski bekerja cukup berat,namun Dewi tetap menikmatinya meskipun terkadang ingin bersekolah seperti anak anak lain seusianya. “Ibu tidak kasih saya sekolah, katanya tidak ada biaya,” ucapnya.

Praktis sehari-hari waktu Dewi dihabiskan di Pasar meskipun harus bergelut panas, dingin, terlebih dirinya tidak pernah memakai sandal sebagai alas kaki alias bertelanjang kaki.

Dewi mengaku tidak pernah libur bekerja, kecuali jika dirinya sakit, maka diapun hanya tinggal di rumah kos orang tunya. “Kalau sakit ya ibu belikan obat di warung,” terangnya. Dewi masih memiliki dua adik sementara ayahnya memilih tinggal di rumahnya di desa Tianyar Kecamatan Kubu, Karanasem, Bali.



Hal agak berbeda disampaikan Syntia, sebab dia mengaku tidak ingin sekolah seperti teman temamnya. “Saya ingin seperti ini aja jadi tukang suun,” akunya polos.

Dua bocah tersebut adalah potret kemiskinan di Bali di mana kedua orang tuanya cenderung mengeksploitasi tenaganya untuk pekerjaan kasar dan berat.

Di pihak lain, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bali bahkan telah mempresentasikan hasil risetnya terhadap gepeng dan pekerja anak yang menjadi tukang suun (buruh angkut) di Pasar Badung selama akhir 2009.

Sedikitnya terdapat 300 tukang suun dan gepeng anak yang beroperasi di Pasar Badung. Hanya 31 orang anak berusia 7-18 tahun yang berhasil diwawancara mendalam. Ratusan anak-anak ini bekerja dalam tiga shift selama 24 jam.

Sebanyak 95 persen tidak pernah sekolah, sisanya pernah sekolah kelas 1-2 SD saja,” ujar dr Sri Wahyuni, Ketua KPAID Bali dalam sebuah kesempatan kepada wartawan.

Mereka tinggal bersama saudara atau temannya di kos-kosan di sekitar Denpasar seperti di Jalan Gunung Agung dan Ubung, namun kondisinya mengenaskan. “Mereka sewa satu kamar kecil berisi 3-5 orang, bercampur antara anak dan dewasa,” kata Sri Wahyuni.

Pemerintah tidak bisa menjangkau mereka karena seluruh pekerja anak dan orang tuanya ini tak bisa mengakses program kesehatan gratis, yakni Jaringan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) lantaran tak punya KTP dan kartu keluarga.

Semoga thread ini dapat membuka mata hati kita.Betapa beuntungnya kita yang masih memiliki masa kecil yang bisa di bilang bahagia. bandingkan dengan anak-anak diatas yang harus bekerja keras menghabiskan masa kecinya dengan mencari nafkah mengharap belas kasihan dari orang lain

Seikian thread dari ane semoga kita bisa mengambil hikmah dari sepenggal cerita di atas. Masih banyak anak-anak yang harus mencari nafkah dengan pekerjaan yang di lakukan oleh orang dewasa.

sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8302236