Archive for the ‘trans jakarta’ Category

Inilah Foto-foto Jakarta Tanpa Penduduk


5 Fakta Menarik Tentang Onsen ( Mandi Bugil ) di Jepang

Pernahkah gak sih kalian hot tub spa di salon-salon kecantikan? Nah, kalo pernah agak sedikit ada kesamaan, onsen itu mandi ala Jepang (kira-kira ada ga ya di Jakarta), jadi onsen itu mandi air panas yang airnya berasal dari sumber mata air panas gunung berapi karena di Jepang banyak gunung-gunung berapi seperti di Indonesia konon katanya itu dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit seperti kudis, cacar, gatal-gatal, penyakit persendian, dll. Tentunya kita ingat dengan pemandian air panas Sari Ater atau sering disebut Ciater yang ada di Bandung tepatnya di antara Lembang dan Subang maaf kalo salah. Itu juga biasanya menjadi referensi tempat penyembuhan penyakit kulit.

Ada 5 fakta menarik tentang onsen di Jepang

1. Gak boleh punya tato untuk bisa mandi.Alasannya karena takut disangkain Yakuza

2. Tidak ada sehelai benang pun ketika berendam di kolam, hah! yupz…. bugil. Alasannya tidak boleh memakai celana pendek atau handuk karena takut pakaian yang kita pake ada penyakitnya, siapa yang tahu kalau kalau pakaian yang kita pakai ada penyakitnya, maka dari itu dilarang. Hmm…sedikit masuk akal. Terus kalau cowo-cewe satu kolam gimana? Sebenarnya secara tradisi, cowo-cewe berendam bersama satu kolam, namun kabar baiknya utk para wanita sekarang disediakan onsen khusus wanita saja, hmm…Kabar buruk untuk para pria mupeng.

3. Biasanya tempatnya didaerah pedesaan deket gunung berapi. Namun, ada juga yang dibuat sendiri karna jauh dari gunung berapi yaitu dengan cara di bor, air panasnya berasal dari gradien geotermal (suhu air semakin tinggi bila sumur digali semakin dalam) atau sumber panas yang tidak diketahui.

4. Onsen bukan tempat renang tapi kolam untuk berendam santai, biasanya orang Jepang ketika berendam sambil duduk santai.

5. Orang Jepang menganggap Onsen bukanlah sekedar tempat rekreasi tetapi sarana pengobatan dan penyegaran, biasanya orang Jepang datang ke onsen untuk menyegarkan badan setelah bekerja seharian penuh supaya terlihat lebih fresh esok harinya atau bisa juga sebagai tempat penyembuhan penyakit kulit.

Perhatian : untuk orang yang punya penyakit jantung, ibu hamil, darah tinggi dan darah rendah tidak diperkenankan untuk berendam karena suhu onsen itu berkisar antara 42°C sampai 50°C.

Tongkat Wasiat Yang Diburu Wanita


Cukup aneh memang kedengarannya, tongkat wasiat yang diburu banyak wanita? kita simak bersama saja apa yang dimaksudkan dengan tongkat wasiat itu. Bisa jadi menjadi solusi buat Anda. Seorang Tusmiyati Ummi Kulsum, Warga Kelurahan Bangselok, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sudah bertahun-tahun membuat jamu tradisional, khusus mengobati masalah kewanitaan.
Salah-satunya adalah tongkat wasiat, ramuan yang satu ini berbeda dengan ramuan lainnya, buatan Ummi kulsum. Berwarna coklat dan berbentuk tongkat mini berukuran sekitar 10 Cm, dengan diameter 1 setengah Cm.
Tongkat wasiat adalah jenis obat luar, cara penggunaannyapun tidak di minum atau ditelan. Tongkat wasiat di masukkan ke alat kelamin wanita, dan dibiarkan beberapa menit, kemudian bilas dengan air hangat.
Hasiatnya luar biasa, tongkat ajaib tersebut bekerja menyerap lendir bagi wanita yang menderita keputihan, dan menjadikan kembali perawan, bagi wanita yang baru melahirkan.
Proses pembuatan tongkat wasiat sedikit lebih lama daripada pembuatan jamu tradisional lainnya, selama pembuatan tongkat wasiat tidak boleh terkena sinar matahari, proses pengeringanpun hanya di angin-anginkan, hingga yakni kurang lebih 15 hari, setelah kering tongkat wasiat dikemas dalam kotak.
Karena khasiatnya yang ampuh, dan harganya yang cukup murah, yakni hanya Rp17.500 per satu tongkat, Tongkat Wasiat banyak diburu orang, bahkan warga asing pun seperti Hongkong, Cina, Malaysia, rutin berlangganan.
“Tongkat Wasiat bekerja menyerap lendir putih bagi wanita, dan merapatkan kembali vagina bagi yang telah melahirkan,” kata Ummi.
Ummi Kulsum mengaku tongkat wasiat di buat secara turun temurun, sejak nenek moyangnya. Bahkan, sampai kewalahan menghadapi banyaknya pemesanan.
“Setiap bulan rata-rata saya membuat 400 tongkat, yang paling banyak memesan dan rutin tiap bulan itu dari luar, seperti Hongkong, Cina dan Malaysia,” tambahya.
Ummi Kulsum mempekerjakan tiga orang tetangganya untuk membuat jamu tradisional, ummi kulsum meracik jamu dengan menggunakan bahan alami, seperti daun sirih, kulit delima putih, jahe, kunyit dan lainnya. Kemudian dikemas menjadi kapsul dan serbuk.

Pelecehan Seks di Bus Transjakarta

Pelecehan seks di bus Transjakarta kerap terjadi. Meskipun sudah dilakukan berbagai cara untuk mengantisipasinya, namun masih sering terjadi.

Sudah banyak korban pelecehan seks di moda angkutan massal yang diluncurkan saat masa pemerintah Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

Misalnya kasus pelecehan yang menimpa dua perempuan, masing-masing berinisial DW, 22 tahun serta NN (23 tahun, pada Senin, 2 Agustus 2010. Mereka adalah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan Universitas Trisakti.

Pelakunya adalah DA, seorang PNS di Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pelecehan dilakukan saat bus Transjakarta melaju dari Cempaka Putih menuju Harmoni.

Sebelumnya, pelecehan seksual juga menimpa mahasiswi, TS, 19 tahun, Selasa 13 Juli 2010 pukul 09.30 WIB. Pelakunya Noor Adhim, 39 tahun, warga Kudus, Jawa Tengah.

Kasus terjadi ketika TS menumpang Transjakarta jurusan Pulogadung-Harmoni yang sedang padat penumpang.

Kasus perbuatan tidak senonoh juga menimpa DN, 33 tahun, Senin 5 Juli 2010 pukul 21.44 WIB. Pelakunya Pitoyo, 59 tahun, warga Perumahan Griya Bukit Jaya Blok F, Gunung Putri, Bogor. Kasus itu terjadi ketika DN menumpang bus Transjakarta koridor 1 jurusan Kota – Blok M.

Kasus serupa juga terjadi pada Sabtu 5 Juni 2010. Saat itu, korban bernama Foni, 31 tahun, dilecehkan Anton Susanto, 32 tahun, pada waktu hendak naik bus Transjakarta.

Seperti apakah pelecehan di bus Transjakarta lihat videonya.
http://www.vivanews.com/embed/video/3546/

sumber : http://metro.vivanews.com/news/read/188108-video–pelecehan-seks-di-bus-transjakarta