Archive for the ‘Suami’ Category

Feng Luoyu, Wanita Pemburu Suami Dari China ke AS

type=’html’>Feng Luoyu, 27, tak patah semangat dalam pencarian cinta sejati dalam hidupnya. Setelah menjadi bahan tertawaan di Shanghai demi berburu pria idamannya bakal suami, Louyu kini membawa harapan yang sama di New York, Amerika Serikat.

Setelah didepak dari negara asalnya, China, Luoyu kini bekerja sebagai terapis manikur di sebuah salon di Brooklyn. Wanita muda ini terkenal di saat menyebar selebaran karakter pria yang bisa menjadi pasangannya di Shanghai dua tahun lalu.


 

Kala itu, lewat iklan dan selebaran, dia mencari pria idamannya dengan berbagai kriteria khusus. Salah satunya, si pria harus lulus dari salah satu universitas terkemuka jurusan ekonomi atau yang setara dengan itu. Tinggi pria harus berkisar 175-183 cm bertolak belakang dengan tingginya yang hanya mencapai 137 cm.
Selain itu, si pria juga haruslah penduduk asli pesisir China timur. Persyaratan lainnya, si pria tidak boleh mempunyai anak sebelumnya dan tidak boleh mempunyai mantan pacar yang melakukan aborsi.

Di bagian pekerjaan, Luoyu menjelaskan secara spesifik pria impiannya. Dia menulis, pria idamannya tidak boleh seorang pegawai negeri, namun tidak apa-apa jika ia bekerja di salah satu perusahaan besar di China seperti PetroChina, Sinopec atau bank terkemuka. Standarnya ini menimbulkan

tanda tanya, mengingat posisinya saat itu hanyalah seorang kasir di sebuah cabang supermarket.

Di dunia maya, ia dikenal dengan nama ‘Sister Phoenix’ atau ‘Sister Feng’ dan menjadi bahan tertawaan karena permintaannya akan pria idaman tidak sesuai dengan wajahnya yang dianggap pas-pasan. Belum lagi tinggi yang dibawah rata-rata, serta gaji kecil sekitar 146 dolar Amerika atau Rp1,3 juta per bulan.



“Saya dibenci di China dan saya tidak mau dibenci oleh orang sini,” katanya pada The New York Post dalam bahasa Mandarin. Menurutnya, Amerika merupakan tempat semua orang bisa sukses. Ia berencana membuka bisnis kecil dan mengembangkannya menjadi bisnis skala internasional.

Luoyu memposting kepada 1,4 juta pengikutnya di Sina Weibo, situs jejaring sosial yang mirip dengan Twitter, bahwa ia akan fokus mencari pasangan hidupnya di AS pada bulan Desember.

“Saya percaya sebagai wanita, menikah seharusnya menjadi sebuah profesi. Bagi wanita, menikah dan mempunyai anak adalah kebahagiaan terbesar. Walaupun saya belum mengalaminya, saya berusaha keras untuk mendapatkannya,” tulisnya.

Semenjak kepindahannya ke Amerika tahun ini, Luoyu menetapkan kembali kriteria calon pasangannya. Kini ia berharap mendapatkan pria idaman seorang warga AS yang bergelar sarjana dari lima universitas ternama di Amerika Serikat.



Feng Luoyu, Wanita Pemburu Suami Dari China ke AS

type=’html’>Feng Luoyu, 27, tak patah semangat dalam pencarian cinta sejati dalam hidupnya. Setelah menjadi bahan tertawaan di Shanghai demi berburu pria idamannya bakal suami, Louyu kini membawa harapan yang sama di New York, Amerika Serikat.

Setelah didepak dari negara asalnya, China, Luoyu kini bekerja sebagai terapis manikur di sebuah salon di Brooklyn. Wanita muda ini terkenal di saat menyebar selebaran karakter pria yang bisa menjadi pasangannya di Shanghai dua tahun lalu.


 

Kala itu, lewat iklan dan selebaran, dia mencari pria idamannya dengan berbagai kriteria khusus. Salah satunya, si pria harus lulus dari salah satu universitas terkemuka jurusan ekonomi atau yang setara dengan itu. Tinggi pria harus berkisar 175-183 cm bertolak belakang dengan tingginya yang hanya mencapai 137 cm.
Selain itu, si pria juga haruslah penduduk asli pesisir China timur. Persyaratan lainnya, si pria tidak boleh mempunyai anak sebelumnya dan tidak boleh mempunyai mantan pacar yang melakukan aborsi.

Di bagian pekerjaan, Luoyu menjelaskan secara spesifik pria impiannya. Dia menulis, pria idamannya tidak boleh seorang pegawai negeri, namun tidak apa-apa jika ia bekerja di salah satu perusahaan besar di China seperti PetroChina, Sinopec atau bank terkemuka. Standarnya ini menimbulkan

tanda tanya, mengingat posisinya saat itu hanyalah seorang kasir di sebuah cabang supermarket.

Di dunia maya, ia dikenal dengan nama ‘Sister Phoenix’ atau ‘Sister Feng’ dan menjadi bahan tertawaan karena permintaannya akan pria idaman tidak sesuai dengan wajahnya yang dianggap pas-pasan. Belum lagi tinggi yang dibawah rata-rata, serta gaji kecil sekitar 146 dolar Amerika atau Rp1,3 juta per bulan.



“Saya dibenci di China dan saya tidak mau dibenci oleh orang sini,” katanya pada The New York Post dalam bahasa Mandarin. Menurutnya, Amerika merupakan tempat semua orang bisa sukses. Ia berencana membuka bisnis kecil dan mengembangkannya menjadi bisnis skala internasional.

Luoyu memposting kepada 1,4 juta pengikutnya di Sina Weibo, situs jejaring sosial yang mirip dengan Twitter, bahwa ia akan fokus mencari pasangan hidupnya di AS pada bulan Desember.

“Saya percaya sebagai wanita, menikah seharusnya menjadi sebuah profesi. Bagi wanita, menikah dan mempunyai anak adalah kebahagiaan terbesar. Walaupun saya belum mengalaminya, saya berusaha keras untuk mendapatkannya,” tulisnya.

Semenjak kepindahannya ke Amerika tahun ini, Luoyu menetapkan kembali kriteria calon pasangannya. Kini ia berharap mendapatkan pria idaman seorang warga AS yang bergelar sarjana dari lima universitas ternama di Amerika Serikat.



Ketika Suami Memutuskan Jadi Wanita

type=’html’>

Diane Daniel seperti tersengat listrik mendengar pengakuan suaminya, Wessel. Di tengah masa indah menikmati pernikahan yang baru berjalan dua bulan, ia harus menerima kenyataan bahwa sang suami ingin menjadi seorang wanita. Sebagai seorang penulis lepas, Diane mencurahkan kisah hidupnya melalui artikel berjudul ‘Goodbye Husband, Hello Wife‘ yang dipublikasikan di Boston Globe. Ia bercerita tentang perjuangannya menerima sang suami sebagai seorang transgender.


wessel diane daniel


Penggalan kisah yang terjadi tahun 2004 silam itu membuat Diane menangis setiap hari. Itu juga membuatnya bertanya-tanya tentang rahasia lain yang mungkin masih disembunyikan suaminya. “Saya stress secara fisik dan emosi (kala itu),” tulis Diane. Perjuangan semakin berat ketika sang suami yang kini berusia 47 tahun memutuskan berganti nama menjadi Lina. Lewat artikelnya, Diane menyebut pernikahannya sebagai sebuah proses panjang yang menyakitkan, di mana kebanyakan pasangan tidak mampu bertahan.

Sementara Lina merasa bahwa lega telah membuka rahasia besar hidupnya di hadapan sang istri. “Saya akhirnya membuat sebuah keputusan dan bebas dari beban berat,” ujar Lina dalam wawancara dengan ABC News. Lina yang bekerja di salah satu perusahaan analisis medis ini berkata bahwa Diane perlu melupakan dirinya berikut kenangan lama yang menyakitkan. Ia terus meyakinkan Diane bahwa keputusannya adalah yang terbaik. Ia tak ingin Diane sakit lebih dalam.

“Apa yang saya takutkan adalah kamu (Diane) akan melihatku sebagai seorang monster atau orang aneh sama seperti semua orang memandangku, bahkan lebih kejam lagi,” kalimat Lina inilah yang akhirnya membuat Diane mulai membuka hati dan menerima Lina apa adanya. Kisah serupa dialami Helen Boyd, pengarang ‘My Husband Betty’. Wanita yang baru merayakan ulang tahun pernikahan ke-10 ini juga melewati perjuangan panjang saat harus menerima kondisi suaminya yang seorang transgender. Awalnya, Helen juga menangis saat tahu akan kehilangan kelaki-lakian suaminya.

“Ia masih saja menawan dan dapat membuatku tertawa ketika saya tidak ada alasan untuk tertawa. Kami mempunyai pandangan yang sama akan dunia ini dan ia mengenal saya lebih baik daripada siapapun,” kata Helen yang masih sangat tulus mendampingi suaminya yang telah berubah menjadi wanita.

Sebuah institusi Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) menyebut ada sekitar 750 ribu transgender di Amerika. Mereka umumnya mengalami diskriminasi di berbagai sektor kehidupan seperti edukasi, pekerjaan, dan layanan kesehatan.

Dalam sebuah survei, sebanyak 45 responden mengalami kehancuran hubungan gara-gara identitas transgender mereka terungkap. Yang mengejutkan, 55 persen lainnya mampu bertahan dalam hubungan harmonis dengan status yang disandang.


Hal-hal pemicu Gairah Seks Suami

type=’html’>

Menarik perhatian, memuaskan dan memberi servis terbaik pada suami itu harus. Tapi kadang wanita bingung harus bagaimana cara untuk bisa melakukan itu. Padahal banyak yang bisa membuat gairah suami tetap on fire ketika berhadapan dengan anda. Seperti berikut ini contohnya:

Pakaian seksi

Para seksolog yakin bahwa salah satu hal menarik dari wanita yang membuat pria tergila-gila adalah pakaian yang mereka kenakan. Para pria tidak akan tahan dengan wanita yang memakai celana jeans dengan ritsleting menggoda (dalam sekali tarik langsung terlepas) atau wanita yang sengaja membiarkan satu kancing paling atas kemejanya dibiarkan terbuka.

Tak hanya itu, banyak pria yang langsung turn on saat melihat wanita memakai kemeja atau t-shirt pria yang kebesaran dengan panjang menutupi bagian pantat.

Dan siapa bilang memakai kacamata gaya terbaru sama dengan nerd? Para pria menyukai wanita berkacamata. Menurut mereka: seksi.

Lingerie seksi

Menurut pandangan kita sebagai kaum Hawa, mungkin bercinta menggunakan g-string merupakan hal seksi. Tapi beberapa pria, tidak menganggap g-strings itu seksi.

Menurut mereka, warna pakaian dalamlah yang dapat membangkitkan gairah mereka.

Ladies, jangan coba memakai underwear berwarna merah muda, abu-abu, ungu, dan biru saat bercinta. Karena ahli psikologi dan para pria berpikiran kalau warna-warna tersebut tidak membangkitkan libido.

Aroma

Soal aroma juga berpengaruh pada peningkatan gairah kaum Adam. Pria suka aroma-aroma natural. Aroma sage, kayu cendana, dan ylang-ylang memberikan rangsangan seks yang oh so great!

Tetapi kalau Anda ingin bermain dengan penuh kelembutan dan kehangatan cinta, aroma jeruk, jarum pinus, dan vanila adalah pilihannya.

Atau pernahkah Anda mendengar istilah essential oil? Aroma dari essential oil ini adalah pilihan yang paling tepat ketika Anda ingin berhubungan intim.

Bentuk tubuh wanita

Wanita percaya bahwa pria akan tertarik oleh penampilan mencolok, seperti payudara yang kencang dan menonjol, pinggang yang berlekuk, dan bibir seksi seperti milik Angelina Jolie.

Menurut seksolog, bentuk tubuh Anda dapat membuat para pria lebih tertarik untuk bermain bersama Anda di ranjang.

Tidak diragukan lagi, lekukan tubuh wanita tanpa sehelai benang yang melekat pada tubuhnya adalah bentuk terbaik untuk membangkitkan gairah pria.

Kata-kata “kotor”

Kata siapa mengucapkan dirty words dapat membuat pria Il-feel pada Anda?

Kenyataannya, banyak pria mengakui kalau mereka semakin tergila-gila ketika pasangannya mengucapkan dirty words selama beraksi panas atau sebelum beraksi (sesaat sebelum melakukan hubungan intim atau di taksi ketika perjalanan pulang).

Erangan lembut saat ML

Erangan lembut dapat membuat pria merasakan kenikmatan saat berhubungan intim. Hanya 6% pria saja yang menganggap erangan keras Anda dapat membangkitkan gairah mereka.

Jadi, coba lembutkan suara Anda ketika mengerang. Lagipula, dengan erangan lembut, Anda tidak akan mendapat komplain dari para tetangga.

4 Kelakuan Istri Yang Bikin Suami Stres !

type=’html’>

Pertengkaran tidak selalu disebabkan oleh masalah serius seperti perselingkuhan. Beberapa kebiasaan sehari-hari Anda, terutama ketika sedang berdebat, terkadang bisa membuat pasangan sangat stres. Seperti yang dikutip dari MSN, berikut empat hal yang biasa dilakukan istri namun kerap kali membuat suami stres.

1. Menyimpan Dendam
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science, pasangan yang mampu mengatasi dan cepat ‘pulih’ dari pertengkaran dilaporkan memiliki kepuasan yang tinggi pada hubungannya. Begitupun sebaliknya, ketika Anda selalu mengungkit masalah, walaupun masalah tersebut sebenarnya sudah terselesaikan, percayalah bahwa pasangan Anda tidak merasakan kebahagiaan dalam hubungan yang dijalin.

2. Memberikan Ultimatum
Bertengkar memang bukan hal yang menyenangkan, apalagi jika ditambah dengan memberikan pasangan sebuah ultimatum. Hal itu membuat dirinya benar-benar cemas dan stres. Para peneliti di Baylor University menemukan bahwa cara seseorang menerima emosi pasangannya ketika sedang berargumen, mempengaruhi apa yang ia rasakan. Terutama jika Anda mencoba ‘menegaskan kekuasaan’ seperti mengkeritik, menyudutkan dan mengendalikan. Memberikan ultimatum merupakan contoh bahwa Anda mencoba untuk mendominasi sebuah hubungan; ‘lakukan hal ini atau saya akan meninggalkan kamu’. Perkataan seperti ini membuatnya terlihat lemah dan sangat marah.

3. Mendiamkannya
Masih menurut penelitian yang dilakukan oleh Baylor University. Para peneliti mengemukakan bahwa orang akan semakin marah jika pasangan mereka bersikap dingin dan menjauh. Mendiamkan pasangan justru malah membuat pasangan merasa terabaikan, salah satu penyebab stres.

4. Mempersoalkan Masalah Kecil Saat Si Dia Lelah
Anehnya, pria jauh lebih rentan terhadap naik dan turunnya suatu hubungan bila dibandingkan wanita, menurut penelitian dari Wake Forest Univerity. Peneliti percaya bahwa hal ini disebabkan wanita lebih mudah mengekspresikan emosi dalam dirinya –membagi cerita dengan sahabat–, sedangkan pria lebih memilih untuk menyimpan masalahnya sendiri. Jadi ketika Anda mempersolakan hal sederhana, ia lebih memilih untuk tidak mendengarkan Anda.