Archive for the ‘wanita’ Category

Wanita Brazil 30 Tahun Ini Penampilannya Seperti Bayi

type=”html”>

Wanita 30 Tahun Asal Brazil Masih Memiliki Penampilan Seperti Bayi Usia 9 Bulan
Banyak orang ingin awet muda. Namun, bagaimana jika awet muda yang dimaksud adalah ketika berumur 30 tahun, kamu tetap memiliki penampilan seperti bayi 9 bulan?
Maria Audete do Nascimento, perempuan asal Brazil yang lahir pada tanggal 7 Mei 1981, saat ini berusia 30 tahun, tetapi tubuh dan mentalnya masih seperti bayi. Dia tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, bahkan masih belum bisa berbicara.
Maria berasal dari keluarga miskin yang tinggal di rumah dari lumpur di Ceara, Brazil. Ibu kandungnya sudah meninggal 13 tahun yang lalu dan saat ini ia tinggal bersama ayah dan istri keduanya. Ibu tirinya, Dora, telah merawatnya sejak dulu. Dora percaya bahwa Maria adalah hadiah dari Tuhan untuk dirinya sehingga dia merawatnya dengan sepenuh hati.
Para ahli di Fakultas Kedokteran Universitas Ceara percaya penyakit Maria disebabkan oleh kurangnya hormon tiroid. Akibat dari hipotiroidisme, tubuhnya tidak bisa berkembang secara fisik dan mental.
Sebenarnya, jika ditangani sejak awal, Maria mungkin akan tumbuh seperti anak normal lainnya, tetapi kemiskinan yang dialami Maria membuatnya tidak bisa berbuat banyak.
Saat ini, pihak universitas setuju untuk memberikan pengobatan gratis kepada Maria.

Feng Luoyu, Wanita Pemburu Suami Dari China ke AS

type=’html’>Feng Luoyu, 27, tak patah semangat dalam pencarian cinta sejati dalam hidupnya. Setelah menjadi bahan tertawaan di Shanghai demi berburu pria idamannya bakal suami, Louyu kini membawa harapan yang sama di New York, Amerika Serikat.

Setelah didepak dari negara asalnya, China, Luoyu kini bekerja sebagai terapis manikur di sebuah salon di Brooklyn. Wanita muda ini terkenal di saat menyebar selebaran karakter pria yang bisa menjadi pasangannya di Shanghai dua tahun lalu.


 

Kala itu, lewat iklan dan selebaran, dia mencari pria idamannya dengan berbagai kriteria khusus. Salah satunya, si pria harus lulus dari salah satu universitas terkemuka jurusan ekonomi atau yang setara dengan itu. Tinggi pria harus berkisar 175-183 cm bertolak belakang dengan tingginya yang hanya mencapai 137 cm.
Selain itu, si pria juga haruslah penduduk asli pesisir China timur. Persyaratan lainnya, si pria tidak boleh mempunyai anak sebelumnya dan tidak boleh mempunyai mantan pacar yang melakukan aborsi.

Di bagian pekerjaan, Luoyu menjelaskan secara spesifik pria impiannya. Dia menulis, pria idamannya tidak boleh seorang pegawai negeri, namun tidak apa-apa jika ia bekerja di salah satu perusahaan besar di China seperti PetroChina, Sinopec atau bank terkemuka. Standarnya ini menimbulkan

tanda tanya, mengingat posisinya saat itu hanyalah seorang kasir di sebuah cabang supermarket.

Di dunia maya, ia dikenal dengan nama ‘Sister Phoenix’ atau ‘Sister Feng’ dan menjadi bahan tertawaan karena permintaannya akan pria idaman tidak sesuai dengan wajahnya yang dianggap pas-pasan. Belum lagi tinggi yang dibawah rata-rata, serta gaji kecil sekitar 146 dolar Amerika atau Rp1,3 juta per bulan.



“Saya dibenci di China dan saya tidak mau dibenci oleh orang sini,” katanya pada The New York Post dalam bahasa Mandarin. Menurutnya, Amerika merupakan tempat semua orang bisa sukses. Ia berencana membuka bisnis kecil dan mengembangkannya menjadi bisnis skala internasional.

Luoyu memposting kepada 1,4 juta pengikutnya di Sina Weibo, situs jejaring sosial yang mirip dengan Twitter, bahwa ia akan fokus mencari pasangan hidupnya di AS pada bulan Desember.

“Saya percaya sebagai wanita, menikah seharusnya menjadi sebuah profesi. Bagi wanita, menikah dan mempunyai anak adalah kebahagiaan terbesar. Walaupun saya belum mengalaminya, saya berusaha keras untuk mendapatkannya,” tulisnya.

Semenjak kepindahannya ke Amerika tahun ini, Luoyu menetapkan kembali kriteria calon pasangannya. Kini ia berharap mendapatkan pria idaman seorang warga AS yang bergelar sarjana dari lima universitas ternama di Amerika Serikat.



Feng Luoyu, Wanita Pemburu Suami Dari China ke AS

type=’html’>Feng Luoyu, 27, tak patah semangat dalam pencarian cinta sejati dalam hidupnya. Setelah menjadi bahan tertawaan di Shanghai demi berburu pria idamannya bakal suami, Louyu kini membawa harapan yang sama di New York, Amerika Serikat.

Setelah didepak dari negara asalnya, China, Luoyu kini bekerja sebagai terapis manikur di sebuah salon di Brooklyn. Wanita muda ini terkenal di saat menyebar selebaran karakter pria yang bisa menjadi pasangannya di Shanghai dua tahun lalu.


 

Kala itu, lewat iklan dan selebaran, dia mencari pria idamannya dengan berbagai kriteria khusus. Salah satunya, si pria harus lulus dari salah satu universitas terkemuka jurusan ekonomi atau yang setara dengan itu. Tinggi pria harus berkisar 175-183 cm bertolak belakang dengan tingginya yang hanya mencapai 137 cm.
Selain itu, si pria juga haruslah penduduk asli pesisir China timur. Persyaratan lainnya, si pria tidak boleh mempunyai anak sebelumnya dan tidak boleh mempunyai mantan pacar yang melakukan aborsi.

Di bagian pekerjaan, Luoyu menjelaskan secara spesifik pria impiannya. Dia menulis, pria idamannya tidak boleh seorang pegawai negeri, namun tidak apa-apa jika ia bekerja di salah satu perusahaan besar di China seperti PetroChina, Sinopec atau bank terkemuka. Standarnya ini menimbulkan

tanda tanya, mengingat posisinya saat itu hanyalah seorang kasir di sebuah cabang supermarket.

Di dunia maya, ia dikenal dengan nama ‘Sister Phoenix’ atau ‘Sister Feng’ dan menjadi bahan tertawaan karena permintaannya akan pria idaman tidak sesuai dengan wajahnya yang dianggap pas-pasan. Belum lagi tinggi yang dibawah rata-rata, serta gaji kecil sekitar 146 dolar Amerika atau Rp1,3 juta per bulan.



“Saya dibenci di China dan saya tidak mau dibenci oleh orang sini,” katanya pada The New York Post dalam bahasa Mandarin. Menurutnya, Amerika merupakan tempat semua orang bisa sukses. Ia berencana membuka bisnis kecil dan mengembangkannya menjadi bisnis skala internasional.

Luoyu memposting kepada 1,4 juta pengikutnya di Sina Weibo, situs jejaring sosial yang mirip dengan Twitter, bahwa ia akan fokus mencari pasangan hidupnya di AS pada bulan Desember.

“Saya percaya sebagai wanita, menikah seharusnya menjadi sebuah profesi. Bagi wanita, menikah dan mempunyai anak adalah kebahagiaan terbesar. Walaupun saya belum mengalaminya, saya berusaha keras untuk mendapatkannya,” tulisnya.

Semenjak kepindahannya ke Amerika tahun ini, Luoyu menetapkan kembali kriteria calon pasangannya. Kini ia berharap mendapatkan pria idaman seorang warga AS yang bergelar sarjana dari lima universitas ternama di Amerika Serikat.



Pria yang Suka Senyum Tak Menarik Bagi Wanita

type=’html’>img 


Pria beranggapan bahwa senyuman bisa membuat wanita tertarik padanya. Sayang, anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Menurut penelitian pria sombong dengan wajah angkuh justru lebih menarik bagi wanita.

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh University of British Columbia telah menyimpulkan bahwa wanita merasa kurang tertarik secara seksual terhadap pria yang periang ketimbang pria yang sombong dan moody.

Penelitian tersebut bantu menjelaskan mengapa wanita seringkali tertarik dengan pria ‘bad boy‘. Selain itu, penelitian juga menemukan cara bagaimana pria dan wanita menilai ketertarikan seksual dari ekspresi non-verbal seperti rasa senang, bangga dan rasa malu.

“Memperlihatkan wajah senang dianggap penting untuk dalam interaksi sosial termasuk daya tarik seksual. Tapi dari penelitian diketahui wanita dan pria merespon ekspresi emosi secara berbeda termasuk senyum,” ujar ketua penelitian bidang psikologi dari UBC Jessica Tracy, seperti yang dikutip dari Times of India.

“Kami menemukan kalau wanita tidak terlalu tertarik dengan pria periang dengan wajah senang. Justru mereka lebih suka pria yang terlihat kuat, moody atau yang malu-malu,” katanya.

Tracy menjelaskan bahwa alasan wanita lebih memilih pria sombong berwajah angkuh diakibatkan oleh evolusi dan proses budaya. Misalnya, secara evolusi teori, wanita cenderung tertarik pada pria yang memiliki wibawa, status, dan kompeten sebagai pasangan. Ia juga menjelaskan, senyuman juga berhubungan dengan imej kurangnya dominasi pria.

Jika pria periang tak menarik bagi wanita, hal tersebut justru berbanding terbalik dengan tanggapan para peserta penelitian yang berjenis kelamin pria. Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ‘American Psychological Association journal Emotion’ mengatakan bahwa pria lebih tertarik secara seksual pada wanita yang terlihat bahagia dan percaya diri.



Kisah Wanita yang Ingin Sembuh dari Kecanduan Seks

type=’html’>


Kecanduan Seks
Sama halnya dengan kecanduan obat terlarang, kecanduan seks juga susah disembuhkan. Seorang perempuan di Miami, Amerika Serikat berharap pernikahan bisa menyembuhkannya, namun ternyata gagal. Berikut ini sekilas tentang kisah hidupnya.

Jenifer, bukan nama sebenarnya, telah bertahun-tahun mengalami kecanduan seks. Secara fisik gaya hidup perempuan 36 tahun asal Miami tersebut sebenarnya cukup sehat, bebas dari kecanduan alkohol maupun obat terlarang.

Kecanduan seks yang dialami Jenifer tidak membuatnya ingin bercinta asal-asalan, misalnya dengan orang asing yang ditemuinya di jalan atau di internet. Ia tetap menjalin hubungan personal yang intens, hanya saja ia melakukannya dengan berganti-ganti pasangan.

Jenifer sempat berpikir jika menikah, maka dirinya akan sembuh dan tidak berpikir untuk berhubungan seks dengan pria lain lagi. Akhirnya ia berusaha untuk setia pada satu pasangan, lalu menikah dengan pria beruntung tersebut pada Januari 2000.

Namun harapan Jenifer untuk sembuh tidak terwujud, karena pada 3 bulan kemudian ia kembali berselingkuh dengan pria lain. Meski Jeniffer mengakui suaminya adalah pria yang sangat baik, namun ia merasa tidak terpuaskan dalam berhubungan seks.

Pecandu Seks

Sambil tetap menjalani pernikahannya, Jenifer telah menjalin hubungan terlarang dengan 2 pria lain. Hubungan gelap itu berlangsung dalam jangka yang relatif panjang, masing-masing 2 tahun dengan jeda dari selingkuhan pertama ke selingkuhan kedua hanya 4 bulan.

Jenifer menyadari bahwa perilaku seksual seseorang bisa dipengaruhi oleh kehidupan masa lalunya. Demikian juga dirinya, yang ketika kecil pernah mengalami pelecehan seks di rumahnya yang luas, di salah satu kamar yang jaraknya 6 kamar dari ruangan ayahnya.

Diakui oleh Jenifer, pengalaman traumatis itu turut membentuk fantasi dan cara dia mendapatkan kepuasan seksual. Dengan selingkuhan-selingkuhannya, Jenifer akan sangat terpuaskan jika bercinta di lokasi yang posisinya tidak terlalu jauh dari tempat suaminya berada.

Perempuan yang sangat tersiksa dengan kecanduan seksnya itu sebenarnya sudah pernah menjalani terapi setidaknya 2 kali pada periode tahun 1990-an, yakni sebelum ia menikah. Namun para terapis dianggapnya tidak berusaha memahami masalah dan hanya memberi saran sederhana seolah ia hanya kecanduan alkohol.

“Mereka menyarankan agar saya masturbasi saja dan jangan berhubungan seks dengan para pria. Mereka benar-benar tidak memahami masalahnya, dan sekarang saya tahu bahwa seorang terapis tidak seharusnya berkata demikian,” ungkap Jenifer seperti dikutip dari Health, Selasa (23/8/2011).

Penderitaan Jenifer memuncak ketika suaminya memergoki email-email perselingkuhannya, lalu mengumpulkannya jadi satu dan mengirimkannya ke orangtua dan kakek neneknya. Suaminya marah dan berniat menceraikannya, dengan bukti berupa email-email yang telah ia kumpulkan tersebut.

Jenifer berusaha membela diri dan untuk pertama kalinya ia mengucapkan kata-kata yang menyiratkan sebuah pengakuan yakni, “Saya kecanduan seks.” Sebuah kalimat yang selama ini sulit ia ucapkan karena selalu dibayangi oleh pengingkaran atas kondisi yang sebenarnya ia alami.

Sebuah pengakuan yang berat, namun sangat bermakna dalam perjalanan hidup Jenifer berikutnya. Pendek kata ia jadi lebih berani mengakui kondisinya, lalu bergabung dalam sebuah perkumpulan para pecandu seks yang didampingi oleh seorang psikolog.

Dalam perkumpulan tersebut, Jenifer dan rekan-rekan sesama pecandu seks yang sebagian atau hampir seluruhnya adalah pria itu sama-sama menjalani 12 sesi terapi. Sesi yang lebih banyak diisi dengan sharing dan perenungan ini lambat laun dapat mengurangi ketergantungan Jenifer terhadap seks.

Jika semula Jenifer menganggap seks adalah kebutuhan hidup yang lebih penting dari makan dan minum, kini ia mulai bisa menerima bahwa tidak setiap waktu para pria suka diajak bercinta. Ia mulai memahami bahwa ada kalanya para pria juga bisa kelelahan untuk melakukan aktivitas tersebut.

Meski sulit bagi Jenifer untuk selalu berpikir seperti itu, ia tetap berusaha karena bagaimanapun ia ingin sembuh total. Meski harus berdamai dengan kenangan pahit di masa lalu, Jenifer akhirnya rujuk kembali dengan suaminya yang dulu pernah menceraikannya.

Tanda-tanda Kecanduan Seks

Kecanduan seks adalah sebuah penyakit yang sama dengan penyakit candu lainnya seperti kecanduan alkohol atau obat-obatan. Tidak sedikit waktu yang dibutuhkan untuk mengobati seorang pecandu seks.

Menurut Maureen Canning, seorang konsultan klinik dari Meadows Addiction Treatment Center, Arizona, untuk benar-benar menyembuhkan seorang pecandu seks dibutuhkan waktu 2 hingga 5 tahun terapi.

“Terapi kecanduan seks bukan ditujukan untuk menghilangkan hasrat seks seumur hidup, tapi untuk bisa belajar bagaimana melakukan seks dengan benar dan senang,” kata Canning.

Kecanduan seks bukan sekedar penyakit akibat tak bisa menahan godaan atau rangsangan seksual saja, tapi juga karena ketidakberdayaan untuk mengontrol perilaku. Bahkan menurut ahli psikologi, kecanduan seks kini dikategorikan sebagai penyakit saraf.

Berikut ini beberapa peringatan awal yang harus diwaspadai sebagai tanda-tanda kecanduan seks, seperti dikutip dari Lifemojo;

1. Menggunakan seks untuk menghilangkan perasaan negatif hingga bisa mendapatkan kesenangan sementara
2. Menyembunyikan perilaku seksual dari pasangan
3. Semua efek sakit dari pekerjaan, hubungan dengan orang lain atau kehidupan sehari-hari akibat obsesi terhadap seks
4. Menyadari bahwa hubungan seks yang dilakukan bisa menjadi masalah jika diketahui oleh publik
5. Ketidakmampuan untuk berhenti dari kehidupan seksual rahasia yang berbahaya secara permanen
6. Melakukan masturbasi secara kompulsif (berulang-ulang) dan melakukan seks yang tidak aman

Ada pula beberapa perilaku khas yang dimiliki oleh seorang pecandu seks seperti:

1. Memiliki keasyikan tersendiri dengan seks sepanjang waktu
2. Menjadikan aktivitasnya sebagai salah satu ritual
3. Meskipun menyadari bahwa tindakannya salah, para pecandu akan mampu mengubah perilakunya tapi tetap melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang.

Pria Bersuara Berat Lebih Diminati Wanita

type=’html’>

 
Pria seperti apakah yang paling menarik di hadapan seorang wanita? Sebuah penelitian menyebut, suara pria merupakan salah satu daya tarik yang dapat membuat wanita bertekuk lutut.
Studi menyebut, pria dengan suara berat lebih mudah diingat wanita. Pria dengan suara berat juga lebih mungkin membuat wanita terkesan dan sehingga akan cenderung memilih mereka sebagai pasangan.
Universitas Aberdeen dalam studinya menemukan, wanita mencirikan nada suara pria untuk menilai kualitas genetik dan perilaku mereka. Studi dilakukan melalui dua percobaan. Percobaan pertama meminta 45 wanita mendengarkan suara elektronik yang dimanipulasi dalam nada rendah atau tinggi. Para wanita ini kemudian menyaksikan dua versi yang sama dari satu objek dan diminta memilih suara mana yang paling mereka suka.
Dalam tes kedua, para peneliti menggunakan suara-suara pria dan wanita untuk menguji 46 wanita lain dan meminta responden menilai yang paling menarik.
Dari kedua kasus, para peneliti menemukan wanita memiliki preferensi yang kuat pada suara pria yang bernada rendah. Mereka juga memiliki ingatan yang lebih akurat ketika mereka dikenalkan pada pria yang bersuara dalam.
Dr David Smith, peneliti utama, mengatakan, “Temuan kami menunjukkan bahwa memori wanita dapat ditingkatkan oleh suara pria bernada rendah ketimbang suara pria yang bernada tinggi.”
“Eksperimen ini menunjukkan untuk pertama kalinya suara merupakan sinyal yang penting untuk memilih pasangan dan memengaruhi keakuratan memori wanita.”
Dr Kevin Allan, supervisor penelitian menambahkan, “Ini adalah bukti bahwa evolusi memberi wanita kemampuan untuk mengingat informasi terkait pria yang diinginkan,” ucapnya.

Ternyata Sering Bercinta Buat Wanita Jarang Sakit

type=’html’>


Kita semua tahu, hubungan seks bisa memberi beberapa dampak positif bagi kesehatan tubuh. Menyehatkan jantung serta menghilangkan stres, adalah dua di antara banyak manfaat yang didapat dengan bercinta.

Tapi seks juga memberi manfaat khusus bagi kesehatan wanita. Hasil studi dalam The Journal of Sexual Medicine yang dilansir Askmen mengungkapkan, wanita yang bercinta kurang dari dua kali sebulan, lebih sering sakit dibandingkan mereka yang mendapat orgasme secara teratur.

Hasil penelitian ini pun diperkuat dengan studi yang dilakukan para peneliti dari Women’s Health Program di Monash University, Australia. Mereka menemukan bahwa wanita yang mencapai klimaks setiap kali bercinta punya lebih banyak energi, jarang sakit, kesehatan mental lebih baik dan fisik yang lebih menarik.

Namun perlu digarisbawahi, efek positif ini hanya terjadi pada wanita yang berhasil mencapai klimaks saat bercinta. Penelitian tersebut menjelaskan, meskipun telah rutin bercinta namun jarang mendapatkan orgasme, pengaruhnya tidak terlalu besar terhadap peningkatan kesehatan wanita.

Orgasme, memang bukan sesuatu yang mudah didapat setiap pasangan yang bercinta. Momen itu terkadang tidak bisa diprediksi. Orgasme bisa datang dengan cepat, namun bisa juga butuh waktu lama. Secara ilmiah, idealnya orgasme bisa didapatkan 7-13 menit setelah penetrasi seks. Tapi jika Anda termasuk wanita yang sulit mencapai orgasme saat berhubungan intim dengan suami, ada beberapa cara untuk mengatasinya.

1. Rileks
Kebanyakan wanita merasa tegang saat bercinta. Padahal jika otot dan tubuh kita menegang, akan menyulitkan Anda mencapai klimaks. Seperti dikutip dari The Sun, penelitian di Belanda menemukan bahwa wanita hanya bisa mencapai klimaks saat tidak ada kekhawatiran dalam dirinya.

Cobalah tenangkan diri dulu beberapa menit sebelum bercinta. Tarik napas dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan, bisa membantu Anda lebih rileks. Jangan pikirkan hal-hal yang malah membuat Anda stres.

2. Foreplay
Foreplay merupakan tahapan yang tak kalah penting dari kegiatan bercinta itu sendiri. Dilansir askdanandjennifer, foreplay adalah salah satu cara ampuh untuk mendapatkan orgasme dengan cepat.

Melakukan penetrasi saat Anda belum 100% merasa bergairah bisa membuat Anda semakin sulit orgasme. Ada banyak teknik foreplay yang bisa dilakukan, salah satu yang paling efektif adalah lewat stimulasi klitoris. Menurut pakar seks, 95% wanita mencapai klimaks setelah mendapat stimulasi klitoris.

3. Variasikan Jadwal Bercinta
Bercinta setelah seharian bekerja dan mengurus anak serta suami, kemungkinan besar jika Anda melakukan hal itu yang akan terjadi adalah sulitnya mencapai orgasme. Kelelahan adalah salah satu faktor yang paling disebut sebagai pembunuh gairah.

Jadi ketimbang bercinta di malam hari setelah Anda lelah seharian bekerja, kenapa tidak mencoba jadwal baru. Tidak ada salahnya melakukan seks kilat dengan pasangan di pagi hari. Saat bangun pagi, tubuh biasanya sudah lebih rileks. Kegiatan tersebut tak hanya jadi pengalaman baru, tapi Anda pun bisa mendapatkan senyum cerah sepanjang hari karena seks terbukti sebagai salah satu cara melepas hormon oksitosin (hormon kebahagiaan).

4. Tentukan Batas Kenikmatan Bercinta
Bercinta karena ingin segera merasakan orgasme terkadang membuat wanita tak sabar. Padahal batas kenikmatan tiap-tiap orang berbeda. Temukan batas kenikmatan Anda sendiri, sehingga Anda bisa mempersiapkan diri untuk mencapai orgasme itu secara maksimal.

5. Senam kegel
Elastisitas Miss V akan berkurang seiring berjalannya waktu. Agar otot di sekitar vagina tidak kendur, tak ada salahnya untuk melakukan senam kegel secara rutin. Otot kencang di sekitar Miss V akan membuat Anda lebih mudah mencapai orgasme.




sumber